Okinawa

Kalau ke Jepang, yang kepikiran pertama kali pasti negara supersibuk yang kental dengan budayanya.  Ga pernah kepikiran di Jepang ada pantai, keren pulak!

Ke Jepang kemarin, saya menyempatkan diri mengunjungi temen saya yang tinggal di Okinawa.  Waktu itu sih, saya ga kebayang daerahnya kayak gimana, karena memang saya pure cuma mau ketemu temen, Continue reading “Okinawa”

Takayama

Ok, lanjutin cerita tentang perjalanan saya ke Jepang beberapa bulan lalu yaaaa..

Takayama adalah kota ketiga yang saya datangi di perjalanan kemarin.  Terletak di prefektur Gifu, bisa ditempuh dalam waktu 6 jam dari Tokyo, lewat Nagoya.  Pertama kali lihat fotonya di buku travelhemat Jepang yang saya beli, dan saya langsung jatuh cinta.  Old town dengan suasana khas Jepang yang sangat friendly untuk pejalan kaki seperti saya.

Karena ada peristiwa pesawat saya dari Sapporo di cancel dan saya harus re-schedule ke pesawat besok siangnya, maka saya baru sampai di Takayama sekitar jam 8 malam dan disambut hujan rintik-rintik.  Untungnya, saya memesan hotel yang terletak tepat di sebrang stasiun, namanya Country Hotel Takayama.  Continue reading “Takayama”

Tentang Kontributor Koper Kuning

Haloooo semuaaaa!!

Dolar lagi mahal? iya banget..karena itu, kegiatan koperkuning untuk jalan-jalan pun sedikit banyak mengalami pengurangan.  Karena bukan hanya dolar yang naiknya gila-gilaan, tapi juga kebutuhan primer yang dari bulan ke bulan kok yaa makin naik juga.

Ngeluh? tentu ngga dong..jaman susah gini, menuntut kita untuk jadi lebih kreatif dan ngerjain apa aja yang bisa dikerjain (asalkan halal tentunya).  Hal ini pun berlaku buat saya, sekarang saya mulai kerja lagi di sebuah kantor kreatif, dan karena sekarang saya sudah jadi karyawan, maka saya mungkin tidak bisa menulis sesering dulu lagi.

Tapi, jangan khawatir.  Saya punya seorang kontributor yang kadang suka nulis juga pengalaman dia jalan-jalan, yang sebagian besar dilakukan bersama saya 🙂 Saya akan memuat tulisan-tulisannya di blog ini dengan kategori “from kontributor”.  Jadi, silakan menikmati tulisannya yaaaa..

Review – Taman Suropati

Kali ini koper kuning menyempatkan diri pergi ke sebuah taman umum di Ibukota Jakarta ini.

Dari data survey internal Koper Kuning dengan metode ngasal asalan didapatkan bahwa 11 dari 10 orang yang tidak pernah meluangkan waktu di luar mall berkata bahwa “taman di Jakarta kan menjijikan, nyamukan, dan abang/mbak banget. Cih, dia gk tau koper kuning ini suka dipanggil mas sama abang *koek panjang.. cuih*

Tersinggung dan gamang.. Koper kuning pergi bersama kontributor penulis artikel ini untuk melakukan survey langsung ke lapangan *literally*.. Blusukan lah pokoknya kalo kata Pak Joko.. Kalo kata Bu Joko “pake termos es aja” *yang ngerti jangan meratapi umur ya..*
Ternyata dalam perjalanan, ketika melewati Masjid Sunda Kelapa, hal yang tidak terduga terjadi! Koper kuning laper mata !! Langsung, mobil diarahkan ke tempat parkir di sebelah runutan PKL yang rame disatroni warga *konsumen mau makan maksudnya*
Akhirnya, setelah mangambil posisi yang dipercaya menentukan prestasi.. Napsu mengambil alih akal sehat.. Genggaman semakin erat dikepalkan.. Lalu dengan penuh napsu Koper kuning mengacungkan 2 jari untuk memesan dimsum, es kelapa, dan beberapa makanan lainnya yang katanya sih buat cemilan di Taman Suropati nanti.. Koper kuning pun berhasil menjalankan program “bagi hasil” di Masjid Sunda Kelapa ini.. Semua PKL kebagian order deh.. *Koper kuning for president?*
Karena Taman Suropati hanya berjarak satu blok dari Masjid Sunda Kelapa, akhirnya Koper kuning memutuskan untuk jalan kaki kesana sambil menjinjing kresek makanan..
Menyusuri rumah pejabat negara (katanya sih rumah dinas Pak JK), lalu nyebrang jalanan dan ketika menoleh ke kanan langsung disambut sama patung Pangeran Diponegoro yang lagi naik kuda dengan hamparan tanaman yang baru aja di upgrade. Langsung bikin Koper Kuning menghirup napas sambil menikmati udara Jakarta yang sedang berawan hari itu..
Sambil menunggu lampu merah berubah hijau untuk menyebrang, toleh toleh ke kiri, sebrang Patung Pangeran Diponegoro, ternyata ada gereja. Yang keren adalah di atap ujung nya gereja ini ada penunjuk angin berbentuk ayam seperti di film-film horror.
Setelah lampu berubah hijau, kaki melangkah mendekati Taman Suropati dan officially Koper kuning tiba dan disambut oleh rumput gajah *pamer dikit lulusan IPB*. Taman tidak terlalu rame karena masih agak siang kali ya.. Keliling-keliling sebentar untuk cari tempat untuk menikmati makan siang, akhirnya pilih duduk di rumput di bawah pohon rindang yang menghalangi dari sinar matahari langsung.
Proses menghilangkan lapar dan dahaga berjalan pelan nan santai.. Bisa jadi ini the best venue makan siang Koper kuning sepanjang 2015. It was such a perfect day! Just a hint of sunshine peeking through.. Jujur aja makanannya sih biasa aja, tapi the atmo and venue make up for it. Seudah beres-beres bekas makanan, Koper kuning jalan-jalan keliling taman di jantung Menteng ini.
Setelah keliling-keliling, Koper Kuning bisa mengerti kenapa Taman Suropati ini berbeda dengan taman lainnya. Fasilitas di taman ini cukup unik dan beragam, cocok untuk segala umur dan kegiatan. Dari pacaran, latihan musik, sampe berbagai macem aktifitas “aneh” lainnya. Pada saat Koper Kuning main ke taman itu, ada sekumpulan anak muda yang sedang latihan yoyo, banyak yang berdua-duaan sambil berkuliner, latihan akrobat botol ala bartender, dll. Setelah keringetan jalan-jalan di Taman Suropati ini, kebetulan ada beberapa PKL yang jualan. Beli deh aqua, tapi yang menyenangkan adalah taman ini bersih!
Lanjut jalan dan jam sudah menunjukkan waktunya untuk dessert! *harap maklum jam Koper Kuning memang mengacu pada aktifitas perut* Sambil order kue cubit setengah mateng andalan untuk dessert, ada guguk jenis welsh corgi yang melintas.. Langsung aja Koper Kuning nyapa sama yang punya untuk izin puk-puk guguk nya. Dengan ramah dibolehkan sama ownernya, puas deh uwel-uwel si “Ferrari”.
Pak Kue Cubit manggil udah jadi, “hi-goodbye” ke si guguk dan yang punya dan ambil posisi lagi. Koper Kuning menyimpulkan bahwa pergi ke taman memang seharusnya jadi kegiatan rutin orang Jakarta. Karena terkadang, kita warga Jakarta ini terlalu individualis bahkan terkesan tidak perduli terhadap sesama. Jadi spend time di taman bisa raise our empathy to other because we simply interact with fellow Jakartans.
Artikel Taman Suropati yang direncakan pendek dan kecil ini ternyata memanjang.. Karena memang there are a lot to be said about this park. There is a jogging track, path batu untuk refleksi kaki, platform untuk latihan musik, air mancur, rumah burung merpati, and many others.
Sebelum angkat kaki, HP bunyi dan harus segera kirim email untuk menyelesaikan pekerjaan *Sabtu koq kerja? Ya udah gk usah dibahas ya. HIH!* Keluarin laptop dan ternyata modem gk ada.. Doeng gimana dong.. Dengan sepenuh iman menyalakan wifi dan *tadaaaaaa* ada wifi gratis persembahan WIFI.ID nya Telkom.
Dengan senyum selebar mentari, Koper Kuning menutup laptopnya. Beresin tas dan berjalan kembali ke Masjid Sunda Kelapa dimana mobil di parkir. Perjalanan hari ini benar-benar menyenangkan!
Lengkap sudah, ketemu deh surga nya Jakarta..
Kode dari sponsor *kedip*
Yang di jalan, hati-hati..
Yang di hati, kapan jalan-jalan?
Pros:
+ Tersedia makanan lengkap satu blok jauhnya di Masjid Sunda Kelapa
+ PKL di Taman Suropati jualan jajanan untuk ngemil-ngemil lucu
+ Berbagai macam kegiatan dan fasilitas
+ Aman, ada pos polisi persis di ujung taman
+ Orang-orang nya ramah dan beraktivitas macam-macam
+ WIFI
Cons:
– Kalo malam agak nyamukan dan gelap
– Parkir agak susah
– Makanan standar aja
– Gk ada colokan
Conclusion:
Kalo mau leye-leye gk jelas dan gk tau mau ngapain dan kemana.
Taman ini cocok untuk bermalas-malasan gk jelas juntrungan
Highly recomended !
Share this if you like it and fill in the comments below..
See you guys on another review of Koper Kuning.

Noboribetsu

Sebelumnya, saya belum pernah dengar tentang Noboribetsu.  Tapi ketika saya googling tentang “best onsen in Hokkaido”, maka Noboribetsu ini yang paling sering keluar.  Ternyata, Noboribetsu adalah kota kecil dengan banyak sekali onsen dan spa bertebaran.  Ketika saya sampai disana, suasananya itu gloomy karena hujan rintik-rintik dan udaranya dingiiiiinnn banget. Emang cocok deh buat onsen-an. Continue reading “Noboribetsu”

Sapporo

How to Get There (dari Tokyo)

Perjalanan ke Sapporo, Hokkaido membutuhkan waktu 9 jam dari Tokyo dan ganti-ganti 3x naik kereta. Pertama, dari Tokyo ke Shin Aomori, trus Shin Aomori ke Hakadote, dan terakhir dari Hakadote ke Sapporo. Yang bikin jiper, jarak waktu antara satu kereta ke kereta lainnya itu cuma 8 menit. Bayangin aja, bawa-bawa koper, turun kereta, keluar platform, dan pindah ke platform kereta berikutnya cuma dengan waktu 8 menit! Waktu itu di pikiran saya, gimana kalo kereta saya ini delayed, pasti kan ntar ga bisa ngejer kereta berikutnya. Atau saya kan ga familiar dengan stasiunnya, gimana kalo saya cari-cari platform dan itu lebih dari 8 menit. Kalo sampe ketinggalan kereta berikutnya, buyar deh rencana, karena berarti saya harus nginep di salah satu kota persinggahan sebelum Sapporo tersebut. Ketika saya nanya ke Mba tempat saya beli tiket, jawaban Mba-nya juga ga bikin saya tenang. Katanya “jangan khawatir, Japanese people cuma butuh waktu paling lama 5 menit kok buat pindah platrform” errrhhh..tapikan saya bukan Japanese peooopleeee *nangis di pojokan*

Oiya, waktu itu saya pakai JR Pass, jadi semua perjalanan saya naik kereta ini tercover biayanya dengan itu. Continue reading “Sapporo”

Jepang – dari Utara ke Selatan

Bulan Juni ini saya dikasih kesempatan untuk ke Jepang lagi. Agak dadakan memang, karena diajaknya baru 2 bulan sebelumnya.  Alhamdulillah dapet tiket muraaahh bgt..berapa coba tebak? hehhehe..1,8 juta PP dari KualaLumpur belum termasuk bagasi.  Untuk ukuran beli tiket dadakan, termasuk murah banget kaaan?  (PS :  boleh lho add LINE nya koperkuning, supaya nanti kalo ada promo lagi bisa saya bantu bookingin).  Tapi, karena kelamaan mikir, tanggal saya pulang sudah ga tersedia harga promo.  Jadilah saya pulangnya lama banget..hehhee..12 hari di Jepang, dan ga mau saya sia-siain.  Saya harus keliling-keliling walopun bokek berat *halah

Singkat cerita, berangkatlah saya ke Jepang berbekal itinerary seadanya (baru mutusin mau ke Takayama dan Sapporo), JR Pass, dan buku Lonely Planet.  Saya inget banget, saya memutuskan untuk beli JR Pass baru seminggu sebelum berangkat.  Karena waktu itu saya masi galau, ke Sapporo nya naik pesawat atau kereta, secara perjalanan keretanya 9 jam aja dooong..hehhee..Tapiii, karena alasan harus berhemat, saya memutuskan untuk naik kereta aja deh, toh keretanya nyaman dan cemilannya lucu-lucu *penting* Continue reading “Jepang – dari Utara ke Selatan”

Tahun Baru, Semangat Baru

Yuhuuuu, mau ngucapin Selamat Tahun Baruuuu niihh..semoga tahun ini lebih menyenangkan, lebih berkah, dan kita selalu dalam lindunganNya..Aamiin Aamiin YRA.

Sudah nyusun resolusi untuk tahun ini? Sudah review resolusi tahun kemarin yang belum tercapai? Apapun itu, jangan pernah bosen berusaha untuk jadi manusia yang lebih baik lagi, lagi, dan lagi yaaaa..

Trus sudah nyusun rencana tahun ini mau jalan-jalan kemana? Mungkin banyak yang mau ke Sumba ya karena abis nonton film Pendekar Tongkat Emas? Atau pingin kemana aja karena pingin jadi Pendekar Tongkat Narsis? hihihihi..Tahun 2015 banyak libur kejepit lhoo, lumayan buat pegawai kantor yang mau liburan tapi ga pingin cuti banyak.  Info untuk libur nasional dan cuti bersama tahun 2015 bisa dilihat di sini yaaaa..

Hari Libur 2015

Yuk, mulai rencanain perjalanan dan nabung lebih giat, karena katanya tiket murah mau dihapus.  Semangaaattt!!

 

Bali – Ternyata Ga Melulu Kuta

Sebagian besar dari kita pasti pernah ke Bali. Jaraknya yang ga terlalu jauh (kurang dari 2 jam naik pesawat) dan banyaknya maskapai yang melayani rute kesana membuat sebagian orang bahkan ke Bali hanya untuk menghabiskan weekend.

Buat saya, Bali merupakan salah satu tempat yang gakkan pernah bosen untuk saya datengin. Gimana ngga, kayaknya tiap saya kesana, selalu ada tempat baru yang asik buat didatengin deh. Pertama kali kesana, pas awal-awal kerja, ngajakin Bapak saya jalan-jalan bareng kakak dan adik saya. Saya masih inget waktu itu kita sewa mobil sendiri, dan keliling Bali sampe puas. Yaaa seperti layaknya orang yang baru pertama kali ke Bali, kami mengunjungi Tana Lot, GWK, Uluwatu, Pura Besakih, makan bebek di Ubud, dan pastinya ke Pantai Kuta yang terkenal itu. Salah satu cerita lucu, waktu itu kita mau nonton tari Kecak sambil liat sunset di Uluwatu. Karena sampe sana lebih cepat, dan lumayan capek abis keliling-keliling, kita memutuskan untuk nunggu di mobil. Dan ternyata kami semua ketiduran dong, bangun-bangun tari kecaknya udah bubar. Hehehe.

Beberapa kali ke Bali, saya mulai mengeksplor bagian lain selain Kuta (dulu kalo ke Bali nginepnya selalu di daerah Kuta euy) dan ternyata semuaaaa bagian di Bali bener-bener indah untuk didatengin. Sekarang kalo ke Bali, saya selalu bagi wilayah yang mau saya datengin. Misalnya, kali ini akan eksplor Bali Timur (Amed, Amlapura, Karangasem, dll) nanti lain kali saya akan eksplor Bali Utara (Singaraja, Danau Bratan, Lovina, dll), trus selanjutnya ke daerah lain lagi. Gitu deh intinya. Ada temen saya yang bilang “berat banget hidup lo ciw, ke Bali aja dibagi-bagi kayak lagi bikin mapping jualan” hahahhaks, iya kayak gitu emang..tapi ini mapping jalan-jalan 😀

Ini beberapa alternatif tempat dan kegiatan buat kamu yang udah mulai bosen sama Kuta yang sekarang udah rame banget :

  • Seminyak

Ini daerah turis kedua setelah Kuta. Agak beda sih ambiencenya. Di Seminyak menurut saya cocok untuk kamu yang suka shopping. Banyak toko-toko dan butik lucu yang ada di pinggir jalan. Shopping paradise for shopaholic 😀

  • Ubud

Buat yang suka dengan ketenangan, Ubud udah paling cocok deh nih. Suasana pedesaan dengan hamparan padi dan udara yang relatif lebih sejuk, bikin daerah ini jadi daerah favorite saya kalo di Bali. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di Ubud antara lain adalah : baca buku, sepedahan, dan shopping di Pasar Ubud. Tapi harga barang di daerah sini lebih mahal dibandingkan harga di tempat lain di Bali, karena konon katanya kalo Ubud memang daerah yang paling eksklusif di Bali.  Katanya lhooo..

ini villa di Ubud, sekelilingnya sawaaahhh..
ini villa di Ubud, sekelilingnya sawaaahhh..
  • Amed

Daerah pantai di Bali Timur yang suasananya mirip-mirip dengan Krabi. Sepi, dan sebagian besar yang datang kesini adalah turis luar yang punya tujuan menyelam. Harga penginapan di sini relatif lebih murah dibandingkan Kuta. Dengan harga 700ribu per malam, kita sudah bisa dapet kamar besar dengan view laut yang bagus banget.

sunrise dari penginapan kami di Amed
sunrise dari penginapan kami di Amed
Amed, sayang agak mendung
Amed, sayang agak mendung
  • Lovina

Nah, buat yang mau merasakan sensasinya melihat lumba-lumba langsung di laut lepas, ini adalah tempat yang pas #rhymes. Jarak dari Kuta ke Lovina sekitar 2.5 jam, jadi kalau ga mau harus bangun pagi-pagi buta, menginaplah di sekitar Lovina karena untuk melihat lumba-lumba, kita harus sudah stand by di kapal sewaan sekitar jam 5.30 pagi.

  • Taman Ujung (Soekasada), Karangasem

Taman terapung peninggalan Raja Karangasem sebagai hadiah untuk permaisuri. Kalo kesini, bawaannya adeeemmm karena banyak air nya *halah dan sekilas kayak taman-taman di Jepang. Gini nih suasananya :

No filter
No filter
tiap sudut bikin adem
tiap sudut bikin adem
pas lewat sini, ada yang lagi foto pre wed
pas lewat sini, ada yang lagi foto pre wed
  • Taman Tirta Gangga

Masih di sekitar Bali Timur, ada juga Taman Tirtagangga, yang didirikan oleh Raja Karangasem untuk tempat peristirahatan keluarga raja. Di sini kita bisa melihat pemandangan indah dengan kolam pemandian yang konon katanya dulu merupakan tempat mandi para permaisuri dan putri-putri raja. Mirip-mirip dengan Taman Sari di Yogya, tapi Tirtagangga kental dengan nuansa Bali.

2014-04-18 16.41.15 2014-04-18 17.02.33 2014-04-18 17.06.51

  • Ayung River

Nah, kalo nginep di Ubud, bisa nih jadi alternatif kegiatan. Rafting di Sungai Ayung yang memiliki jeram-jeram yang cukup menantang, dengan jarak tempuh sekitar 3 jam. Oiya, untuk menuju Sungai Ayung, kita harus melewati ratusan anak tangga turun dan naik ketika pulangnya. Tapi setelah itu, pemandangan ketika rafting membuat semuanya terasa worth it dan lupa akan pegelnya kaki kok 😛

bisa ajak anak-anak, minimal umur 5 tahun
bisa ajak anak-anak, minimal umur 5 tahun
berenang di Ayung River
berenang di Ayung River
  • Bali Safari Marine Park

Buat yang bawa anak-anak, pasti seneng deh kesini. Ini kayak Taman Safari-nya di Bali gitu. Kita akan diajak keliling dengan menggunakan mobil yang disediakan untuk melihat-lihat koleksi hewan. Yang cukup menarik, nanti kita akan melewati penginapan yang view nya langsung ke kandang singa. Jadi berasa kayak di Afrika gitu deh. Hehehe..Selain itu, di sini juga banyak pertunjukan hewan yang menarik untuk ditonton, seperti pertunjukan gajah, lumba-lumba, singa, dll.

kasih makan pisang buat gajah
kasih makan pisang buat gajah
  • Tanjung Benoa

Yang suka olahraga air, mampir deh ke Tanjung Benoa. Di sini, bermacam-macam pilihan olahraga air seperti donut boat, parasailing, banana boat, dll bisa kita pilih. Jangan lupa untuk menawar harga, karena harga untuk turis dan orang lokal bisa berbeda jauh.

Itu beberapa akternatif tempat di Bali yang menarik untuk dikunjungi, dan pastinya masii banyak lagi yang belum saya kunjungi.  Nanti sewaktu-waktu akan saya tambahkan lagi yaaa dan di lain cerita akan membahas tempat makan asik di Bali buat yang muda-muda *tsaaaahh..

Tetep baca-baca koperkuning.com yaaaaa..Terimakasiiihhh :*

 

 

 

Surga Dunia Itu Bernama Raja Ampat

Baru pulang dari Raja Ampat niiihhh, wihiiiyy!!  seminggu yang gakkan pernah saya lupain seumur hidup saya. Bisa ngeliat laut yang begitu jernihnya, pasir yang begitu putih dan lembutnya, bawah laut yang begitu indahnya, dan orang-orang baik yang bikin saya pingin jadi manusia yang lebih baik lagi. Alhamdulillah 🙂

Kali ini, saya gakkan cerita banyak tentang pengalaman saya ke Raja Ampat, tapi mau cerita tentang informasi yang perlu diketahui kalo mau ke sana. Misalnya caranya bagaimana, penginapannya dimana, dan tempat-tempat yang dikunjungi apa aja.  Ayo yang mau jalan-jalan kesana, silakan disimak yaaaa..

Cara ke Raja Ampat

Cara termudah untuk ke Raja Ampat adalah dengan naik penerbangan menuju Sorong, dari Jakarta atau Makassar. Harga tiket PP Jakarta – Sorong bervariasi tergantung bulan keberangkatan. Supaya lebih murah, coba cara ngeteng deh..bisa Jakarta – Makassar dulu, trus lanjut dengan Makassar – Sorong. Kalau punya waktu banyak, bisa jalan-jalan dulu sekalian di Makassar.

Tiba di Sorong, naik taksi (angkot) menuju Pelabuhan Rakyat dengan tarif 1 angkot sekitar 100-150ribu untuk 6-8 orang. Dari Pelabuhan Rakyat dilanjutkan dengan kapal ferry menuju Waisai dengan tarif 100ribu, dan waktu tempuh 2 jam perjalanan.  Waktu keberangkatan kapal dati Sorong ke Waisai ini setiap hari ada 2 jadwal perjalanan, pagi jam 9.00 dan siang jam 14.00.  Biasanya sih, sampai Sorong pagi hari, trus langsung ke pelabuhan dan naik kapal yang jam 9.00.

Ternyata perjalanan ke Raja Ampat ini ga sesulit dan selama yang saya bayangkan lho. Penerbangan dari Jakarta ke Makassar sekitar 2 jam, Makassar – Sorong 1 jam 45 menit, dan kapal ferry 2 jam. Yaaaa, hampir sama dengan kalo saya mudik ke Lampung deh..heheheh..Kapalnya juga nyaman, sepi dan ga bikin pusing. Tapi kalo kamu termasuk yang gampang mabuk laut, siap-siap obat yaaaa..

Suasana di ferry menuju Waisai.  Itu pintu-pintu ruangan kamar yang bisa disewa dengan harga 150ribu per orang
Suasana di ferry menuju Waisai. Itu pintu-pintu ruangan kamar yang bisa disewa dengan harga 150ribu per orang
Pelabuhan Waisai
Pelabuhan Waisai

 

Penginapan

  • Kordiris Homestay

Terus terang, milih penginapan di Raja Ampat adalah bagian tersulit dalam menyusun rencana perjalanan ini. Saya orangnya sih ga terlalu pemilih, yang penting bersih dan bisa buat tidur. Tapi karena harus ninggalin kerjaan cukup lama, saya harus milih-milih yang penginapannya bisa menjangkau sinyal HP. Hahahaks..Selain itu, karena kita mau nginep di homestay (untuk menghemat biaya), dan kebanyakan homestay tidak dilengkapi dengan kamar mandi di dalam kamar, jadi saya juga pilih-pilih yang kelihatannya kamar mandinya bersih dan tidak “menyeramkan” kalau malam-malam saya harus ke toilet.

Setelah browsing sana sini, membanding-bandingkan foto, dan menimbang-nimbang biaya penjemputan dari pelabuhan Waisai juga, akhirnya kami memilih menginap di Kordiris Homestay.   Salah satu nilai plus yang akhirnya meyakinkan kami memilih homestay ini adalah karena homestay ini berada di pulau yang ada cekungan pantainya, jadi bisa banget tuh leye-leye di pasir, berasa di pulau pribadi. Hehehe..begini nih viewnya :

Kursi yang selalu jadi rebutan karena view nya paling enak..
Kursi yang selalu jadi rebutan karena view nya paling enak..
Kamar di atas air, foto diambil pada saat air surut
Kamar di atas air, foto diambil pada saat air surut
Berenang di depan penginapan sambil lihat view kayak gini sore-sore..kayak lukisan yaaa..#nofilter
Berenang di depan penginapan sambil lihat view kayak gini sore-sore..kayak lukisan yaaa..#nofilter
ruang makan, tempat berbagi cerita dengan tamu lain..
ruang makan, tempat berbagi cerita dengan tamu lain..
View dari penginapan..bikin speechless yaaa..
View dari penginapan..bikin speechless yaaa..
masih view di depan penginapan, agak ke tengah..beniiingg :')
masih view di depan penginapan, agak ke tengah..beniiingg :’)

Harga per malam di homestay ini adalah 300ribu per orang untuk kamar di darat, dan 350ribu per orang untuk kamar di atas air, sudah termasuk makan 3x sehari dan teh kopi sepuasnya.

Dalam kamar saya waktu itu..
Dalam kamar saya waktu itu..

Dan ternyata pilihan penginapan kami ini ga salah. Pemilik homestay ini, Pak Korneles, dan keluarganya benar-benar menjadikan liburan kami “beyond our expectation”. Makanannya enak, suasananya enak, dan apa yang kami minta selalu berusaha dipenuhi. Misalnya, waktu itu kami mau coba makan papeda, langsung deh Pak Kornelis ke kampung sebelah untuk beli sagu dan malamnya dibikinin, uenak! Trus pernah juga setelah kami makan malam, ternyata hasil pancingan hari itu lumayan banyak, jadi kami makan lagi, pesta ikan asap sambil mandangin bintang. Asik kaaann. Alhasil, dari yang tadinya kami cuma mau menginap 3 malam, jadi nambah 4 malam. hihihihi

Terimakasih Kordiris!
Terimakasih Kordiris!
Paling kiri : Bang Manu sang dive master.  Paling kanan : Bang Manu, suka bgt ngetawain tingkah laku tamu-tamu.  Suasana jadi tambah menyenangkan karena ada 2 orang ini.
Paling kiri : Bang Tigor sang dive master. Paling kanan : Bang Manu, suka bgt ngetawain tingkah laku tamu-tamu. Suasana jadi tambah menyenangkan karena ada 2 orang ini.

Untuk reservasi homestay Kordiris, bisa menghubungi Pak Kornelis di nomer 081248569412. Karena masalah sinyal, kalau nomer tsb susah untuk dihubungi, coba di SMS karena nantinya Pak Kornelis akan balik menghubungi kita.  Kordiris juga melayani penjemputan dari pelabuhan Waisai ke penginapan dengan biaya 500 ribu per kapal (bisa untuk 5-8 orang).

  •  Waiwo Dive Resort

Hari terakhir di Raja Ampat, kami pindah penginapan ke Waiwo Dive Resort yang letaknya hanya sekitar 20 menit dari pelabuhan Waisai. Tujuannya adalah agar ketika pulang besok paginya, kami tidak terlalu terburu-buru, karena sudah dekat dengan pelabuhan.

Darmaga di Waiwo Dive Resort
Darmaga di Waiwo Dive Resort
Darmaga menuju ke penginapan
Darmaga menuju ke penginapan
View di depan Waiwo Dive Resort
View di depan Waiwo Dive Resort

Kamar di Waiwo Dive Resort (WDR) ini hampir sama dengan kamar-kamar hotel di Jakarta. Ada AC dan air panas, serta listrik yang menyala lebih lama. Harga per orang per malam adalah 600ribu, sudah termasuk makan 3x sehari dan teh kopi juga sepuasnya. Satu hal yang bisa menjadi pertimbangan, di sini kamarnya berbau obat semprot nyamuk karena memang di Raja Ampat banyak nyamuk malaria, dan sekitar resort banyak pohon, jadi sepertinya memang harus disemprot setiap hari.

Begini kondisi kamarnya :

Kamar di Waiwo Dive Resort
Kamar di Waiwo Dive Resort
Kamar mandinya
Kamar mandinya

Untuk reservasi kamar di Waiwo Dive Resort, bisa menghubungi 0853.44515133.

Itu dua penginapan berbeda jenis yang saya coba, bisa dipilih sesuai dengan budget dan keinginan selama di sana yaaa..

 Itinerary

Untuk para divers, Raja Ampat merupakan surga dalam arti sesungguhnya. Gimana ngga, banyak spot-spot diving keren yang bisa dicoba bergantian setiap hari dengan pemandangan bawah laut yang bikin takjub. Begini contohnya :

2014-08-27 10.38.17
Ikannya warna warniii

2014-08-25 08.53.58

Kayak nyemplung di aquarium yaaaa..

Tapi kalo kamu bukan diver, jangan khawatiiirrr. Snorkeling di Raja Ampat ga beda jauh dengan diving karena spotnya sama. Iyaaaa, snorkelingnya bener-bener di laut lepas. Bedanya yaaaa cuma diving di bawah, snorkeling di atas aja gitu. Di sini banyak ikan warna warni yang mungkin belum pernah kita lihat dimanapun. Saya sedikit membandingkan ya, pemandangan waktu saya snorkeling di Raja Ampat, dengan diving di kedalaman 15m di Wakatobi, hampir sama. Ketemu penyu jugaaaa, ketemu barracuda juga, dan bahkan saya sempet lihat ikan dugong dan manta juga lho. Asik kan?

2014-08-25 09.06.47

Nah, kalo kamu bukan diver dan ga suka snorkeling juga, trus ngapain dong? Banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan di sini. Bisa leye-leye sambil baca buku di depan penginapan dengan view yang luar biasa keren (kalo mau leye-leye aja dan punya budget lebih, coba menginap di Papua Paradise Eco Resort deh), atau bisa juga tour ke pulau-pulau lain sambil berburu foto dan bird watching. Dijamin, alam dan pemandangannya ajiiiib, berasa kayak lagi di NatGeo Wild. Hehehe..

Berikut adalah tempat-tempat yang wajib dikunjungi selama di Raja Ampat :

  • Teluk Kabui atau Little Wayag, pemandangan di perjalanannya ajiiibbb. Karena jauh dan perjalanannya bisa seharian (termasuk berhenti di spot-spot snorkeling), usahakan membawa bekal makan siang dari tempat menginap, jadi bisa makan siang di perjalanan menuju kesana.
    View sepanjang perjalanan ke Teluk Kabui
    View sepanjang perjalanan ke Teluk Kabui
    View kayak gini, khas Raja Ampat yaaa..
    View kayak gini, khas Raja Ampat yaaa..
    Takjub dengan view sepanjang perjalanan ke Teluk Kabui
    Takjub dengan view sepanjang perjalanan ke Teluk Kabui
    2014-08-26 12.12.48
    Bekal makan siang dari homestay
  • Manta Point, diving atau snorkeling. Ini tempat keren bangeett, spot snorkelingnya ok dan kalo beruntung bisa ketemu Manta yang lagi naik karena airnya pasang.
  • Desa Arborek, diving atau snorkeling. Ini juga keren banget, airnya beniiingg dan ikannya banyak. Bahkan kita bisa ngeliat lion fish hanya dari kapal kita aja.
    Desa Arborek dengan airnya yang jerniiihh
    Desa Arborek dengan airnya yang jerniiihh
    Sempet lihat pelangi jugaa sambil snorkeling :')
    Sempet lihat pelangi jugaa sambil snorkeling :’)
    Airnya jernih banget, sampe bisa lihat ikan-ikannya dari atas darmaga.  Ini ada lion fish.
    Airnya jernih banget, sampe bisa lihat ikan-ikannya dari atas darmaga. Ini ada lion fish.
    Desa Arborek, bersiihh..
    Desa Arborek, bersiihh..
  • Jetty, snorkeling. Di sini ikannya banyak, besar-besar, warna-warni, dan ga takut sama kitaaaa, jadi kadang kita berenang bareng gitu dikerubutin ikan-ikan. Hihihi
  • Pasir Timbul. Ini gundukan pasir yang timbul sehingga menyerupai pulau gtu karena air lautnya sedang surut. Pasirnya putiiiihhh, lembuuutt, dan air di sekelilingnya beniiing. Cocok untuk yang mau berenang-renang aja.
    Merapat ke Pasir Timbul
    Merapat ke Pasir Timbul
    Gaya wajib kalo foto di Pasir Timbul.  Kayaknya kalo liat brosur, gayanya gini semuaaaa..
    Gaya wajib kalo foto di Pasir Timbul. Kayaknya kalo liat brosur, gayanya gini semuaaaa..
  • Pianemo, ini juga kayak Wayag dengan panorama yang baguuus banget dari atas. Sayangnya perjalanan ke sini agak jauh, sehingga sewa kapalnya pun relatif mahal.

What to Bring?

Berikut ini adalah barang-barang yang menurut saya wajib dibawa atau dipersiapkan sebelum berangkat ke Raja Ampat :

Bawa :

  • Sunblock dengan SPF tinggi, karena matahari disana nyengat banget, dan sebagian besar kegiatan kita naik boat yang ga ada pelindungnya
  • Topi
  • Kaca mata hitam
  • Handuk, karena kebanyakan homestay tidak menyediakan
  • Baju menyerap keringat
  • Baju renang dan peralatan snorkeling (termasuk fin), jika ingin snorkeling. Homestay biasanya menyewakan, tapi akan lebih nyaman jika kita bawa peralatan sendiri.
  • Uang cash secukupnya, agar tidak perlu mencari-cari ATM yang jarang ada.
  • Makanan kecil dan obat-obatan ringan
  • Lampu tembak buat yang ga bisa tidur gelap-gelapan, karena listrik umumnya mati dari jam 23.00 sampai siang harinya.
  • Power bank untuk persiapan kalo listrik mati dan batere HP habis

Persiapan

Minum pil kina atau obat anti malaria sebelum berangkat kesana untuk mencegah terjangkitnya penyakit tsb. Karena ternyata penyakit malaria bisa terjadi melalui gigitan nyamuk, dan bisa juga melalui udara.

Perkiraan Biaya

Perjalanan saya di atas berdurasi 6 hari 5 malam, 4 malam menginap di Kordiris Homestay, dan 1 malam menginap di Waiwo Dive Resort. Total biaya perjalanan kurang lebih sekitar Rp 9juta per orang dengan jumlah peserta perjalanan 5 orang (sewa kapal selalu dibagi lima). Hayooo, kata siapa pergi ke luar negeri lebih murah dibandingin pergi ke Raja Ampat? 😀

Sekarang, saya mau update bucket list saya dulu yaaa..

Pergi ke Raja Ampat : CHECKED! :”) kamu kapan? yuk nabung!

2014-08-26 14.30.59

Tugu Raja Ampat
Tugu Raja Ampat

 

NB :

Kalo kamu dan teman-teman kamu berencana ke Raja Ampat dan perlu bantuan untuk nyusun itinerary, booking tiket pesawat, penginapan, dan tour selama disana, bisa hubungi koperkuning@gmail.com yaaa..Kami akan usahakan memberi harga terbaik dengan pengalaman yang gakkan terlupakan *tsaaahh.

Waktu terbaik untuk ke Raja Ampat adalah bulan Oktober – April, karena di bulan itu anginnya udah lebih enak. Bahkan katanya di bulan April, kita bisa melihat manta yang sedang main-main ke atas lho, karena airnya sedang pasang dan jumlahnya lagi banyak-banyaknya.