Hongkong

Sebentar lagi liburan sekolah nih..biasanya, kalo liburan sekolah, pasti pingin ajak keluarga untuk jalan-jalan..Buat yang bingung mau liburan kemana, Hongkong bisa jadi pilihan ideal. Banyak tempat menarik yang bisa didatengin bersama keluarga dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, “hanya” sekitar 4 jam penerbangan.

Saya sendiri sudah beberapa kali mengunjungi Hongkong, dan tidak pernah merasa bosan. Kalau ada teman yang tanya, apa kota favorit yang pernah saya, datangi, saya selalu bilang Hongkong.. Gimana ngga, menurut saya Hongkong merupakan kota yang lengkap (hiburannya, shoppingnya, dan pengalamannya), tidak terlalu besar, punya transportasi umum yang memadai, romantis (ciyeh..), bebas visa untuk WNI, dan yang paling penting : tourist friendly. Papan petunjuk ada dimana-mana dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Mandarin, jadi jangan takut nyasar kalo lagi jalan-jalan disana.

Itinerary
Berikut ini adalah tempat-tempat yang bisa dikunjungi di Hongkong :
• Disneyland Hongkong
Untuk datang kesini, bisa menggunakan MTR TungChung Line, berhenti di Sunny Bay, dan lanjut menggunakan kereta Disneyland
Harga tiket masuk sekitar 580 ribu. Cobalah membeli online via website, karena biasanya lebih murah.

• Avenue of The Stars
Disini kita bisa berfoto dengan cetakan telapak tangan dari bintang-bintang film terkenal HongKong. Selain itu setiap jam 20.00 akan ada pertunjukan lampu-lampu yang mengikuti irama musik. Pertunjukan ini dilakukan selama 15 menit dan cukup menarik untuk ditonton.
Untuk datang kesini, naik MTR ke East Tsim Tsa Tsui, lalu keluar di exit J.

• Victoria Peak
Bagi yang ingin melihat kota Hongkong dari ketinggian, disini tempatnya. Saya sih lebih suka kesini pada sore menjelang malam hari. Ngemil-ngemil santai dulu di restoran yang ada di sini, lalu pada malam hari, melihat pemandangan kota dengan yang sudah nyala lampu-lampu-nya di The Peak.
Di sini juga ada Madame Tussaud Museum, untuk yang ingin berfoto dengan bintang-bintang seluruh dunia. Walaupun hanya patung lilin, tapi sangat mirip dengan aslinya lho.
Untuk datang kesini, kita harus menumpang tram dari Tram Terminal yang ada di Garden Road. Tram ini akan membawa kita menuju Victoria Peak dengan mendaki jalanan menanjak yang mempunyai kemiringan 45derajat. Suatu pengalaman tersendiri buat saya.

• Giant Buddha
Ketika kita membayar tiket masuk ke Giant Buddha, tiket ini sudah termasuk dengan 2 macam makanan ala vegetarian yang bisa ditukar di kantin. Favorit saya, sup tahu yang disajikan dengan pilihan panas atau dingin, yang rasanya seger dan berasa sehat banget.
Untuk menuju kesini, bisa menggunakan Ngong Ping Cable Car dari Tung Chung Station, yang konon katanya merupakan perjalanan dengan cable car terpanjang di Asia. Jika ingin pengalaman yang lebih, bisa memilih Crystal Cabin, yaitu kereta gantung yang bawahnya transparan sehingga bisa melihat pemandangan sepanjang perjalanan dengan lebih jelas dan puas.

Belanja
Bagi yang suka belanja, Hongkong adalah surganya. Selain banyak toko-toko di sepanjang jalan, juga banyak night market yang buka hingga larut malam. Jika berbelanja di night market, cobalah menawar hingga sepertiga harga yang ditawarkan penjual, walopun dimaki-maki..hehehe..namanya juga usaha kan.. Bahkan pernah kejadian, saya menawar hingga sepertiganya, ga dibolehin, saya pergi, dan dia tarik capuccon jaket saya, bahkan rambut saya sampe ketarik.. nyebelin memang..tapi akhirnya dibolehin kok..hehehhe..

Berikut ini adalah beberapa tempat belanja yang ramai dikunjungi pengunjung :
• Ladies Market (Tung Choi Street, Mongkok, Kowloon)
• Temple Street Night Market (Yau Ma Tei, Kowloon)
• City Gate Outlet,
Merupakan factory outlet dari beberapa brand terkemuka. Jika Kamu mencari brand Mango, Esprit, Zara, Crocodile, Crocs dan lainnya dengan harga miring, maka disinilah tempatnya.
Untuk datang kesini, bisa menggunakan MTR TungChung Line, dan berhenti di Tung Chung Station. City Gate Outlet akan terlihat setelah Kamu keluar stasiun, sebelum naik Ngong Ping Cable Car menuju Giant Budha.

Selain tempat-tempat yang saya sebutkan di atas, kita bisa juga sekalian jalan-jalan ke Macau..hanya menyebrang menggunakan ferry..Tapi cerita lebih lengkap tentang Macau akan saya post di lain kesempatan ya..

Suasana
Ketika pergi kesana, saya merasa orang-orang disana bergerak dengan ritme yang lebih cepat. Mau ga mau, sayapun jadi kebawa. Untuk cuaca, antara November-April, angin di Hongkong cukup kuat. Jangan lupa untuk membawa jaket dan syal untuk melindungi dari hawa dingin. Sementara antara Mei-Juli, merupakan musim panas dengan curah hujan yang tinggi. Jangan lupa untuk membawa payung kalau ada rencana mengunjungi Hongkong pada musim tersebut.

Fireworks di Disneyland Bapak, bergaya di Madame Tussaud Parade di Disneyland Kereta menuju Disneyland Sup Tahu di Giant Buddha Mau naik cable car dari TungChung Station Suasana pagi hari di Hongkong Pemandangan dari The Peak Tram menuju The Peak Cable car Cable Car dari Giant Buddha Giant Buddha Lampu-lampu yang bergerak sesuai musik Avenue of The Stars

Wakatobi

Ga pernah kebayang sebelumnya, kalo saya bisa pergi ke Wakatobi..gimana ngga, saya bukan diver yang hafal tempat-tempat diving yang keren..saya suka pantai, tapi pengetahuan saya tentang pantai di Indonesia ya cuma itu-itu aja..

Ketika diajak ke Wakatobi, sayapun langsung meng-iyakan..menurut saya, Wakatobi termasuk ke dalam kategori tempat yang ga mungkin saya kunjungin sendirian, jadi mumpung ada temennya..Ternyata nama Wakatobi merupakan singkatan dari pulau-pulau disana..Wangiwangi – Kaledupa – Tomia – Binongko.  Karena waktu kami yang terbatas dan perjalanan antar pulau menggunakan kapal kayu cukup memakan waktu, maka kami memutuskan untuk pergi ke Pulau WaKaTo, tidak ke Binongko

Persiapan pergi ke Wakatobi tidak semudah perkiraan saya.  Gimana ngga, penerbangan yang langsung kesana sangat terbatas.  Kami menggunakan penerbangan Express Air untuk menuju Wangiwangi (transit Makassar), dan melanjutkan penerbangan ke Wangiwangi menggunakan pesawat baling-baling berkapasitas sekitar 20 orang.  Sementara pulangnya, dari Wangiwangi  menggunakan maskapai yang sama ke Makassar dan dilanjutkan dengan Sriwijaya Air menuju Jakarta..Sebenarnya Express Air mempunyai jadwal penerbangan dari Wangiwangi ke Jakarta, namun hanya beberapa kali seminggu, dan tidak sesuai dengan jadwal kepulangan kami.
Oiya, karena sistemnya yang belum online, untuk penerbangan pulang saya harus menghubungi Express Air di Wangiwangi untuk melakukan pemesanan.  Hal ini sangat tergantung sinyal disana, karena alat komunikasi yang digunakan adalah telepon genggam.

Harga tiket yang saya dapatkan waktu itu untuk pergi ke sana 1.999ribu (Jakarta – Wangiwangi), sementara untuk pulangnya 1.699 ribu (Wangiwangi – Makassar) dan 599 ribu (Makassar – Jakarta).

Berikut ini adalah itinerary saya selama disana :

Hari I :

Tiba di Wangiwangi, menginap di Patuno Resort.  Diving (biaya diving jika Anda sudah license : 350ribu dan 450ribu jika belum, sudah termasuk sewa peralatan dan baju).  Malamnya mengunjungi pasar malam di Wangiwangi

Hari II  :

Mengunjungi air dalam goa, siang berangkat ke Tomia menggunakan kapal kayu selama 3 jam perjalanan.  Tiba di Tomia, menginap di Tomia Dive Centre.  Diving lagi di 2 spot (Marimakbuk dan satu lagi saya lupa namanya).  Untuk spot diving di Tomia, bisa googling.

Hari III :

Pagi, mengunjungi Puncak Kahyangang, lokasi syuting Mirror Never Lies.  Siangnya berangkat ke Wangi-wangi lagi untuk bertemu dengan rombongan lain.  Berangkat ke Kaledupa.  Menginap di salah satu rumah penduduk (di atas air).

Hari IV :

Berkeliling Kaledupa dan Hoga Island (snorkeling dan diving).  Berkunjung ke desa terapung Suku Bajo.  Kembali ke Wangiwangi karena keesokan harinya penerbangan pagi hari ke Makassar.

Hari V :

Kembali ke Jakarta melalui Makassar.  Menyempatkan diri ke Trans Studio karena waktu transit yang cukup lama (sekitar 5 jam).

 

Suasana :

Cuaca di Wakatobi sangat panas.  Jangan lupa untuk selalu membawa sun block kemana-mana dan mengulang -ulang pemakaian sesering mungkin untuk menghindari kulit terbakar.  Ketika berkunjung ke suku Bajo, bisa juga membeli bedak dingin untuk digunakan di wajah  Cukup efektif untuk melindungi wajah dari sengatan matahari.

Untuk siang hari, gunakan pakaian yang menyerap keringat dan pada malam hari siapkan pakaian yang bisa melindungi tubuh dari angin laut.  Jika sudah punya pakaian diving sendiri, jangan lupa dibawa.  karena mungkin disana agak sulit untuk mencari ukuran baju dan kaki katak yang sesuai dengan kita.  Kaki katak yang paling kecil, masih terlalu besar untuk kaki saya yang berukuran 37.

pemandangan depan kamar, Patuno Resort sejauh mata memandang air dalam goa Kapal yang akan mengantar ke Tomia menjelang senja Lumba-lumba di pagi hari kayak di Phuket yaaa.. sunset cumi-cumi hasil melaut menu serba laut.. air..air..dan air.. Kamar di Patuno Resort airnya beniiing diving Puncak Khayangan Rombongaaannn Foto dengan Suku Bajo Langitnyaaaa

 

 

Winter in Seoul

Kesempatan pergi ke Seoul datang ketika saya tidak sengaja membuka FB salah seorang teman SMP saya..Nani namanya..ternyata Nani sedang menyelesaikan S2-nya di Ewha Woman University, Seoul, karena mendapatkan beasiswa. Langsung saja saya bilang kalo saya mau berkunjung kesana, boleh numpang nginep ga..hehehhe..dan ternyata katanya boleh, asal kesananya pas liburan akhir tahun..ketika teman sekamarnya pulang ke negaranya.

Singkat cerita, akhirnya saya mengurus visa dengan dibantu oleh teman saya yang kerja di travel agent..heheheh deg-degan dan sempet ribet banget karena itu pengalaman pertama saya membuat visa. Ketika visa approved, barulah saya membeli tiket dan membuat itinerary berdasarkan rekomendasi dari internet. Oiya, karena mengurus tiket travel agent, saya bisa minta tolong teman saya untuk menyiapkan bookingan tiket PP dan hotel selama di Seoul. Waktu itu saya khawatir visa saya ga approved, jadi belum berani untuk beli tiket pesawat dll.

Setelah berdiskusi dengan Nani, saya akan berangkat ke Seoul pada tanggal 14 Desember – 24 Desember 2009. Waktu yang pas dengan liburan perkuliahan, sehingga Nani bisa menemani saya jalan-jalan selama disana.

Itinerary :
Berikut ini adalah itinerary saya selama di Seoul :

  • Hari pertama :  Mendarat di Seoul, taruh barang-barang, cari makan di sekitar penginapan, malam ke HanGang River (bisa cobain cruise kalau cuaca memungkinkan)
  • Hari kedua
    City tour : Gyeongbokgung Palace dan sekitarnya
    Makan siang di dekat Kedubes RI di Seoul
    Lanjut city tour
  • Hari ketiga
    Nami Island (lokasi syuting Winter Sonata)
  • Hari keempat
    Belanja dan cari oleh-oleh ke Myeongdong, Namdaemun dan Dongdaemun Market
    Namsan Tower
  • Hari kelima
    Everland
  • Hari keenam
    Olympic Stadium
  • Hari ketujuh
    Korean Folk Village
  • Hari kedelapan
    Night market di sekitar penginapan (Ewha Woman University)

Suasana :
Ketika saya pulang ke Jakarta, banyak yang nanya, “Korea kayak di film-film gitu ga” hehehhe..saya jarang nonton film Korea..jadi kurang tau sama apa ngga..yang jelas, jalan-jalan di Seoul berasa romantiiiisss…mungkin karena waktu itu musim dingin ya..cowo-cowoknya pada pake coat panjang dengan tas tenteng..gaya-gaya, tapi jarang yang cakep..hehhe..

Kalau ada yang kesana pas musim dingin, siap-siap long john dan baju tebal berlapis-lapis. Musim dingin di Seoul bisa sampe minus 18 derajat dengan angin yang cukup kencang menusuk tulang. Ketika salju turun, malah tidak terlalu dingin karena anginnya cenderung ga ada.

Makanan :
Kalau mau jalan-jalan kesana, selain makanannya enak-enak, cobain juga jajanan pinggir jalan yang kayak sate gitu..sama nasi kepalnya..ini makanan favorit saya selama di sana..Nasi kepalnya ada isi dengan macam-macam pilihan..ada tuna pedas, ayam, daging, dll..Waktu itu sih toko nya ada pas di depan Ewha Woman University sebrang pintu masuknya, sebelah kanan..

Makan di Seoul, rata-rata sekitar 5ribu – 10ribu Won..tapi bisa dibagi 2 karena porsinya banyak..belum lagi makanan pembukanya juga macam-macam dan air putih sepuasnya, gratiiisss…saya pernah bungkus makanan pembuka karena ada ubi madu gitu..enak deh..dan lumayan buat makan pagi..hehhe

Belanja :
Jalan-jalan di pertokoan di Seoul, berasa pingin ngerubah isi lemari..hehhe..pakaian dan pernak pernik yang dijual lucu-lucu dengan warna-warna khas Korea. Harga yang ditawarkan pun relatif lebih murah dibandingkan di Jakarta. Pokoknya yang gila belanja dan fashion, belanja ke Seoul deh.

Untuk yang suka make up, Seoul juga tempat yang sangat menjanjikan. Beberapa brand terkenal, dijual murah disini, dengan kemasan dan warna yang lebih menarik. F*ce Shop misalnya, banyak ditemuin di toko-toko pinggir jalan yang produknya disesuaikan dengan musim saat itu.

Begitulah kesan saya mengenai Seoul. Saya yang tadinya ga terlalu sering nonton dan ga terlalu suka sama apapun berbau Korea, jadi bisa ngerti kenapa banyak banget yang tergila-gila dan pingin banget ke sana ☺

Suasana di Nami Island Nami Island Foto-foto Winter Sonata Pintu masuk Nami Island Ski buatan di Korean Folk Village Nasi kepal andalan Rute bis Blitz Megaplex-nya Korea Air-nya jadi es Olympic Park Menu makan siang Menu makan siang lagi Namsan Tower Kuil di Myeongbokgung Palace Myeongbokgung Palace Kamar di Ewha Woman University Incheon Airport

Mimpi

Ternyata, keinginan saya untuk jalan-jalan itu sudah mulai tumbuh sejak saya SD..Beberapa waktu yang lalu, kakak saya menemukan surat yang saya tulis untuk dia ketika saya masih SD. Jujur aja, saya sudah lupa dengan surat itu..Dengan bahasa Inggris yang sangat ngaco, saya membuat sebuah puisi yang isinya “kalau saya sudah besar, saya ingin keliling dunia..ke New York..ke Jepang..ke Paris..dan saya akan ajak keluarga saya untuk jalan-jalan sama saya”

Pas baca puisi itu, saya hampir menangis..bukan apa-apa..saya ga pernah menyangka bahwa apa yang saya tulis di situ hampir seluruhnya sudah jadi kenyataan..Dua negara yang saya tulis di situ, sudah pernah saya datangi..siapa yang menyangka? Ketika menulis puisi itu, bahkan ke Jakarta pun saya belum pernah..

Mulai saat itu, saya ga pernah takut untuk punya mimpi. Yuk bermimpi setinggi mungkin, biar hidup kita jadi lebih hidup..kalo ngambil kutipan dari Alchemist mah katanya “it’s the possibility of having a dream come true that makes life interesting” ☺