Guilin – Kota Dengan Pemandangan Paling Indah di Kaki Langit

Ya, begitu menurut orang-orang yang pernah datang ke Guilin, kota yang terletak sektar 478 km ke arah barat laut Guangzhou.  Cara yang paling banyak dilakukan oleh traveler yang ingin ke Guilin adalah dengan terbang ke Guangzhou, dan dilanjutkan dengan bis atau kereta menuju Guilin.

Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 11 jam, kami tiba di Guilin pukul 6.15 pagi dalam kondisi hujan dan dingiiiiinnn banget.  Kami langsung mencari tempat makan di sekitar stasiun dan mencoba mie Guilin yang terkenal enak itu.  Ternyata beneran enak! Mie beras dengan kuah yang dikasih beberapa iris (saking tipisnya) daging sapi.  Cocok buat udara dingin pagi itu.  Oiya, kata adik saya sih sambelnya enak juga, tapi waktu itu saya ga cobain karena saya lagi rentan diare.  Hehehe..  Mie Guilin ini dijual dengan harga 5 yuan per mangkok.

mie Guilin, enak!

Sambil makan mie, saya berusaha untuk browsing hotel yang direkomendasikan di Guilin, dan pilihan pun jatuh ke Guilin Sapphire Hotel.  Saya pun mencoba menelepon kesana untuk menanyakan apakah bisa check in pagi itu juga.  Tapi ternyata, ketika saya menelepon dan baru bilang “Halo, good morning”, eh sudah dijawab resepsionisnya dengan “sorry, no English here” errrrhhh..baiklah..

Bapak saya pun menyarankan untuk langsung aja kesana dengan menggunakan taksi.  Kami pun mencari taksi dan sempet celingukan karena semua taksi yang parkir di stasiun ga ada sopirnya.  Kirain kayak di Jakarta gituuu, sopirnya tidur di dalem. Hihihi, ternyata ngga.  Lagi celingukan, ada seorang Bapak separuh baya yang menghampiri dan mempersilakan kami untuk naik ke taksinya.  Kamipun naik dan ngobrol-ngobrol, dia menawarkan untuk mengantar kami seharian seharga 50 Yuan. Iya, 50 Yuan itu kira-kira kalo dirupiahin sekitar 100ribu rupiah ya..sempet ga percaya, tapi bener 50 Yuan. Hehehe..Hari itu, kami diajak ke tempat-tempat wisata yang ada di Guilin, termasuk ke Elephant Trunk Hill yang terkenal itu.  Tempat wisata di Guilin kebanyakan adalah gua-gua dari pegunungan kapur yang di dalamnya terbentuk stalaktit dan diberi lampu bewarna-warni untuk menambah keindahan gua tsb.  Konon katanya di sini adalah tempat syuting film Soon Go Kong lho.

gua stalaktit di Guilin gua khas Guilin 2014-02-25 11.54.17 2014-02-25 13.50.33 Elephant Trunk Hill

Hari kedua, merupakan hari yang saya tunggu-tunggu karena hari itu kami akan berkeliling Li River menggunakan kapal.  Konon katanya, pemandangan indah di kaki langit itu ada di sepanjang perjalanan ini.  Begini nih :

pelayaran dimulai :D 2014-02-26 08.48.39 2014-02-26 09.23.34 penjual buah nawarin jualannya ke kapal 2014-02-26 10.02.18

Hehehe bikin speechless yaaa..suasana Li River yang dikelilingi tebing, udara yang dingin, dan kapal-kapal yang bergerak pelan semakin membuat saya terlena.  Selama perjalanan menyusuri sungai ini, pemandangan di sekelilingnya merupakan salah satu pemandangan paling indah yang pernah saya lihat. Perjalanan kapal ini menyusuri Sungai Li memakan waktu sekitar 5 jam.  Disediakan makan siang juga, meskipun lauknya sangat sederhana, tapi kita bisa membeli tambahan lauk di restoran kapal tsb.  Saya sih lebih nyaman bawa bekal sendiri karena menu di kapal pake huruf Mandarin, jadi takut salah pesen X))

Kapal yang membawa kami mengarungi Sungai Li berhenti di Kota Yangsuo, kota yang menurut saya lebih tourist friendly dibandingkan dengan Guilin, karena banyak toko, hotel, dan tempat makan yang menuliskan huruf latin, bukan huruf Mandarin.  Suasana kota Yangshuo ini seperti Puncak, dingin dan banyak perbukitan yang bisa ditemui di dalam kota.  Kalau punya waktu banyak, boleh dicoba menginap 1 atau 2 malam di kota ini.

Suasana kota Yangshuo :

2014-02-26 13.06.40 2014-02-26 13.11.27

Di kota ini kami diajak mengunjungi beberapa tempat wisata, seperti Big Banyan Tree Park dan Gua Naga.

2014-02-26 14.35.53 Big Banyan Tree masuk ke Gua Naga 2014-02-26 15.21.05 2014-02-26 15.48.00

Hari ketiga di Guilin, kami mengunjungi Gunung Yao atau Yaoshan.  Di sini, kita akan dibawa ke atas Gunung Yao menggunakan kereta gantung terbuka dan melihat pemandangan kota Guilin dari atas.  Spektakuler!  Turunnya, kita boleh pilih, mau naik kereta gantung lagi, atau meluncur menggunakan papan seperti kalo kita di Sentosa Island Singapore itu lho.  Saya waktu itu? Memilih naik kereta gantung aja deh, secara saya “penggila” naik kereta gantung :p

medan kalo turun meluncur kereta ganung di atas, meluncur di bawah kereta gantungnya

Walaupun waktu itu pemandangannya agak tertutup kabut, tapi pemandangan indah kota Guilin tetap bisa dinikmati sepanjang perjalanan.  Kalau kesini, jangan lupa membawa jaket agak tebal yaaa karena cuaca saat naik kereta gantung cukup dingin.

sayangnya tertutup kabut Guilin dari atas

Setelah puas mengunjungi Gunung Yao dan berkeliling di atasnya, kami bergegas ke stasiun kereta untuk membeli tiket kembali ke Guangzhou.  Sayangnya waktu itu tiket keretanya habis karena hanya ada satu jadwal kereta dari Guilin ke Guangzhou.  Kami pun memutuskan untuk kembali ke Guangzhou naik sleeper bus.  Sleeper bus di China ternyata hanya terdiri dari satu tempat tidur, atas bawah, tiga deret.  Beberapa tempat tidur dilengkapi TV di hadapannya, sudah seperti di pesawat deh..hihihihi..

Begini penampakan bisnya :

suasana di dalam bis

Sekitar jam 2 pagi, saya terbangun karena pingin pipis banget.  Saya baru menyadari bahwa bis saya itu lagi berhenti di pinggir jalan seperi jalan tol bersama bis-bis yang lain.  Saya lihat sekeliling, kok ga ada tanda-tanda ada toilet.  Sayapun memutuskan untuk membangunkan adik saya dan berjaga selagi saya ke toilet, karena saya takut ditinggal.  Turun bis, aroma toilet umum sudah kecium.  Sayapun mengurungkan niat saya ke toilet dan berencana untuk pipis di rerumputan pinggir tol aja.  Toh gelap.  Saya pun mulai mencari tempat yang rumputnya lumayan tinggi dan agak tertutup dari jalan dan tempat bis-bis (termasuk bis saya) berhenti.  Malam itu, malam yang ga mungkin saya lupain, karena untuk pertama kalinya saya pipis di rumput, di pinggir jalan, dengan view truk dan bis yang lagi kebut di jalan tol.  Hehehehe..

Demikian pengalaman saya jalan-jalan ke Guilin, kota dengan pemandangan indah di kaki langit.  Pengalaman dan pemandangan yang saya lihat waktu itu, gakkan pernah bisa saya lupain 🙂

4 thoughts on “Guilin – Kota Dengan Pemandangan Paling Indah di Kaki Langit”

    1. Halooo,

      waktu itu ke Li River pake tour lokal..tapi kalo yang ke gunung naik kereta gantung itu, ga pake tour, kita naik taksi kesananya 😉

  1. Halo ,mau tanya kalau ikut tur lokal di Gui lin apakah diajak ke toko giok dan obat ? terus tur lokalnya harganya kira kira berapaan ya ? terima kasih

    1. Halo Mba,

      Ngga kok, ga diajak ke toko giok dan obat karena seharian kita di kapal menyusuri Yangshuo River, trus keliling ke kota Guilinnya. Ada batu di bukit yang katanya Presiden Amerika pernah foto dsitu..gitu-gitu.

      Harganya sekitar 500-800 ribu Mba, kalo ga salah inget. Tapi makanan di kapalnya seadanya aja..kita boleh tambah menu dengan biaya masing-masing. Semoga membantu ya Mba..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *