New Delhi (1)

Kami menuju New Delhi dengan menggunakan pesawat Spice Jet lagi..heheheh..soalnya yg waktunya paling pas dan ga pake transit sih..hehehe..untuk harga, relatif hampir sama dengan penerbangan lain..usahakan untuk membeli tiket pesawat dari jauh-jauh hari ya, karena waktu itu, sekitar 1,5 bulan sebelum berangkat, harganya masih di 600ribuan..eh seminggu sebelum berangkat, sudah 1.350 ribuan..uhuks..

Penerbangan dari Goa ke Delhi memakan waktu sekitar 2,5 jam..lagi-lagi kami memanfaatkan waktu ini untuk tiduuurr..karena di Delhi akan lebih banyak tempat yang ingin dikunjungi dengan waktu yang relatif sebentar..

Ketika mendarat di Indhira Gandhi International Airport, auranya sudah terasa beda dibandingkan dengan dua airport yang sudah kami kunjungi sebelumnya..airport yang ini lebih besar dan terasa lebih mewah..ya iyalaaah yaaa, secara airport di ibukota negara..di sini, kami juga sudah memesan fasilitas penjemputan dari hotel tempat kami menginap, The Sunder..fasilitas ini merupakan fasilitas cuma-cuma alias gratis lhooo..

Begitu bertemu dengan sang penjemput, duduklah kami di bangku belakang Suzuki Estilo (sumpah, bukan iklan)..eh setelah diingat-ingat, semua kendaraan yang menjemput kami selama ini pake merk tersebut lho..usut punya usut, ternyata merk tersebut merupakan market leader di India..pantesiiiinnn..Setelah duduk manis, sang supir bilang gini “your airport pick up is free, your parking fee is free..but my tip is not free” errrhhh..okeeiii Pakkk..

Jalanan di New Delhi, terlihat seperti jalanan di kota besar pada umumnya..besar, banyak mobil lalu lalang, dan ada macetnya sekali-kali..hehehe..wah, sudah kebayang sepertinya bakal seru nih disini..setelah menempuh perjalanan kurang dari 1 jam, sampailah kami di hotel kami di daerah Pahar Ganj..hmmm..ternyata hotel kami terletak di lingkungan pasar sayur  yang rameeee bangeeettt..sapi, rickshaw, motor, mobil dan pejalan kaki, semuanya lalu lalang..welcome to New Delhi :p

Setelah check in dan istirahat sejenak, kami pun berencana untuk makan malam sekalian ke New Delhi Railway Station untuk membeli tiket ke Agra besok paginya..kami turun ke lantai dasar dan duduk sebentar di depan meja resepsionis untuk sekedar numpang wifi..maklum, katanya wifi di kamar sedang mengalami gangguan..lagi duduk dan bbm-an ngabarin keluarga di Indonesia, eh resepsionis bilang ada telepon buat saya..saya pun mengambil telp yg disodorkan sambil bingung dan mikir, siapa ya..

Ternyata yang menelepon adalah orang yang mengaku “manager” hotel dan ingin bertemu dengan kami untuk menawarkan tour ke Agra..saya pun dengan tegas menolak, karena kami sudah berencana untuk ke Agra menggunakan kereta..dia bilang, gpp menggunakan kereta, dia akan membantu untuk membelikan tiketnya..hmmm..saya yg merasa ada keanehan, tetep menolak tawaran tsb..saya bilang, kami buru2..jadi ga bisa nunggu dia untuk datang ke hotel..dia nanya saya mau kemana..saya bilang mau makan..dan dia kekeuh bilang, dia akan datang dalam waktu 5 menit, dan menurut dia, hotel tsb juga ada restaurant di rooftop nya..sayapun kekeuh nolak, saya bilang, kami sudah punya rencana mau makan dimana, dan maaf kami ga bisa nunggu dia untuk dateng ke hotel, meskipun cuma 5 menit..

Setelah saya mengembalikan telepon tsb ke resepsionis, saya dan Kiki pun bergegas keluar hotel dan berjalan tak tentu arah *halah..akhirnya kamipun menyetop sebuah rickshaw dan minta untuk diantarkan ke railway station..sayangnya, si bapak rickshaw ternyata kurang mengerti, sehingga kami diantar ke metro station..gpp deh..di perjalanan tadi nemu bule cakep banget soalnya..hehe..

Kami pun kembali menggunakan rickshaw menuju Railway Station..perjalanan menuju kesana, melewati daerah Old Market..daerah pertokoan yang ramai turis dan penginapan murah..lain kali kalo ke Delhi lagi, menginap di daerah ini aja deh..saya dan Kiki pun bertekad untuk mampir liat-liat ke pertokoan ini setelah membeli tiket ke Agra..

Sesampainya di New Delhi Railway Station (NDLS), kami didekati oleh seorang laki-laki yang bilang kalo loket untuk turis, belinya bukan disitu..tapi di sebuah tempat yang bisa dijangkau dengan menggunakan auto rickshaw..saya memang pernah baca, kalo kita mau beli tiket kereta, maka kita bisa menggunakan loket khusus untuk turis..tapi saya lupa, loket itu ada dimana..jadilah kami menuruti perkataan laki-laki tersebut..kami naik auto rickshaw..dan diantarkan ke tempat yang sudah disebutkan tadi..hmmm..pas nyampe..”ini sih travel agent”..mulai merasa ada yang ga beres..

Kami disambut oleh seorang bapak yang cerita kalo dia sudah pernah ke banyak tempat di Indonesia..bahkan dia juga menunjukkan nomer HP temannya yg ada di Bali..trus, dia bertanya ke kami, apa rencana kami selama di Delhi..kami bilang, kami ingin beli tiket ke Agra untuk besok pagi..katanya, “ok dicariin dulu tiket keretanya” dan diapun meninggalkan kami..lima menit kemudian, bapak tsb kembali lagi dan bilang kalau kami ada di waiting list urutan ke 79 dan 80..yaaahhh..kamipun kecewa..karena besok adalah satu-satunya waktu yang kami punya untuk berangkat ke Agra..

Melihat wajah kami yang kecewa, si bapak memberikan alternatif..katanya, kami bisa menggunakan mini bus berkapasitas 6 orang..namun harga yang kami bayar adalah 95 USD per orang..sudah termasuk tiket Taj Mahal..doeeenggg..mana punya duit sebanyak itu..kamipun berpikir keras..saya yang sudah merasa ada yang ga beres, akhirnya menelepon teman di Jakarta dan bertanya untuk memastikan apakah memang begitu atau bener itu hanya tipuan agar kami memakai jasa si travel agent..setelah pasti bahwa itu hanyalah trik, kami meninggalkan si bapak tersebut hanya dengan bilang “sorry”..hehehhe..biarin deh dia ngerti ga tuh sorry kenapa :p

Kami berjalan tergesa-gesa kembali ke NDLS..setelah masuk gerbang, kami langsung menuju lokasi yang menjauhi keramaian..akhirnya, kamipun melihat tanda “International Berau Tourist Information” yang bewarna biru, nun jauh disana..hiyaahhh..tadi ga liat karena kami langsung didatangin oleh laki-laki yang seperti ingin menawarkan bantuan..padahal tulisannya cukup besar..

Alhamdulillah..ketika masuk ke kantor tersebut (ternyata bukan seperti loket), kami masih punya waktu sekitar 8 menit sebelum tutup..fiuuuhhh..prosesnya hanya memakan waktu 5 menit..pertama, kita diharuskan untuk mengisi form pemesanan, lalu duduk, dan menunggu sampai ada loket yang kosong..tanpa mengambil nomer antrian..lima menit kemudian, 2 tiket ke Agra untuk besok pagi sudah di tangan..harga per tiketnya hanya sekitar 30 ribu PP untuk kelas dua..gile, masi inget tawaran si travel agent, 95 USD..menurut loooo..

Tiket sudah di tangan, saatnya jalan-jalan di Old Market..sempet dapet dress lucu hanya dengan 40 ribu rupiah saja..ihiiiyy..kesel dan misuh2 karena hampir ketipu si travel agent tadi, lenyaplah sudah :p

Tujuan berikutnya adalah cari makaann..sambil cari tempat makan itulah kami ketemu dengan tukang hena yang cukup ramai..wiihh asik juga nih kayaknya..setelah milih warna, kami pun duduk untuk mulai dilukis kakinya..saya memilih warna merah, yang katanya cuma bertahan dua hari..pas kan, 2 hari lagi udah pulang ke Indonesia dan mulai kerja lagi..tukang-tukang hena yang jumlahnya lumayan banyak itu semuanya ramah-ramah..tanya-tanya nama kami siapa..umur berapa..dan berapa lama di Delhi serta ngapain aja..pokoknya ramah deh..

Pas bayar..jedaaaakk..kami diminta untuk bayar 5000 rupee atau hampir 1 juta rupiah per orang..kaget lah kami..karena di buku yang sebelumnya ditunjukin, harganya per inch “hanya” 15 rupee untuk warna merah..saya pun protes..katanya, “we use the best color we have..so its different price” eehhh ngamuklah saya..saya kan ga minta untuk warna paling bagus..ini aja justru pilih merah karena biar cepet ilang kok, buat lucu-lucuan aja..dia pun kekeuh..katanya, ini sekitar 50 inchi..jadi dikali 140 rupee (karena warna terbaik), jadi total 7000 rupee, didiskon jadi 5000 rupee..saya pun ga kalah ngotot..dengan menggunakan pelajaran matematika SD, saya kekeuh hena di kaki kami itu ga sampe 50 inch..karena berarti kan 100 cm lebih..setelah ngotot panjang lebar, saya pun sadar kalo tukang2 hena yang tadi ramah-ramah itu udah bubar semua..tinggal 1 orang yang tetep ngadepin saya, ngakunya sih dia yang punya..akhirnya, kami bisa membayar dengan seluruh uang yang kami punya..1000 rupee berdua..hfffftttt..

Setelah malam yang isinya misuh-misuh melulu ini, sepertinya kami berhak untuk dapet makan malem enak deh..pergilah kami ke daerah Connaught Place dan minta diturunin di Mc D..hahahaha..iya, karena takut ambil resiko dengan makan di restaurant yang belum tentu enak, kami lebih memilih Mc D dan nongkrong di Cafe Coffee Day..kedai kopi yang cukup happening di India..

Ok, baru sampe Delhi dan sudah misuh-misuh 3 kali..sepertinya Delhi tidak semenyenangkan dan se-friendly yang kami kira nih ya..hehehe..setelah makan malam, kami menuju penginapan karena besok pagi kami akan ke Agra menggunakan kereta pukul 7 pagi dari Nizammudin Railway Station..

Cerita sedikit tentang kereta ke Agra ini ya..sebenarnya, kereta ini ada yang berangkat dai NDLS dan ada yang berangkat dari Nizammudin..yang dari NDLS akan berangkat pukul 06.15 dan akan kembali dari Agra sekitar pukul 6 sore..sementara dari Nizammudin, berangkat pukul 07.30 dan akan kembali dari Agra sekitar pukul 8 malam..

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *