Hari ketiga di Belitung, saya berkunjung ke Pantai Tanjung Tinggi atau yang dikenal juga sebagai Pantai Laskar Pelangi. Tadinya saya berencana untuk menghabiskan wkatu setengah hari saja di sini dan setengah harinya saya ingin melihat rumah adat Belitung dan Rumah Tuan Kuase, yaitu rumah tua peninggalan Belanda yang terletak di kota Tanjung Pandan. Ternyata, rencana tinggal rencana..heheh..saya betaaahhh di Pantai Tanjung Tinggi ini. Gimana ngga, saya nemu spot yang enak banget buat kerja..nih, kerja di tempat kayak gini, bikin kreatifitas menjadi tidak berbatas 🙂


Setengah hari saya habiskan dengan menulis dan menyelesaikan beberapa pekerjaan. Dan percaya ga, kerjaan yang selama berminggu-minggu ga kelar-kelar, di sini saya cuma butuh waktu setengah hari buat nyelesaiin. hehehe..lokasi menentukan prestasi *alasan* Selesai kerja, karena cuacanya mendung dan sepertinya akan turun hujan, saya mengajak driver saya untuk mencari makan siang. Kebetulan waktunya juga sudah pas. Saya diajak ke rumah makan yang menjual seafood yang ternyata adalah masih berhubungan keluarga dengan driver saya. Saya memesan ikan bakar (yang ternyata gede banget), sayur kangkung, dan es kelapa muda. Makan berdua di sini menghabiskan uang Rp 97.000,- dan ikannya masih sisa banyak banget yang akhirnya saya bungkus untuk makan malam.
Selesai makan, karena cuaca yang tidak terlalu panas habis hujan, saya memutuskan untuk berenang. Sebagai informasi, pantai-pantai di Belitung ini ga ada ombaknya. Jadi kita seperti berenang di kolam renang gedeeee banget gitu. Asik kan? Begini nih :


Trus, karena makin sore suasana makin ramai, saya pun berjalan-jalan keliling pantai. Dan nemu tempat sepiii yang enak banget buat berenang lagi. Seperti punya pantai pribadiiii.



Sebenernya saya masih betah duduk-duduk di sini..tapi sayangnya driver saya sudah sms dan bilang kalo mau ngejer sunset, kita harus berangkat sekarang. Saya pun beranjak dari tempat leye-leye saya dan menghampiri mobil untuk diantar ke Bukit Berahu, mengejar sunset.
Bukit Berahu ini ternyata merupakan sebuah penginapan dengan konsep bungalow yang semuanya menghadap ke laut. Cukup nyaman sepertinya, sayang lokasinya terlalu jauh ke dalam dan sepi. Tamu dari luar bisa masuk dan menikmati laut yang ada di depan penginapan. Waktu saya ke sana, sudah ada beberapa orang yang siap dengan spot masing-masing untuk mengabadikan sunset.


Demikian cerita hari terakhir saya di Belitung. Berikut ini saya berikan rekapan biaya yang besar-besar selama di Belitung yaaa..Harga ini updated September 2013 kemarin.
Hotel (1 kamar berdua) = Rp 200.000 semalam, termasuk breakfast
Sewa mobil = Rp 350.000 per hari termasuk sopir, belum termasuk bensin, bisa untuk 6 orang
Sewa perahu = Rp 400.000 per hari, bisa untuk 10 orang
Semoga membantu 🙂