Skip to toolbar

Ho Chi Minh, kota dengan biaya hidup termurah yang pernah saya datengin.  Mungkin karena kursnya yang “hanya” setengah dari mata uang kita? hehe, iya, misalnya kita bawa uang sejuta rupiah, trus pas dituker sama Vietnam Dong dapetnya dua juta.  wihiiiy.  berasa jutawaaan.

Daerah backpacker di Ho Chi Minh terletak di daerah Bui Vien, dekat dengan Ben Than Market.  Di sini, banyak tersebar cafe, tempat makan, agen perjalanan dan hostel dengan tarif mulai dari 80ribu – 200ribu per malam.  Kalo lagi mati gaya malem-malem bingung di hostel mau ngapain, cukup jalan-jalan di sekitar situ, udah ok banget.  Di sini juga terdapat taman yang sering dipakai untuk latihan olahraga seperti sepak takraw gitu.  Tapi harus ati-ati kalo mau liat-liat di sepanjang taman ini, karena banyak yang pacaran dan suka melakukan “hal-hal aneh di tempat umum” hehehe.

Ada pengalaman menarik ketika saya dan teman-teman mendarat di bandara.  Kami dijemput oleh petugas dari hostel yang mengabarkan bahwa hostel yang kami booked, sudah tidak available lagi. Jadi kami akan dipindah ke hostel lain.  Errrhh.. waktu itu ga terima sih, karena kalo misalnya memang sudah tidak available, kenapa kami ga diinfo sebelumnya.  Padahal kami sudah confirm beberapa kali, baik itu tentang kamar maupun tentang penjemputan.  truuuss, ketika kami diantar ke hostel yang baru, wah makin ga terima deh.  Karena kondisi kamarnya sangat jauh dari hostel tempat seharusnya kami menginap.  Jadi kami bersikeras untuk tetap dapet kamar di hostel yang sudah kami pesan.  Setelah ribut dan kekeuh, akhirnya kami dipindah ke hostel lain yang kami pilih tapi hanya semalam.  Malam berikutnya, kami pindah lagi ke hostel yang kami pesan.  hffffttt..

kamar hostelfasilitas di kamarkamar mandi

Untung aja kejadian malam itu cukup terbayar ketika kami nongkrong di cafe Allezboo.  haha *gampangan*  Cafe ini terletak di pinggir jalan, pas di belokan, jadi bisa sambil ngeliat orang lalu lalang.  Dan harga makanan dan minumannya, untuk sebuah cafe bisa dibilang muraaah.  Cukup mengeluarkan uang sekitar 50ribu untuk satu gelas minuman dan makanan.  Di Jakarta ga dapet kan tuh :p

Allez Boo"view" dari AllezBoo :p
Puas melepas penat *halah*, kami pun kembali ke penginapan karena besok pagi-pagi mau ikut tour ke Mekong River.  Paket tour yang ditawarkan di Ho Chi Minh bisa dipilih di hostel tempat menginap.  Biasanya disitu sudah tersedia paket tour kemana saja lengkap dengan harga dan durasinya.  Waktu itu, saya dan teman-teman mengambil paket tour ke Chu Chi Tunnel dan Mekong River.

Mekong River

Di tour ini, kita akan diajak untuk menyusuri Mekong River dengan menggunakan perahu kecil berkapasitas 4 orang tidak termasuk 2 orang yang mengendalikan perahu.  Sepanjang sungai, kita akan melihat banyak pohon-pohon seperti pohon sagu di kiri kanan dan rumah-rumah penduduk.  Selesai menyusuri sungai, kita diajak untuk melihat pengolahan makanan dari kelapa.  saya dan temen-temen sih cukup nyobain testernya aja. lumayaaann.  Kita juga diajak untuk melihat penangkaran lebah madu dan minum hasilnya yang dicampur dalam teh.  Di tour ini juga disediakan makan siang, tapi buat yang muslim harus bertanya dulu sebelum menyantap ya, karena waktu itu menunya tidak halal.  Untung saya dan teman-teman selalu bawa abon kemana-mana.  Jadi masi bisa makan dan ga kelaperan deh.

buah di Ho Chi Minh, seger2 bangetcemilan kelapa

Tour Mekong Riverperahu untuk menyusuri Sungai Mekong

DSC03921 teh dengan madu hasil penangkaran

Chu Chi Tunnel

Hari berikutnya, kami mengambil paket tour Chu Chi Tunnel dengan durasi sekitar 6 jam.  Chu Chi Tunnel merupakan tempat bersejarah ketika Vietnam mengalami perang.  Konon katanya, tentara-tentara dan penduduk Vietnam mengungsi di dalam terowongan ini lho untuk melindungi diri.  Saya sampe merinding ketika menonton video mengenai sejarah Vietnam yang diputar setelah kita masuk.  Lebih merinding lagi pas liat jenis-jenis senjata yang digunakan.  Wah, ga bisa dibayangkan deh perang dulu itu kayak gimana.

salah satu jebakan jebakan salah satu senjata

Chu Chi Tunnel salah satu lubang di Chu Chi Tunnel"pintu" keluar Chu Chi Tunnelpengunjung mencoba masuk ke tunnel

Saya sempet masuk ke terowongan di Chu Chi Tunnel ini, dalemnya pengap, sempit dan gelap.  ga kebayang ya tentara-tentara dan pengungsi Vietnam sempet tinggal disitu dalam waktu yang cukup lama.

Pada waktu yang ditentukan, kami kembali naik bis dan diantar kembali ke penginapan dan melanjutkan aktifitas dengan berbelanja di Ben Thanh Market, dekat dengan penginapan.  Barang-barang yang dijual sangat lengkap, mulai dari iket pinggang, baju, syal, sendal, sampe hiasan dinding dan piring2 makan, semua ada.  Harga barang yang ditawarkan tidak terlalu murah, namun kalo kita kekeuh nawar dan cukup nekad, dapetnya jadi muraaaahhh banget.

suasana menuju Ben Thanh Ben Thanh Market

Itu cerita saya tentang Ho Chi Minh, semoga bisa nambah semangat buat yang mau kesana ya 😀

You might also enjoy:

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *