Bulan Mei lalu, saya kembali berkesempatan mengulang apa yang telah saya lakukan taun lalu.. Jalan-jalan ke Kamboja, Vietnam, dan Bangkok. Tapi kali ini saya ga sendirian dan rute nya pun kebalik. Jadi saya terbang ke Bangkok dulu, trus lanjut lewat darat ke Siem Reap ngeteng naik bis, lanjut naik bis malem ke Phnom Penh, jalan-jalan bentar, dan lanjut lagi ke Ho Chi Minh lalu balik ke Jakarta dengan menginap semalam di bandara KLIA.
Walaupun kota-kotanya mengulang, tapi ternyata kita akan selalu menemukan sesuatu yang baru di setiap perjalanan yang kita lakukan *tsaaaahh. Perjalanan kali ini lebih tepat disebut berpetualang. Gimana ngga, perjalanan ke tiga negara tersebut kami lakukan hanya dengan waktu seminggu dengan budget kurang dari 8 juta rupiah berdua, sudah termasuk tiket pesawat.
Kali ini saya mau menceritakan hal-hal baru buat saya, yang belum pernah saya lakukan di perjalanan sebelumnya ya.
1. Bangkok – pertama kali mendarat di Don Mueang Airport
Pertama kalinya saya mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok. Bandaranya sih ga sebesar Suvarnabhumi ya, tapi lebih deket ke pusat kota. Kami menuju terminal Mo Chit dengan menggunakan bis nomer 510. Tidak sulit untuk menemukan bis ini, karena tempat pemberhentiannya tepat setelah pintu keluar bandara. Ihiiiiyy. Oiya, karena sebelumnya kami mendapat informasi bahwa ongkosnya 30 baht, maka kami pun mulai rempong jajan ini itu di bandara biar dapet kembalian uang kecil. Ternyataaa..penumpang lain dengan santainya membayar ongkos bis dengan selembar 1000-an baht aja dong..dan kondektur dengan santai memberikan kembaliannya..hiyaaahhh *kunyahjajanandibandara*.
Dari Mo Chit, kami melanjutkan perjalanan ke hotel dengan menggunakan BTS ke Saphan Taksin. Hotel kami, Bangkok City Hotel, terletak sekitar 5 menit berjalan kaki dari BTS tersebut. Merupakan hotel baru dengan lokasi strategis karena dekat dengan pusat perbelanjaan. Kamarnya bersiiihh, luaaasss, dengan harga sekitar 400ribu per malam. Sayangnya saya lupa foto kamarnya seperti apa..huhuhuhuhu..
2. Bangkok – Siem Reap ngeteng naik bis
Kali ini, saya mencoba ngeteng naik bis dari Bangkok ke Siem Reap. Begini rutenya : dari terminal Mo Chit ke Aranyaprathet (perbatasan Bangkok), naik bis jam 3 pagi, dilanjutkan dengan bis ke Siem Reap. Katanya sih begini lebih cepet dibandingkan naik bis langsung dari Bangkok ke Siem Reap yang memakan waktu 12 jam.
Perjalanan lancar sampai di Aranyapratet. Kami langsung menuju imigrasi yang tampak masih sepi dan tanpa antrian. Berbeda sekali dengan ketika saya pertama kali kesini, antri imigrasinya memakan waktu hampir 2 jam. Setelah paspor dicap keluar, kami berjalan kaki ke Poi Pet, border negara Cambodia. Di sini pun tidak ada halangan yang berarti, sampai kami keluar imigrasi. Tidak jauh dari pintu keluar imigrasi, terdapat bis dengan tulisan free shuttle bus. Tadinya kami ragu-ragu untuk naik ke bis tersebut, apalagi ada beberapa orang mencurigakan yg terkesan memaksa kami untuk naik. Setelah menunggu beberapa lama dan melihat ada dua orang turis yang juga naik ke bis tsb, maka kami pun ikut naik, dan bis pun berangkat. Teman saya yang curiga bahwa ini penipuan, meminta saya browsing tentang bis ini dan kami menemukan banyak sekali informasi. Katanya, nanti kami akan dibawa ke travel agent yang mematok harga tiket jauh lebih mahal dibanding semestinya dan seolah-olah kami tidak ada pilihan lain. Ya iyalah, karena ternyata letak travel agent tsb jauuuuhhh dari mana-mana di tempat yang terpencil. hadeuuuhhh..
Kami pun kekeuh ga mau pake bis atau taksi dari travel agent tsb dan mau balik lagi aja ke border tempat tadi. Kami pun keluar sambil bingung naik apa. Kalo kamu pernah nonton film yang pemerannya berdiri di pinggir jalan ngacungin jempol mau nebeng sama mobil lewat, nah waktu itu saya udah mikir gitu tuh. Secara ga ada bis lewat sama sekaliii..huhuhu.. di tengah kebingungan dan panas matahari, salah satu supir taksi dari travel agent tadi mengikuti sambil tetep nawarin untuk pake dia ke Siem Reap. Tawar menawar pun terjadi. dan akhirnya kami berhasil naik dengan biaya yang ga beda jauh dengan harga resmi. fiuuuhh..
Saking stressnya, jadi ga sempet foto-foto..hehehehe..
3. Siem Reap – pertama kali liat sunrise
Tahun lalu, saya ga sempet menyaksikan sunrise di Angkor Wat karena ga sempet. Tapi kali ini, berhasil dooong. Tanpa mandi dan sarapan, kami sudah berada di tuk tuk yang akan mengantar kami melihat sunrise. Ternyata udah banyak banget turis yang juga menuju kesana, padahal hari masih gelap. Walaupun mataharinya ga bulet karena ketutup awan, tapi bayangan candi yang memantul di danau bawahnya itu tetep menyejukkan mata. Begini nih penampakannya :
Setelah menyaksikan sunrise, kami pun beranjak kembali ke hotel untuk sarapan, tidur sejenak dan kembali lagi untuk mulai keliling temple lain di Angkor Wat.
4. Bis malam dari Siem Reap ke Phnom Penh
Pertama kalinya naik bis malem, hihihi. Naik kereta malem sih sering, tapi kayaknya kalo naik bis malem butuh keberanian khusus deh. Kami memilih naik bis malam di perjalanan dari Siem Reap ke Phnom Penh dengan alasan menghemat waktu dan biaya menginap. Tiket bis sudah kami beli di travel agent di sekitar Pub Street dengah harga 9USD. Pas masuk ke bis, jeeeng jeeengg..begini penampakannya :
Kalo kamu berencana naik bis malem, lebih enak pilih yang di bagian atas. Kalo di bagian bawah sepertinya pengap dan kebayang kan kalo lg enak-enak tidur eh ada kaki ngegantung di atas kita. hehehe.. oiya, bis kami sempet mogok pulak sekitar 2 jam di daerah sepi gitu..huhuhuhu..
5. Ho Chi Minh – city tour jalan kaki
Beberapa kali mengunjungi Ho Chi Minh, baru kemarin saya tau kalo ternyata jalan-jalan di kota bisa dilakukan dengan berjalan kaki karena tempat wisatanya terletak berdekatan. Bahkan, di Lonely Planet yang kami baca di hostel tempat kami menginap, ada satu lembar peta rute perjalanan city tour yang bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Rute awalnya mulai dari Pham Ngu Lao Street (kawasan backpacker di Ho Chi Minh), dan kebetulan merupakan tempat kami menginap. Estimasi lamanya perjalanan ini sekitar 6 jam, tergantung seberapa cepet kamu jalan dan seberapa sering istirahat..heheheheh.
Tempat wisata yang ada di rute ini (yang saya ingat), antara lain adalah : War Museum, Reunification Palace, Notredamme Cathedral, Post Office (sebrang Cathedral), dan Ben Thanh Market. Di jalan pulang ke hotel, kami melewati mall gede banget yang baguuuss banget bangunannya. Tapi saya lupa nama mall nya apa.
Oiya, salah satu yang saya inget di perjalanan ini banyak banget nemu tukang jualan enak-enak. Ada tukang rujak jambu air yang jambunya itu manis dan banyak banget airnya, sampe tukang jualan kopi Vietnam yang kalo di Jakarta harga segelasnya bisa 20ribuan. Di sana, harga segelas es kopi Vietnam yang seger banget itu cuma 10ribu VND atau 5ribu rupiah sajah *mabuk2ankopi*
Truuus, saya baru tau juga kalo ternyata terminal bis yang menuju bandara Tan Son Nhat letaknya deket banget sama daerah Pham Ngu Lao. Tepatnya di sebrang Ben Thanh market. Selama ini, kalo ke Ho Chi Minh ya dari/ke bandaranya naik taksi. Kali ini saya coba naik bis. Ongkosnya? 5ribu VND atau 2500 rupiah saja. hhahhahaha..gile ih puas rasanya. Bis nya pun ok, ber AC dan berenti tepat di pintu keberangkatan bandara. ihiiiiyy!!
6. Menginap di bandara KLIA
Nginep di bandara sih udah lumayan sering. Tapi kayaknya ini yang paling enak..hehehe..di tiap pojok bandara KLIA lantai 2, memang disediakan kursi-kursi yang bisa digunakan untuk tidur. Wiiihhh asik bangeett..waktu itu saya bener-bener tidur pules kayak tidur di kamar hotel. Ternyata, bandara ini termasuk ke dalam 10 bandara paling asik buat dijadikan tempat menginap. hihihi..
Begitu cerita petualangan saya. hehehe..bener-bener berkesan karena bisa banyaaak hal-hal baru yg saya alamin walopun perjalanannya termasuk mengulang. Semoga bisa ikut merasakan excitement yg saya rasain ketika melakukan perjalanan ini yaaa..
ciwi……….ceritanya bikin envy….
semoga solo trip gw ntar akhir November lancar dan bisa nemu yang asyik2 lagi di sana….
wish me luck yaaaa…..
Evvyyyy..hihihihi..iyaaa, semoga lancar dan menyenangkan yaa perjalanannya nanti. ditunggu cerita-ceritanya yaaa..