Hari kedua di siem Reap. Rencananya hari ini saya mau ke floating village yang letaknya sekitar 1 jam perjalanan dari tempat saya menginap. Abang tuktuk sudah siap mengantar saya jam 9 pagi, dan dengan perbekalan air minum yang lebih banyak dari kemarin, berangkatlah saya membelah asap di kota Siem Reap *ciyeeh*.
Di perjalanan, kami melewati perkebunan lotus yang baguuusss banget. Abang tuktuk menawarkan untuk berhenti sebentar dan mengambil foto di tempat tersebut, langsung deh saya setuju. Ternyata, biji bunga lotus ini bisa dimakan lho dan rasanya kayak edamame cuma agak bergetah dikit. hehehe. tapi saya ga berani makan banyak-banyak karena waktu itu belum makan nasi (maklum, perut Indonesia).
Setelah puas berfoto, kami pun melanjutkan perjalanan. Abang tuktuk mengingatkan bahwa nanti petugas perahu akan mengajak saya ke sekolah untuk anak-anak tidak mampu dan menawarkan untuk memberikan sumbangan. Kalo kita setuju, kita akan dibawa ke toko sembako yang harganya mahaaall banget. Jadi, kalo nanti ditawarin, lebih baik menolak aja. Baiklaaahhh.
Tiba di tempat tujuan, saya membeli tiket dan langsung menuju perahu yang akan membawa saya menyusuri sungai. Saya sendiriaaan di perahu ituuu, ditemani dua orang yang mengemudikan. Di perjalanan itu saya sih ga terlalu excited ya, karena hampir mirip dengan yang pernah saya ikuti di Ho Chi Minh. Saya diajak ke tempat penangkaran buaya, trus ada toko-toko souvenir gitu, dan beneeerr, diajak untuk memberikan bantuan ke sebuah sekolah gitu. Untung aja saya udah diberi info sebelumnya, jadi saya siap.. siap menolak. hehehe..
Selesai dari floating village (jauh lebih bagus yang di Wakatobi), saya minta diantar ke penginapan untuk makan siang dan belanja oleh-oleh di pasar dekat situ.
Selesai berbelanja oleh-oleh, saya memutuskan untuk kembali ke penginapan dan packiing. Besok pagi-pagi saya harus berangkat ke Bangkok 🙂