Baru pulang dari Raja Ampat niiihhh, wihiiiyy!! seminggu yang gakkan pernah saya lupain seumur hidup saya. Bisa ngeliat laut yang begitu jernihnya, pasir yang begitu putih dan lembutnya, bawah laut yang begitu indahnya, dan orang-orang baik yang bikin saya pingin jadi manusia yang lebih baik lagi. Alhamdulillah 🙂
Kali ini, saya gakkan cerita banyak tentang pengalaman saya ke Raja Ampat, tapi mau cerita tentang informasi yang perlu diketahui kalo mau ke sana. Misalnya caranya bagaimana, penginapannya dimana, dan tempat-tempat yang dikunjungi apa aja. Ayo yang mau jalan-jalan kesana, silakan disimak yaaaa..
Cara ke Raja Ampat
Cara termudah untuk ke Raja Ampat adalah dengan naik penerbangan menuju Sorong, dari Jakarta atau Makassar. Harga tiket PP Jakarta – Sorong bervariasi tergantung bulan keberangkatan. Supaya lebih murah, coba cara ngeteng deh..bisa Jakarta – Makassar dulu, trus lanjut dengan Makassar – Sorong. Kalau punya waktu banyak, bisa jalan-jalan dulu sekalian di Makassar.
Tiba di Sorong, naik taksi (angkot) menuju Pelabuhan Rakyat dengan tarif 1 angkot sekitar 100-150ribu untuk 6-8 orang. Dari Pelabuhan Rakyat dilanjutkan dengan kapal ferry menuju Waisai dengan tarif 100ribu, dan waktu tempuh 2 jam perjalanan. Waktu keberangkatan kapal dati Sorong ke Waisai ini setiap hari ada 2 jadwal perjalanan, pagi jam 9.00 dan siang jam 14.00. Biasanya sih, sampai Sorong pagi hari, trus langsung ke pelabuhan dan naik kapal yang jam 9.00.
Ternyata perjalanan ke Raja Ampat ini ga sesulit dan selama yang saya bayangkan lho. Penerbangan dari Jakarta ke Makassar sekitar 2 jam, Makassar – Sorong 1 jam 45 menit, dan kapal ferry 2 jam. Yaaaa, hampir sama dengan kalo saya mudik ke Lampung deh..heheheh..Kapalnya juga nyaman, sepi dan ga bikin pusing. Tapi kalo kamu termasuk yang gampang mabuk laut, siap-siap obat yaaaa..


Penginapan
- Kordiris Homestay
Terus terang, milih penginapan di Raja Ampat adalah bagian tersulit dalam menyusun rencana perjalanan ini. Saya orangnya sih ga terlalu pemilih, yang penting bersih dan bisa buat tidur. Tapi karena harus ninggalin kerjaan cukup lama, saya harus milih-milih yang penginapannya bisa menjangkau sinyal HP. Hahahaks..Selain itu, karena kita mau nginep di homestay (untuk menghemat biaya), dan kebanyakan homestay tidak dilengkapi dengan kamar mandi di dalam kamar, jadi saya juga pilih-pilih yang kelihatannya kamar mandinya bersih dan tidak “menyeramkan” kalau malam-malam saya harus ke toilet.
Setelah browsing sana sini, membanding-bandingkan foto, dan menimbang-nimbang biaya penjemputan dari pelabuhan Waisai juga, akhirnya kami memilih menginap di Kordiris Homestay. Salah satu nilai plus yang akhirnya meyakinkan kami memilih homestay ini adalah karena homestay ini berada di pulau yang ada cekungan pantainya, jadi bisa banget tuh leye-leye di pasir, berasa di pulau pribadi. Hehehe..begini nih viewnya :






Harga per malam di homestay ini adalah 300ribu per orang untuk kamar di darat, dan 350ribu per orang untuk kamar di atas air, sudah termasuk makan 3x sehari dan teh kopi sepuasnya.

Dan ternyata pilihan penginapan kami ini ga salah. Pemilik homestay ini, Pak Korneles, dan keluarganya benar-benar menjadikan liburan kami “beyond our expectation”. Makanannya enak, suasananya enak, dan apa yang kami minta selalu berusaha dipenuhi. Misalnya, waktu itu kami mau coba makan papeda, langsung deh Pak Kornelis ke kampung sebelah untuk beli sagu dan malamnya dibikinin, uenak! Trus pernah juga setelah kami makan malam, ternyata hasil pancingan hari itu lumayan banyak, jadi kami makan lagi, pesta ikan asap sambil mandangin bintang. Asik kaaann. Alhasil, dari yang tadinya kami cuma mau menginap 3 malam, jadi nambah 4 malam. hihihihi


Untuk reservasi homestay Kordiris, bisa menghubungi Pak Kornelis di nomer 081248569412. Karena masalah sinyal, kalau nomer tsb susah untuk dihubungi, coba di SMS karena nantinya Pak Kornelis akan balik menghubungi kita. Kordiris juga melayani penjemputan dari pelabuhan Waisai ke penginapan dengan biaya 500 ribu per kapal (bisa untuk 5-8 orang).
- Waiwo Dive Resort
Hari terakhir di Raja Ampat, kami pindah penginapan ke Waiwo Dive Resort yang letaknya hanya sekitar 20 menit dari pelabuhan Waisai. Tujuannya adalah agar ketika pulang besok paginya, kami tidak terlalu terburu-buru, karena sudah dekat dengan pelabuhan.



Kamar di Waiwo Dive Resort (WDR) ini hampir sama dengan kamar-kamar hotel di Jakarta. Ada AC dan air panas, serta listrik yang menyala lebih lama. Harga per orang per malam adalah 600ribu, sudah termasuk makan 3x sehari dan teh kopi juga sepuasnya. Satu hal yang bisa menjadi pertimbangan, di sini kamarnya berbau obat semprot nyamuk karena memang di Raja Ampat banyak nyamuk malaria, dan sekitar resort banyak pohon, jadi sepertinya memang harus disemprot setiap hari.
Begini kondisi kamarnya :


Untuk reservasi kamar di Waiwo Dive Resort, bisa menghubungi 0853.44515133.
Itu dua penginapan berbeda jenis yang saya coba, bisa dipilih sesuai dengan budget dan keinginan selama di sana yaaa..
Itinerary
Untuk para divers, Raja Ampat merupakan surga dalam arti sesungguhnya. Gimana ngga, banyak spot-spot diving keren yang bisa dicoba bergantian setiap hari dengan pemandangan bawah laut yang bikin takjub. Begini contohnya :

Kayak nyemplung di aquarium yaaaa..
Tapi kalo kamu bukan diver, jangan khawatiiirrr. Snorkeling di Raja Ampat ga beda jauh dengan diving karena spotnya sama. Iyaaaa, snorkelingnya bener-bener di laut lepas. Bedanya yaaaa cuma diving di bawah, snorkeling di atas aja gitu. Di sini banyak ikan warna warni yang mungkin belum pernah kita lihat dimanapun. Saya sedikit membandingkan ya, pemandangan waktu saya snorkeling di Raja Ampat, dengan diving di kedalaman 15m di Wakatobi, hampir sama. Ketemu penyu jugaaaa, ketemu barracuda juga, dan bahkan saya sempet lihat ikan dugong dan manta juga lho. Asik kan?
Nah, kalo kamu bukan diver dan ga suka snorkeling juga, trus ngapain dong? Banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan di sini. Bisa leye-leye sambil baca buku di depan penginapan dengan view yang luar biasa keren (kalo mau leye-leye aja dan punya budget lebih, coba menginap di Papua Paradise Eco Resort deh), atau bisa juga tour ke pulau-pulau lain sambil berburu foto dan bird watching. Dijamin, alam dan pemandangannya ajiiiib, berasa kayak lagi di NatGeo Wild. Hehehe..
Berikut adalah tempat-tempat yang wajib dikunjungi selama di Raja Ampat :
- Teluk Kabui atau Little Wayag, pemandangan di perjalanannya ajiiibbb. Karena jauh dan perjalanannya bisa seharian (termasuk berhenti di spot-spot snorkeling), usahakan membawa bekal makan siang dari tempat menginap, jadi bisa makan siang di perjalanan menuju kesana.
View sepanjang perjalanan ke Teluk Kabui View kayak gini, khas Raja Ampat yaaa.. Takjub dengan view sepanjang perjalanan ke Teluk Kabui Bekal makan siang dari homestay - Manta Point, diving atau snorkeling. Ini tempat keren bangeett, spot snorkelingnya ok dan kalo beruntung bisa ketemu Manta yang lagi naik karena airnya pasang.
- Desa Arborek, diving atau snorkeling. Ini juga keren banget, airnya beniiingg dan ikannya banyak. Bahkan kita bisa ngeliat lion fish hanya dari kapal kita aja.
Desa Arborek dengan airnya yang jerniiihh Sempet lihat pelangi jugaa sambil snorkeling :’) Airnya jernih banget, sampe bisa lihat ikan-ikannya dari atas darmaga. Ini ada lion fish. Desa Arborek, bersiihh.. - Jetty, snorkeling. Di sini ikannya banyak, besar-besar, warna-warni, dan ga takut sama kitaaaa, jadi kadang kita berenang bareng gitu dikerubutin ikan-ikan. Hihihi
- Pasir Timbul. Ini gundukan pasir yang timbul sehingga menyerupai pulau gtu karena air lautnya sedang surut. Pasirnya putiiiihhh, lembuuutt, dan air di sekelilingnya beniiing. Cocok untuk yang mau berenang-renang aja.
Merapat ke Pasir Timbul Gaya wajib kalo foto di Pasir Timbul. Kayaknya kalo liat brosur, gayanya gini semuaaaa.. - Pianemo, ini juga kayak Wayag dengan panorama yang baguuus banget dari atas. Sayangnya perjalanan ke sini agak jauh, sehingga sewa kapalnya pun relatif mahal.
What to Bring?
Berikut ini adalah barang-barang yang menurut saya wajib dibawa atau dipersiapkan sebelum berangkat ke Raja Ampat :
Bawa :
- Sunblock dengan SPF tinggi, karena matahari disana nyengat banget, dan sebagian besar kegiatan kita naik boat yang ga ada pelindungnya
- Topi
- Kaca mata hitam
- Handuk, karena kebanyakan homestay tidak menyediakan
- Baju menyerap keringat
- Baju renang dan peralatan snorkeling (termasuk fin), jika ingin snorkeling. Homestay biasanya menyewakan, tapi akan lebih nyaman jika kita bawa peralatan sendiri.
- Uang cash secukupnya, agar tidak perlu mencari-cari ATM yang jarang ada.
- Makanan kecil dan obat-obatan ringan
- Lampu tembak buat yang ga bisa tidur gelap-gelapan, karena listrik umumnya mati dari jam 23.00 sampai siang harinya.
- Power bank untuk persiapan kalo listrik mati dan batere HP habis
Persiapan
Minum pil kina atau obat anti malaria sebelum berangkat kesana untuk mencegah terjangkitnya penyakit tsb. Karena ternyata penyakit malaria bisa terjadi melalui gigitan nyamuk, dan bisa juga melalui udara.
Perkiraan Biaya
Perjalanan saya di atas berdurasi 6 hari 5 malam, 4 malam menginap di Kordiris Homestay, dan 1 malam menginap di Waiwo Dive Resort. Total biaya perjalanan kurang lebih sekitar Rp 9juta per orang dengan jumlah peserta perjalanan 5 orang (sewa kapal selalu dibagi lima). Hayooo, kata siapa pergi ke luar negeri lebih murah dibandingin pergi ke Raja Ampat? 😀
Sekarang, saya mau update bucket list saya dulu yaaa..
Pergi ke Raja Ampat : CHECKED! :”) kamu kapan? yuk nabung!

NB :
Kalo kamu dan teman-teman kamu berencana ke Raja Ampat dan perlu bantuan untuk nyusun itinerary, booking tiket pesawat, penginapan, dan tour selama disana, bisa hubungi koperkuning@gmail.com yaaa..Kami akan usahakan memberi harga terbaik dengan pengalaman yang gakkan terlupakan *tsaaahh.
Waktu terbaik untuk ke Raja Ampat adalah bulan Oktober – April, karena di bulan itu anginnya udah lebih enak. Bahkan katanya di bulan April, kita bisa melihat manta yang sedang main-main ke atas lho, karena airnya sedang pasang dan jumlahnya lagi banyak-banyaknya.
Keren tulisannya ciwiii 🙂
Btw, waktu itu ciwi naik pesawat apa? Dan harga per dive di waiwo berapa wii?
Naik Garuda Miir..waktu itu ga nanya di Waiwo Mir..tp rata2 harganya 650ribu per dive..
Keren tulisannya ciwiii 🙂
Btw, waktu itu ciwi naik pesawat apa? Dan harga per dive di waiwo berapa wii?
Keren tulisannya ciwiii 🙂
Btw, waktu itu ciwi naik pesawat apa? Dan harga per dive di waiwo berapa wii?