Skip to toolbar

Tanggal 23 Februari yang lalu, saya berkesempatan ke Guangzhou dan Guilin dalam rangka mengajak Bapak dan adik saya jalan-jalan.  Waktu itu, saya memilih cara termurah dengan menggunakan transportasi yang sambung menyambung dari Hongkong.  Jadi waktu itu rutenya begini : Jakarta – Hongkong (pesawat), Hongkong – Guangzhou (menggunakan kereta, 2 jam 15 menit), menginap 1 malam di Guangzhou dan melanjutkan perjalanan Guangzhou – Guilin (menggunakan kereta malam, 11 jam).  Kebetulan saya mendapat promo untuk tiket Jakarta – Hongkong buy 1 get 1 dari salah satu maskapai penerbangan.  Lumayan hemaaaattnyaaa..

Pesawat kami tiba di Hongkong tanggal 24 Februari 2014 pukul 6 pagi waktu Hongkong.  Kami langsung membeli tiket fast train dari bandara menuju stasiun Kowloon untuk melanjutkan perjalanan ke Guangzhou naik kereta.  Loket penjualan tiket bisa dengan mudah ditemukan setelah keluar dari mesin pemeriksaan tiket, belok kiri.  Kami memilih kereta yang jam keberangkatannya paling cepat dari waktu kami membeli tiket agar tidak berlama-lama menungu di stasiun.  Sebelum naik kereta, kita diharuskan untuk melewati pemeriksaan bagasi melalui ban berjalan (sperti di bandara) dan pemeriksaan paspor di loket imigrasi.

Begini penampakan keretanya, bersih, nyaman, dapet minum, ada majalah, dan paling penting ada colokan 😀

suasana dalam kereta cemilannya lucu-lucu dan enaakk

Di Guangzhou, kami menginap di Guangzhou Jianguo Hotel yang dekat sekali dengan Guangzhou East Railway Station, tempat kereta dari Hongkong dan Shenzhen datang/berangkat.  Adapun tempat-tempat wisata yang kami datangi di Guangzhou antara lain adalah :

  • Pearl River, ini sungai panjang yang melewati kota Guangzhou.  Di pinggir-pinggirnya ada jalan setapak yang biasa digunakan untuk lari atau main sepeda.  Bisa juga ikut cruise yang loket pembelian tiketnya bisa dijumpai di beberapa titik di pinggir sungai tsb.

Pearl River waktu malam Pearl River siang

  • Beijing Road, ini surga bagi para pecinta belanja.  Sepanjang jalan toko-toko, stall makanan, dan tidak dilalui mobil. Kalo malem lebih rameeee.

Beijing Road - malam Beijing Road - siang

  • Akademi militer China, tempat pelatihan dan asrama militer China.  Di sini banyak dijual barang-barang bertema tentara, seperti kaos, topi, tas, dan ada juga minatur senjata seperti pistol, pisau, senapan, dll.

perjalanan ke akademi militer asrama militer

  • Baiyunshan, ini daerah pegunungan gitu, ngeliat kota Guangzhou dari atas.  Karena letaknya di pegunungan dan udaranya pun sangat segar, jadi banyaaakk banget orang-orang yang sudah berumur berjalan kaki dan berolahraga di sini.  Saya? Ke atasnya naik mobil kayak mobil golf gitu, trus turunnya naik cable car. Hihihihihi, jadi malu sama orang-orang tua yang semangat jalan kaki padahal jalannya menanjak.

Guangzhou dari atas Kereta gantung di Baiyunshan olahraga dan menari di Baiyunshan pintu masuk dan keluar terminal cable car

  • Tempat terakhir yang saya datengin, saya ga tau namanya karena ditulis pakai huruf China dan guide yang menerangkan pun ber-Bahasa Mandarin.  Tempat ini seperti Taman Mini yang di dalemnya ada bangunan-bangunan kecil berisi informasi mengenai kota-kota lain, seperti Hongkong, Macau, dll.  Banyak jajanan dan ada beberapa pertunjukan yang bisa ditonton lho.

patung para kaisar di tiap dinasti China 2014-02-24 12.06.33 sandiwara boneka, sayangnya pakai Bahasa Mandarin :(

 

Malam kedua, kami melanjutkan perjalan menuju Guilin naik kereta dari Stasiun Pusat Guangzhou.  Ketika sampai stasiun, waaahh ruame banget! Semua loketnya antri panjang, jalur masuk pemeriksaan bagasinya antri panjang, dan lapangan di depan stasiun pun rame orang yang lagi menunggu.  Ga heran, kereta merupakan salah satu alternatif paling nyaman untuk pergi dari satu kota ke kota lain di China.  Hihihihi, ini penjualan tiketnya bisa berapa juta yuan per hari yaaa..rame banget dan semua harus bayar cash.

Meskipun kami sempet lemes karena lihat antrian pemeriksaan tiket dan bagasinya panjang banget, ternyata karena semua orang antri dengan tertib, lamanya waktu antrian pun hanya 10 menit.  Kami langsung menuju ruang tunggu dengan mencocokkan nomer kereta yang ada di tiket dan di papan yang tertera di masing-masing ruang tunggu.  Dua puluh menit sebelum keberangkatan, penumpang dipersilakan masuk ke kereta.  Cukup mudah mencari gerbong dan tempat tidur kami karena waktu itu kereta tidak terlalu penuh dan ada penjaga yang berdiri di setiap gerbong memeriksan tiket.

Kami membeli tiket soft sleeper dan begini penampakannya : ga kalah dengan hotel kan 😀

soft sleeper bag, 1 ruangan ada 4 tempat tidur lorong kereta di depan kamar, bisa buat duduk-duduk juga

Perjalanan di kereta selama 11 jam ternyata ga berasa sama sekali karena puleeesss tidur..hihihi.. bangun karena dibangunin sama petugas yang ngasitau kalo 15 menit lagi kami akan tiba di tujuan. Wiiihiiiy, excited! Sebentar lagu bakal ngeliat pemandangan paling indah di kaki langit.  Cerita tentang Guilin akan ditulis di bagian lain blog ini yaaa..

 

You might also enjoy:

6 Comments

    1. Buuuuu..hahahhahaha Bu Rini mampir jugaaa nih kesini..aku maluuuu..hahahahah..
      makasiii ya Buuu udah baca-baca..hihihi beneran nih, maluuuu 😀

Leave a Reply to irna Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *