Category Archives: Asia Timur

Discover Japan

Mungkin buat sebagian besar orang, Jepang menjadi urutan teratas di daftar “negara yang paling ingin dikunjungi” hehehe..iya ga sih?  buat saya, meskipun bukan di urutan teratas, tapi Jepang termasuk dalam daftar negara yang harus dikunjungi saat saya masih muda..ciyeehhh..kenapa? sederhana..karena kayaknya baju-baju bergaya Harajuku gitu cocoknya dipake kalo pas masi muda aja..hehehehe..

Rencana awalnya, saya berangkat ke Tokyo bersama kakak dan dua keponakan saya..Proses pembelian tiket dilakukan ketika Air Asia baru membuka rute dari KL ke Haneda (Tokyo), dengan harga yang didapat pada waktu itu adalah 900ribu PP..Namun sayangnya, tiga bulan sebelum keberangkatan, Jepang dilanda Tsunami dahsyat dan ada peringatan untuk menghindari daerah-daerah tertentu..Atas dasar itulah maka kakak dan kedua keponakan saya memutuskan untuk batal berangkat..ihiks..saya yang menganut paham “mungkin kesempatan ga dateng dua kali” mulai melancarkan aksi minta ijin untuk diperbolehkan tetap berangkat meskipun sendirian..Alhamdulillah ijin didapat, dan mulailah saya mengurus visa + browsing sana sini untuk menyusun itinerary..

Setelah mengumpulkan data-data..akhirnya saya memutuskan untuk mengambil rute 2 malam di Tokyo – 1 malam di Hakone – 2 malam di Kyoto – dan 1 malam di Tokyo lagi..Oiya, untuk menghemat waktu dan merasakan pengalamannya, saya menggunakan Shinkansen untuk perjalanan antar kota tersebut..Ternyata, untuk turis yang akan berkunjung ke Jepang, disediakan kartu Japan Rail Pass yang bisa digunakan untuk sarana transportasi yang ada di bawah layanan JR Line (Shinkansen salah satunya)..Nah, JR Pass ini tersedia sesuai dengan jangka waktu yang kita inginkan..Contohnya saya waktu itu..saya berangkat ke Jepang dari tanggal 23 – 30 Juni 2011..jadi saya beli JR Pass yang berlaku selama 7 hari dengan biaya sekitar 3.2 juta..Selama 7 hari tersebut, saya bebas naik turun Shinkansen dan kereta JR Line lainnya..tinggal tunjukkin aja kartu JR Pass-nya..enak kan..Jangan lupa, JR Pass ini hanya bisa dibeli di luar Jepang dengan menunjukkan paspor yang sudah tertempel visa Jepang-nya..setelah itu kita akan diberikan tanda terima, yang harus ditukar dengan kartu JR Pass setibanya di Jepang (ada list tempat penukarannya)..

Berikut ini adalah itinerary saya selama di Jepang :

Tokyo

Selama di Tokyo, saya menginap di Asakusa Hostel..harga per malamnya 5800 Yen untuk 1 orang dengan kamar mandi di dalam..Letaknya sangat strategis, dekat dengan stasiun, tempat wisata Asakusa Temple, banyak jajanan dan kalo bosen bisa jalan-jalan ke sebrangnya ada sungai..

Tempat yang saya kunjungi selama di Tokyo :

  1. Akihabara : pusat jualan elektronik..waktu itu Ipad baru keluar di Indonesia, disana udah banyak banget jual secondnya..hehehhe
  2. Harajuku : pusat mode di Tokyo..coba dateng kesini hari Sabtu-Minggu, lebih rame anak-anak muda Jepang dengan gaya eksentrik..tinggal duduk di café pinggir jalan, trus perhatiin orang lalu lalang..puaaasss..
  3. Ginza : pusat pertokoan, kebanyakan barang-barang ber-merk..Kalo ada waktu dan budget lebih, bisa coba nonton Kabuki (pementasan teater Jepang)..saya waktu itu coba nonton dan sukses ketiduran di dalem..hehehe..harga tiket bermacam-macam, waktu itu saya dapet yang harganya 5000 Yen..
  4. Asakusa Temple
  5. Shibuya : ini juga tempat belanja gitu..pas keluar stasiun, ada patung Hachiko, anjing legendaris yang kisahnya sempet di-film-kan..

Setelah merasa puas berkeliling-keliling di Tokyo, saya melanjutkan perjalanan saya ke Hakone..Tas besar saya taruh di loker yang ada di Stasiun Tokyo (di semua stasiun besar di Jepang terdapat loker untuk menitipkan barang bawaan)..sehingga saya hanya membawa pakaian secukupnya untuk di Hakone dan Kyoto..

Hakone

Hakone merupakan kota berudara sejuk yang bisa dtempuh dengan waktu sejam dari Tokyo, menggunakan Shinkansen..Mirip-mirip Puncak dengan udara yang lebih segar dan pemandangan yang sangat indah..Tak heran, dalam perjalanan menuju kesana, satu gerbong kereta saya isinya orang-orang yang sudah berumur..Ketika sampai, langsung deh saya ngerti..udaranya cocok banget untuk kesehatan..sejuuuukk dan tidak terasa adanya polusi..

Di sini saya menginap di Hotel Hakone Suimesou Annex, dengan harga per malam 7245 Yen..Letak hotelnya tidak terlalu jauh dari stasiun Hakone Yamoto, bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 5 menit..Di hotel ini, kita bebas untuk berendam di onsen yang terletak di lantai paling atas..Sebenarnya, kalo misalnya kamu termasuk yang cuek-cuek aja, bisa mencoba onsen di udara terbuka yang banyak tersebar di Hakone..sayangnya saya termasuk yang masih malu kalo harus telanjang bulat di udara terbuka..hehehhe, jadi cobain yang ada di hotel aja deh..itu juga nunggu sepiiii banget..jadi cuma saya sendirian :p

Karena Hakone merupakan kota kecil, jadi sehari keliling-keliling rasanya sudah cukup..Untuk melihat semua tempat wisata di Hakone, bisa dengan menggunakan Hakone Daily Pass yang bisa dibeli di Stasiun Hakone Yumoto..dengan kartu itu, kita diajak berkeliling dengan menggunakan bis, kereta, cruise di Lake Ashi, dan kereta gantung..kita bisa pilih rutenya mau naik bis dulu atau kereta dulu..yang pasti, rutenya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga kita pasti nyobain semua..Untuk cruise di Lake Ashi, kalau beruntung kita bisa melihat puncaknya Mt. Fuji dari kejauhan..konon katanya, kalo bisa melihat, Insya Allah ke depannya hidup kita akan diberkahi dengan keberuntungan..toko-toko kebanyakan hanya buka hingga jam 5 sore..sehingga kalo mau beli makan malem, bungkus dari sore hari..dan bawa pulang ke hotel..hehehe..

Kyoto

Dari Hakone, saya melanjutkan perjalanan  saya ke Kyoto, dengan menggunakan Shinkansen lagi..perjalanan kali ini cukup lama, sekitar 3.5 jam perjalanan..ketika tiket saya diperiksa, petugas mengatakan bahwa saya salah naik kereta..ternyata kereta yang saya naikin ini adalah kereta jenis super cepat yang hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu..jadi saya harus turun di stasiun berikutnya dan naik kereta yang benar, yaitu kereta yang ada di belakang kereta yang saya naiki ini..

Di Kyoto, saya menginap di Yamashiroya Ryokan, penginapan bergaya tradisonal ala Jepang, dengan harga 5500 Yen per malam..Dari Stasiun Kyoto, hanya berjalan kaki selama 5 menit dan sampai deh di penginapan tersebut..

Berikut ini adalah itinerary saya selama di Kyoto :

  1. Kiyomizu-dera Temple
  2. Ginkaku-ji Temple
  3. Gion : pusat perbelanjaan di Kyoto..banyak café dan pub juga, kalau beruntung bisa melihat geisha asli
  4. Arashimaya Bamboo Grove

Untuk sarana transportasi selama di Kyoto, bisa dengan menggunakan bis atau kereta..Petunjuknya cukup jelas walaupun tidak semua terdapat tulisan latinnya..

Hindari menggunakan taksi jika ingin bepergian..biaya taksi di Jepang sangat mahal..sebagai contoh, saya menggunakan taksi dari Bandara Haneda ke Asakusa karena memdarat larut malam sehingga kereta sudah tidak beroperasi..biaya yang harus saya bayar waktu itu sekitar 5200 Yen atau Rp 500 ribu..nyesek memang..tapi itung2 pengalaman deh, naik taksi yang pintunya membuka sendiri..hehehhe..Kalo kamu mendarat larut malam, lebih baik menginap di bandara, karena Bandara Haneda sangat nyaman untuk dijadikan tempat bermalam sementara.

Arashimaya Bamboo Grove Udoooonn.. Sungai di daerah Gion, Kyoto Kamar di Kyoto, tempat tidurnya masi dilipet.. Kereta gantung di Hakone Siap menyusuri Lake Ashi Onseeennnn Sungai di belakang penginapan Hakone Kamar di Hakone Hakone - Yumoto Station..lucu yaaa... Tim bersih-bersih Shinkansen, udah siap sebelum keretanya berenti.. Bento di stasiun Shinkansen Petunjuk Shinkansen Ini enak banget..5800 Yen Ada topeng monyet jugaaaa... Gantungan kertas keberuntungan Kertas keberuntungan di Asakusa Temple Teater Kabuki di Ginza Rameeennn Tempat makan di bawah Tokyo Station Sungai di depan Asakusa Hostel IMG-20110624-00012

 

 

Winter in Seoul

Kesempatan pergi ke Seoul datang ketika saya tidak sengaja membuka FB salah seorang teman SMP saya..Nani namanya..ternyata Nani sedang menyelesaikan S2-nya di Ewha Woman University, Seoul, karena mendapatkan beasiswa. Langsung saja saya bilang kalo saya mau berkunjung kesana, boleh numpang nginep ga..hehehhe..dan ternyata katanya boleh, asal kesananya pas liburan akhir tahun..ketika teman sekamarnya pulang ke negaranya.

Singkat cerita, akhirnya saya mengurus visa dengan dibantu oleh teman saya yang kerja di travel agent..heheheh deg-degan dan sempet ribet banget karena itu pengalaman pertama saya membuat visa. Ketika visa approved, barulah saya membeli tiket dan membuat itinerary berdasarkan rekomendasi dari internet. Oiya, karena mengurus tiket travel agent, saya bisa minta tolong teman saya untuk menyiapkan bookingan tiket PP dan hotel selama di Seoul. Waktu itu saya khawatir visa saya ga approved, jadi belum berani untuk beli tiket pesawat dll.

Setelah berdiskusi dengan Nani, saya akan berangkat ke Seoul pada tanggal 14 Desember – 24 Desember 2009. Waktu yang pas dengan liburan perkuliahan, sehingga Nani bisa menemani saya jalan-jalan selama disana.

Itinerary :
Berikut ini adalah itinerary saya selama di Seoul :

  • Hari pertama :  Mendarat di Seoul, taruh barang-barang, cari makan di sekitar penginapan, malam ke HanGang River (bisa cobain cruise kalau cuaca memungkinkan)
  • Hari kedua
    City tour : Gyeongbokgung Palace dan sekitarnya
    Makan siang di dekat Kedubes RI di Seoul
    Lanjut city tour
  • Hari ketiga
    Nami Island (lokasi syuting Winter Sonata)
  • Hari keempat
    Belanja dan cari oleh-oleh ke Myeongdong, Namdaemun dan Dongdaemun Market
    Namsan Tower
  • Hari kelima
    Everland
  • Hari keenam
    Olympic Stadium
  • Hari ketujuh
    Korean Folk Village
  • Hari kedelapan
    Night market di sekitar penginapan (Ewha Woman University)

Suasana :
Ketika saya pulang ke Jakarta, banyak yang nanya, “Korea kayak di film-film gitu ga” hehehhe..saya jarang nonton film Korea..jadi kurang tau sama apa ngga..yang jelas, jalan-jalan di Seoul berasa romantiiiisss…mungkin karena waktu itu musim dingin ya..cowo-cowoknya pada pake coat panjang dengan tas tenteng..gaya-gaya, tapi jarang yang cakep..hehhe..

Kalau ada yang kesana pas musim dingin, siap-siap long john dan baju tebal berlapis-lapis. Musim dingin di Seoul bisa sampe minus 18 derajat dengan angin yang cukup kencang menusuk tulang. Ketika salju turun, malah tidak terlalu dingin karena anginnya cenderung ga ada.

Makanan :
Kalau mau jalan-jalan kesana, selain makanannya enak-enak, cobain juga jajanan pinggir jalan yang kayak sate gitu..sama nasi kepalnya..ini makanan favorit saya selama di sana..Nasi kepalnya ada isi dengan macam-macam pilihan..ada tuna pedas, ayam, daging, dll..Waktu itu sih toko nya ada pas di depan Ewha Woman University sebrang pintu masuknya, sebelah kanan..

Makan di Seoul, rata-rata sekitar 5ribu – 10ribu Won..tapi bisa dibagi 2 karena porsinya banyak..belum lagi makanan pembukanya juga macam-macam dan air putih sepuasnya, gratiiisss…saya pernah bungkus makanan pembuka karena ada ubi madu gitu..enak deh..dan lumayan buat makan pagi..hehhe

Belanja :
Jalan-jalan di pertokoan di Seoul, berasa pingin ngerubah isi lemari..hehhe..pakaian dan pernak pernik yang dijual lucu-lucu dengan warna-warna khas Korea. Harga yang ditawarkan pun relatif lebih murah dibandingkan di Jakarta. Pokoknya yang gila belanja dan fashion, belanja ke Seoul deh.

Untuk yang suka make up, Seoul juga tempat yang sangat menjanjikan. Beberapa brand terkenal, dijual murah disini, dengan kemasan dan warna yang lebih menarik. F*ce Shop misalnya, banyak ditemuin di toko-toko pinggir jalan yang produknya disesuaikan dengan musim saat itu.

Begitulah kesan saya mengenai Seoul. Saya yang tadinya ga terlalu sering nonton dan ga terlalu suka sama apapun berbau Korea, jadi bisa ngerti kenapa banyak banget yang tergila-gila dan pingin banget ke sana ☺

Suasana di Nami Island Nami Island Foto-foto Winter Sonata Pintu masuk Nami Island Ski buatan di Korean Folk Village Nasi kepal andalan Rute bis Blitz Megaplex-nya Korea Air-nya jadi es Olympic Park Menu makan siang Menu makan siang lagi Namsan Tower Kuil di Myeongbokgung Palace Myeongbokgung Palace Kamar di Ewha Woman University Incheon Airport