New Delhi (2)

Hari terakhir di Delhiiii. Hari ini rencananya kami mau keliling-keliling tempat wisata di sini, seperti Qutub Minar, Hummayun Tomb dan Jama Masjid.  Seperti biasaaaa, kami mengandalkan auto rickshaw untuk perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya.  Ternyata, jarak dari tempat menginap kami ke Qutub Minar (pemberhentian pertama), cukup jauh sehingga harga yang diberikan pun cukup mahal, yaitu 250 rupee.  Karena mengejar waktu dan sepertinya lebih efektif, maka kamipun menyetujui harga tersebut.

Qutub Minar

How to Get here by Metro :  Qutub Minar Metro Station on Yellow Line, lanjut menggunakan auto rickshaw for 5 minutes.

 

Jama Masjid

Sayangnya, kami berkunjung kesini pada Jumat siang, sehingga kami tidak bisa masuk ke dalam karena sedang dipakai Sholat Jumat.  Jalanan menuju ke mesjid seperti layaknya jalanan di Mesjid Sunda Kelapa kalo lagi Jumatan, penuh dengan orang jualaaaann.  Jadi kami hanya mengambil foto dari jauh, dan kembali ke rickshaw untuk diantar menuju Hummayun Tomb.  Oiya, di sebrang Jama Masjid ini ada Red Fort, benteng di Delhi, yang merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi.  Jadi tinggal nyebrang jalan, bisa sekalian.

How to get here by metro :  turun di Chawari Bazaar Metro Station, Yellow Line

 

Humayun’s Tomb

How to get here by metro : turun di Khan Market Stn or JLN Stadium Stn on the Violet Line, dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik auto rickshaw ke Humayun’s Tomb.

Kami tidak masuk ke dalam karena harga tiket yang lumayan mahal, yaitu 750 rupee, dan sepertinya terlihat hampir mirip dengan bangunan-bangunan yang ada di Qutub Minar.  Jadi kami cuma mengintip-ngintip dari gerbang dan mengambil beberapa foto.  Perjalanan pun kami lanjutkan menuju daerah Connaught Place untuk membeli oleh-oleh.

 

Janpath Market

Di tengah perjalanan menuju Connaught Place, kami melihat sekumpulan pedagang gelang yang sepertinya menjanjikan.  Kami pun meminta pengemudi rickshaw untuk menurunkan kami disitu.  ihiiiiyy..ketemu juga gelang-gelang India yang bewarna-warni itu.  Setelah puas membeli gelang, kami pun melanjutkan perjalanan ke sepanjang jalan tersebut, yang ternyata masih banyak sekali pedagang pashmina, bed cover, baju, celana, tas, dan kerajinan India lainnya.  Usut punya usut (ciyeeehh..), daerah tersebut dikenal dengan nama Janpath Market, yang merupakan kawasan belanja terkenal di Delhi.  Jadi, kalau mau cari oleh-oleh, kesitu ajaaa..Palu Gada!! trus harganya juga cukup terjangkau, dan kita harus tega menawar.

Puas belanja-belanja, kami bergegas menuju penginapan untuk mengambil barang-barang dan meneruskan perjalanan ke New Delhi Railway Station.  Ya, kami akan berangkat kembali ke Kolkata menggunakan kereta yang berangkat pukul 20.05.  Tiket kereta sudah kami pesan lewat www.cleartrip.com. Selain itu bisa juga menggunakan www.makemytrip.com dan www.irctc.co.in.  Namun, cleartrip lebih tourist friendly karena menerima kertu kredit berjenis visa dan mastercard.

Sedikit catatan untuk pendatang yang akan membeli tiket kereta, prosedurnya cukup membingungkan.  Setelah mendaftar, kita akan dikirimkan Email OTP dan Mobile OTP.  Untuk email OTP, tidak ada masalah, mereka akan langsung mengirimkan melalui email kita.  Namun untuk mobile OTP, karena nomer HP yang kita masukkan pada saat mendaftar adalah nomer HP Indonesia, maka sms mobile OTP tsb. tidak akan kita terima.  Lalu bagaimana caranya?  Kita diharuskan untuk meminta mobile OTP ke care@irctc.co.in dengan melampirkan scan bagian depan pasport dan username yang telah terdaftar.  Biasanya keesokan harinya, pihak irctc akan membalas dengan memberitahukan mobile OTP tersebut dan proses pemesanan tiket pun bisa dilakukan.

Tepat pukul 19.00, kami sudah ada di ruang tunggu New Delhi Railway Station dan bersiap untuk melakukan perjalanan selama 16 jam di kereta menuju Kolkata.  Oiya, di setiap gerbong kereta, akan tertempel kertas yang bertuliskan nama-nama penumpang gerbong tersebut lengkap dengan nomer tempat duduknya.  Jadi jika nama Anda tidak tertulis disitu, maka mungkin Anda seharusnya ada di gerbong lain.  Nomer tempat duduk di kertas ini bisa jadi tidak sesuai dengan nomer tempat duduk di tiket, jadi jangan lupa untuk memeriksa kembali sebelum naik ke gerbong.

Akhirnya, kereta berangkat tepat waktu, dan setelah makan malam disediakan, kami pun siap naik ke tempat tidur dan beristirahat.  Kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk istirahat di kereta, karena sesampainya di Kolkata, kami akan melanjutkan perjalanan pulang ke Kualalumpur, lalu Jakarta.

Selesailah sudah perjalanan ke India kali ini.  Kami pulang dengan keadaan capek dan bokek, tapi puaaasss dan lebih bersykur lagi dalam menjalani hidup *sedaaappp*.  Mudah-mudahan bisa ke sana lagi yaaa..see you India!

 

Agra

Jam 6.15 pagi kami sudah siap menuju Nizammudin Railway Station untuk naik kereta ke Agra..ternyata dari hotel ke NRS cukup jauh, sekitar 1 jam perjalanan..Alhamdulillah karena masih pagi, jadi keadaan lalu lintas di Delhi tidak macet dan udaranya pun masih segar.  Secara kami ke sana pake auto-rickshaw (sejenis bajaj) gitu, jadi lumayan juga debunya kalo siang-siang.

Setelah sampai di NRS, situasinya sudah ramai sekali.  Kami bergegas menuju peron 10, dimana kereta ke Agra berada.  Penampakan keretanya ternyata kayak kereta jaman dulu, trus jendelanya ada besi-besi teralis gitu.  hehehhe..berasa kayak lagi syuting film India yang tembak-tembakan, kayak kereta penjara soalnya.

Kereta datang setengah jam sebelum keberangkatan. Karena kondisi yang ramai, kami pun bergegas untuk mencari gerbong tempat duduk sesuai dengan yang tertera di tiket.  Tidak usah khawatir tidak kebagian tempat duduk, karena walaupun naiknya rebutan, tapi masing-masing ada nomer tempat duduknya kok..Tepat pukul 8.05, kereta pun berangkat menuju Agra.  Kali ini perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 jam.  Lumayan, buat tidur lagiiii..heheh..

Sesampainya di Agra, kami dikerubuti oleh banyaaakkk banget pengemudi auto rickshaw yang menawarkan jasanya untuk mengantar ke tempat-tempat wisata.  Akhirnya, karena bingung juga naik apa dari situ ke Taj Mahal, kami setuju untuk menggunakan salah satu rickshaw dan membayar 500 rupee di loket yang yang ternyata loket resmi jasa rickshaw untuk turis.  Untuk harga tersebut, kami akan diantar ke Taj Mahal, Mini Taj Mahal, Agra Fort, Yamunaa River dan ada 1 lagi tempat wisata, saya lupa namanya.  Tour akan berakhir pukul 6 sore dan kami akan diantar kembali ke stasiun.

Taj Mahal

Menurut informasi, hari itu adalah hari wisata di India, sehingga ada kemungkinan untuk masuk ke Taj Mahal tidak dikenakan biaya.  Tapi ternyataaa kabar itu hanya isu..hehehe..kami tetap diharuskan untuk membeli tiket seharga 750 rupee per orang.  Lagi-lagi, untuk Indian, hanya dikenakan biaya 20 rupee, tapi antriannyaaaa uwoooww..Untuk masuk ke gerbang pun terjadi pemisahan antrian antara Indian dan turis, sehingga kami bisa langsung masuk tanpa perlu mengantri panjang.  Setelah masuk gerbang, ada pemeriksaan tas, dimana makanan, korek api dan barang-barang yang dianggap bisa mengganggu, harus dikeluarkan dari tas dan tidak boleh dibawa masuk.  Daaann, inilah diaa..Taj Mahaal..saya dan Kiki sampe lompat-lompat saking girangnya.  Gimana ngga, bangunan yang tadinya hanya kami lihat di internet atau kartu pos, sekarang berdiri megah di hadapan kami.

Untuk masuk ke dalam Taj Mahal, kita diharuskan untuk memakai shoe cover, yang seharusnya diambil di dekat loket pembelian tiket.  Tapi karena kami tadi terburu-buru dan ga ngeh, maka kamipun tidak punya shoe cover tersebut.  Hmmm..masa udah sampe sini tapi ga masuk sih.  Untungnya, penjaga bilang dia punya shoe cover yang bisa kami pake..Kami pun lega. fiuuuhhh..bisa masuk dong nih..masalah terpecahkaaann.  Eh tapi ntar dulu. Si penjaga ternyata membuka tong sampah di dekat situ, dan mengorek-ngorek tong sampah tersebut, nyari shoe cover untuk kami.  errrrhhhh..kamipun langsung bilang “gimana kalo saya keluar dulu ke loket tadi, ngambil, trus balik lagi kesini” eeehh ternyata si penjaga punya yang baru, tapi kami harus bayar 20 rupee per orang..gpp deeehhh!!

Akhirnya, kamipun masuk ke Taj Mahal.  Oiya, ternyata tanpa shoe cover pun bisa tetep masuk, asalkan kita lepas sendal/sepatu dan ditaro di depan bersama dengan sendal/sepatu ratusan pengunjung lainnya.  Jadi ada resiko tertukar atau pun hilang.  Di dalam, terdapat makam Raja dan istri yang diberi pagar, sehingga kita cuma bisa ngintip dari celahnya.  Harus diingat bahwa kita tidak diperbolehkan mengambil foto.  Karena walopun keliatannya penjaganya ngantuk, mereka tetep tau lho kalo ada yang “bandel” dan nekad ngambil foto.  Makamnya mewaaahhh dan suasanya adeeemmm banget.  Beda sama di luar yang panas terik.

Setelah puas, kami pun pergi ke tujuan berikutnya, Agra Fort.

Dari Agra Fort, kami menuju Little Taj Mahal dan berhenti di Yamuna River dulu untuk mengambil foto.  Di Yamuna River ini lagi banyak kerbau yang berendam dan terlihat dari jauh seperti kutu.  Dan itu ternyata termasuk ke dalam objek wisata. hehehe

Karena panas terik dan sepertinya tempat wisata yang akan kami kunjungi tidak begitu menarik, maka kami memutuskan untuk minta diantar ke Cafe Coffee Day (inget kan, tempat ngopi happening) dan numpang wifi disana..hehehe..

Di tengah perjalanan, pengemudi auto rickshaw kami yang bernama Bablu memberikan sebuah buku yang sudah tampak kusam.  Ternyata itu buku yang berisi tentang testimoni orang-orang yang sudah memakai jasa Bablu untuk tour di Agra.  Banyak lho, satu buku penuh dan isinya positif semua.  Bablu meminta kami untuk membaca dan menulis testimoni di buku baru. huhuhuhu saya dan Kiki sempet terharu pas baca buku itu.  Apalagi setelah apa yang kami alami di Delhi, dimana orang-orangnya seperti mencari kesempatan dalam kesempitan mengambil untung dari para turis.  Bablu ga seperti itu bangeeettt.  Buat yang mau ke Agra dan butuh jasa auto rickshaw, bisa hubungi Bablu di +91 95-48-260799 ya.  Insya Allah gakkan “dikerjain” 🙂

Kami berpisah dengan Bablu di kedai kopi dan menunggu disana sampai jam 5 sore.  Kami sempet mampir juga ke KFC untuk membeli makan malam karena khawatir nanti di Delhi sudah terlalu malam untuk mencari makan.

Selesai sudah petualangan di Agra kali ini.  Jujur buat saya, tournya sendiri kalah berkesan dibandingkan dengan kesan yang ditinggalkan si pengemudi rickshaw, Bablu 🙂

 

 

New Delhi (1)

Kami menuju New Delhi dengan menggunakan pesawat Spice Jet lagi..heheheh..soalnya yg waktunya paling pas dan ga pake transit sih..hehehe..untuk harga, relatif hampir sama dengan penerbangan lain..usahakan untuk membeli tiket pesawat dari jauh-jauh hari ya, karena waktu itu, sekitar 1,5 bulan sebelum berangkat, harganya masih di 600ribuan..eh seminggu sebelum berangkat, sudah 1.350 ribuan..uhuks..

Penerbangan dari Goa ke Delhi memakan waktu sekitar 2,5 jam..lagi-lagi kami memanfaatkan waktu ini untuk tiduuurr..karena di Delhi akan lebih banyak tempat yang ingin dikunjungi dengan waktu yang relatif sebentar..

Ketika mendarat di Indhira Gandhi International Airport, auranya sudah terasa beda dibandingkan dengan dua airport yang sudah kami kunjungi sebelumnya..airport yang ini lebih besar dan terasa lebih mewah..ya iyalaaah yaaa, secara airport di ibukota negara..di sini, kami juga sudah memesan fasilitas penjemputan dari hotel tempat kami menginap, The Sunder..fasilitas ini merupakan fasilitas cuma-cuma alias gratis lhooo..

Begitu bertemu dengan sang penjemput, duduklah kami di bangku belakang Suzuki Estilo (sumpah, bukan iklan)..eh setelah diingat-ingat, semua kendaraan yang menjemput kami selama ini pake merk tersebut lho..usut punya usut, ternyata merk tersebut merupakan market leader di India..pantesiiiinnn..Setelah duduk manis, sang supir bilang gini “your airport pick up is free, your parking fee is free..but my tip is not free” errrhhh..okeeiii Pakkk..

Jalanan di New Delhi, terlihat seperti jalanan di kota besar pada umumnya..besar, banyak mobil lalu lalang, dan ada macetnya sekali-kali..hehehe..wah, sudah kebayang sepertinya bakal seru nih disini..setelah menempuh perjalanan kurang dari 1 jam, sampailah kami di hotel kami di daerah Pahar Ganj..hmmm..ternyata hotel kami terletak di lingkungan pasar sayur  yang rameeee bangeeettt..sapi, rickshaw, motor, mobil dan pejalan kaki, semuanya lalu lalang..welcome to New Delhi :p

Setelah check in dan istirahat sejenak, kami pun berencana untuk makan malam sekalian ke New Delhi Railway Station untuk membeli tiket ke Agra besok paginya..kami turun ke lantai dasar dan duduk sebentar di depan meja resepsionis untuk sekedar numpang wifi..maklum, katanya wifi di kamar sedang mengalami gangguan..lagi duduk dan bbm-an ngabarin keluarga di Indonesia, eh resepsionis bilang ada telepon buat saya..saya pun mengambil telp yg disodorkan sambil bingung dan mikir, siapa ya..

Ternyata yang menelepon adalah orang yang mengaku “manager” hotel dan ingin bertemu dengan kami untuk menawarkan tour ke Agra..saya pun dengan tegas menolak, karena kami sudah berencana untuk ke Agra menggunakan kereta..dia bilang, gpp menggunakan kereta, dia akan membantu untuk membelikan tiketnya..hmmm..saya yg merasa ada keanehan, tetep menolak tawaran tsb..saya bilang, kami buru2..jadi ga bisa nunggu dia untuk datang ke hotel..dia nanya saya mau kemana..saya bilang mau makan..dan dia kekeuh bilang, dia akan datang dalam waktu 5 menit, dan menurut dia, hotel tsb juga ada restaurant di rooftop nya..sayapun kekeuh nolak, saya bilang, kami sudah punya rencana mau makan dimana, dan maaf kami ga bisa nunggu dia untuk dateng ke hotel, meskipun cuma 5 menit..

Setelah saya mengembalikan telepon tsb ke resepsionis, saya dan Kiki pun bergegas keluar hotel dan berjalan tak tentu arah *halah..akhirnya kamipun menyetop sebuah rickshaw dan minta untuk diantarkan ke railway station..sayangnya, si bapak rickshaw ternyata kurang mengerti, sehingga kami diantar ke metro station..gpp deh..di perjalanan tadi nemu bule cakep banget soalnya..hehe..

Kami pun kembali menggunakan rickshaw menuju Railway Station..perjalanan menuju kesana, melewati daerah Old Market..daerah pertokoan yang ramai turis dan penginapan murah..lain kali kalo ke Delhi lagi, menginap di daerah ini aja deh..saya dan Kiki pun bertekad untuk mampir liat-liat ke pertokoan ini setelah membeli tiket ke Agra..

Sesampainya di New Delhi Railway Station (NDLS), kami didekati oleh seorang laki-laki yang bilang kalo loket untuk turis, belinya bukan disitu..tapi di sebuah tempat yang bisa dijangkau dengan menggunakan auto rickshaw..saya memang pernah baca, kalo kita mau beli tiket kereta, maka kita bisa menggunakan loket khusus untuk turis..tapi saya lupa, loket itu ada dimana..jadilah kami menuruti perkataan laki-laki tersebut..kami naik auto rickshaw..dan diantarkan ke tempat yang sudah disebutkan tadi..hmmm..pas nyampe..”ini sih travel agent”..mulai merasa ada yang ga beres..

Kami disambut oleh seorang bapak yang cerita kalo dia sudah pernah ke banyak tempat di Indonesia..bahkan dia juga menunjukkan nomer HP temannya yg ada di Bali..trus, dia bertanya ke kami, apa rencana kami selama di Delhi..kami bilang, kami ingin beli tiket ke Agra untuk besok pagi..katanya, “ok dicariin dulu tiket keretanya” dan diapun meninggalkan kami..lima menit kemudian, bapak tsb kembali lagi dan bilang kalau kami ada di waiting list urutan ke 79 dan 80..yaaahhh..kamipun kecewa..karena besok adalah satu-satunya waktu yang kami punya untuk berangkat ke Agra..

Melihat wajah kami yang kecewa, si bapak memberikan alternatif..katanya, kami bisa menggunakan mini bus berkapasitas 6 orang..namun harga yang kami bayar adalah 95 USD per orang..sudah termasuk tiket Taj Mahal..doeeenggg..mana punya duit sebanyak itu..kamipun berpikir keras..saya yang sudah merasa ada yang ga beres, akhirnya menelepon teman di Jakarta dan bertanya untuk memastikan apakah memang begitu atau bener itu hanya tipuan agar kami memakai jasa si travel agent..setelah pasti bahwa itu hanyalah trik, kami meninggalkan si bapak tersebut hanya dengan bilang “sorry”..hehehhe..biarin deh dia ngerti ga tuh sorry kenapa :p

Kami berjalan tergesa-gesa kembali ke NDLS..setelah masuk gerbang, kami langsung menuju lokasi yang menjauhi keramaian..akhirnya, kamipun melihat tanda “International Berau Tourist Information” yang bewarna biru, nun jauh disana..hiyaahhh..tadi ga liat karena kami langsung didatangin oleh laki-laki yang seperti ingin menawarkan bantuan..padahal tulisannya cukup besar..

Alhamdulillah..ketika masuk ke kantor tersebut (ternyata bukan seperti loket), kami masih punya waktu sekitar 8 menit sebelum tutup..fiuuuhhh..prosesnya hanya memakan waktu 5 menit..pertama, kita diharuskan untuk mengisi form pemesanan, lalu duduk, dan menunggu sampai ada loket yang kosong..tanpa mengambil nomer antrian..lima menit kemudian, 2 tiket ke Agra untuk besok pagi sudah di tangan..harga per tiketnya hanya sekitar 30 ribu PP untuk kelas dua..gile, masi inget tawaran si travel agent, 95 USD..menurut loooo..

Tiket sudah di tangan, saatnya jalan-jalan di Old Market..sempet dapet dress lucu hanya dengan 40 ribu rupiah saja..ihiiiyy..kesel dan misuh2 karena hampir ketipu si travel agent tadi, lenyaplah sudah :p

Tujuan berikutnya adalah cari makaann..sambil cari tempat makan itulah kami ketemu dengan tukang hena yang cukup ramai..wiihh asik juga nih kayaknya..setelah milih warna, kami pun duduk untuk mulai dilukis kakinya..saya memilih warna merah, yang katanya cuma bertahan dua hari..pas kan, 2 hari lagi udah pulang ke Indonesia dan mulai kerja lagi..tukang-tukang hena yang jumlahnya lumayan banyak itu semuanya ramah-ramah..tanya-tanya nama kami siapa..umur berapa..dan berapa lama di Delhi serta ngapain aja..pokoknya ramah deh..

Pas bayar..jedaaaakk..kami diminta untuk bayar 5000 rupee atau hampir 1 juta rupiah per orang..kaget lah kami..karena di buku yang sebelumnya ditunjukin, harganya per inch “hanya” 15 rupee untuk warna merah..saya pun protes..katanya, “we use the best color we have..so its different price” eehhh ngamuklah saya..saya kan ga minta untuk warna paling bagus..ini aja justru pilih merah karena biar cepet ilang kok, buat lucu-lucuan aja..dia pun kekeuh..katanya, ini sekitar 50 inchi..jadi dikali 140 rupee (karena warna terbaik), jadi total 7000 rupee, didiskon jadi 5000 rupee..saya pun ga kalah ngotot..dengan menggunakan pelajaran matematika SD, saya kekeuh hena di kaki kami itu ga sampe 50 inch..karena berarti kan 100 cm lebih..setelah ngotot panjang lebar, saya pun sadar kalo tukang2 hena yang tadi ramah-ramah itu udah bubar semua..tinggal 1 orang yang tetep ngadepin saya, ngakunya sih dia yang punya..akhirnya, kami bisa membayar dengan seluruh uang yang kami punya..1000 rupee berdua..hfffftttt..

Setelah malam yang isinya misuh-misuh melulu ini, sepertinya kami berhak untuk dapet makan malem enak deh..pergilah kami ke daerah Connaught Place dan minta diturunin di Mc D..hahahaha..iya, karena takut ambil resiko dengan makan di restaurant yang belum tentu enak, kami lebih memilih Mc D dan nongkrong di Cafe Coffee Day..kedai kopi yang cukup happening di India..

Ok, baru sampe Delhi dan sudah misuh-misuh 3 kali..sepertinya Delhi tidak semenyenangkan dan se-friendly yang kami kira nih ya..hehehe..setelah makan malam, kami menuju penginapan karena besok pagi kami akan ke Agra menggunakan kereta pukul 7 pagi dari Nizammudin Railway Station..

Cerita sedikit tentang kereta ke Agra ini ya..sebenarnya, kereta ini ada yang berangkat dai NDLS dan ada yang berangkat dari Nizammudin..yang dari NDLS akan berangkat pukul 06.15 dan akan kembali dari Agra sekitar pukul 6 sore..sementara dari Nizammudin, berangkat pukul 07.30 dan akan kembali dari Agra sekitar pukul 8 malam..

 

 

Goa

Kami menggunakan pesawat Spice Jet dari Kolkata menuju Goa dengan transit di Mumbai selama kurang lebih setengah jam.  Setelah memasuki bandara domestik Kolkata, kami diharuskan untuk memasukkan bagasi melewati scanner yang sesuai dengan penerbangan..jadi kalo pake Spice Jet, cari scanner yang ada tanda Spice Jet nya..kalo pake IndiGo, cari scanner yang ada tanda IndiGo-nya..begitu seterusnya..Setelah itu, baru kami diperbolehkan check in di counter..dan ternyata penerbangan yang harusnya berangkat pukul 8 pagi, delay menjadi pukul 09.30 dan akan tiba di Goa pukul 13.30..Wah, masih 3,5 jam lagi dong nih..lumayan buat sarapan dan lanjut tidur di bandara..

Pada pukul 09.05, akhirnya kami dipersilakan untuk naik ke pesawat..sepertinya Spice Jet ini termasuk dalam low budget flight, karena pramugari-pramugarinya menjual makanan dan minuman di atas pesawat..yang aneh, kita akan diberikan air mineral botolan secara cuma-cuma, tapi kalau kita meminta..hehehe..jadi kalau kebetulan naik Spice jet, jangan segan2 untuk minta air mineral ya..

Sesampainya di Mumbai, penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Goa, diminta untuk tetap berada di pesawat sambil pesawat dibersihkan oleh petugas..Setelah semua penumpang dari Mumbai naik, kami pun terbang lagi menuju ke Goa..wiiihhh melihat gaya pakaian para penumpang yg sudah “pantai banget”, kamipun bersorak dalam hati “ini nih baru yg namanya liburan” :p..

Mumbai – Goa hanya memakan waktu sekitar 40 menit penerbangan..ini adalah pemandangan dari atas sebelum pesawat mendarat di Bandara Dabolim, Goa..Karena Goa adalah daerah pantai, maka saya pun membayangkan laut biru dan pantai-pantai yang terlihat dari atas..tapii..kok beginiii..hehehe..mungkin lautnya masih jauh dari bandara kali yah..

Bandara Dabolim sendiri tidak terlalu besar, seperti Bandara Ngurah Rai yang lama gitu  deh..disini kamipun sudah memesan penjemputan dari hotel..Penjemputan ini kami bayar dengah harga 1200 INR..lebih mahal dibandingkan di Kolkata, karena mungkin disini lebih daerah turis dan jaraknya lebih jauh..Kami menempuh perjalanan sekitar 1.5 jam menuju penginapan kami..Ozran Heights Resort..begitu sampai penginapan, semua capek langsung ilang..kenapa? karena iniii..yihaaa!!

Kegiatan kami di Goa hanya leye-leye dan leye-leye..setiap pagi berenang dengan pemandangan langsung laut..dan di setengah hari kedua, kami menyewa mobil+driver dengan harga 1600 INR menuju pantai-pantai yang ada di Goa..kami pergi ke Anjuna Beach, Vagator Beach, dan Calangute Beach..

Kami juga mengunjungi Aguana Fort..benteng yang ada di Goa..

Tidak lupa, kami pun sempat mencicipi seafood..Crab Garlic Fry and Prawn Tikka Masala..

Selesailah tour setengah hari kami..kami pun menuju kembali ke penginapan dan mencicil packing..karena besok kami akan berangkat ke kota tujuan terakhir, New Delhi..

Kolkata

Sampai di Kolkata

Kami mendarat di Bandara International Netaji Subhash Chandra Bose, Kolkata..bandaranya tidak begitu besar..kayak bandara di Lampung gitu deh..begitu keluar, sudah ada yang menjemput kami dari pihak hotel..hehehe..fasilitas penjemputan ini kami bayar dengan harga 750 INR untuk berdua..kalau tidak ada yang menjemput, bisa mampir ke counter pre paid taxi yang letaknya ada di sebelum pintu keluar bandara..

Keluar dari bandara, berasa kayak naik ke mesin waktu, dan turun di tahun 60-an..semuanyaaa serba jadul..bis kotanya model jaman dulu, ga pake AC dengan banyak warna-warna dan tulisan di badan bis..belum lagi kendaraan pribadinya..walopun merk-nya Suzuki, tapi banyak banget yang model lama dengan warna-warna netral, kayak putih, hitam, putih, hitam, abu-abu..hehehe..trus bangunan-bangunannya..kayak di kota tua gitu..dengan burung-burung gagak beterbangan di atasnya..huwaaaa..

Lalu lintasnya sendiri ga terlalu macet..waktu yang ditempuh dari bandara ke penginapan kami di Sudder Street sekitar 1,5 jam perjalanan..oiya, Sudder Street ini merupakan daerah backpacker di Kolkata..jadi banyak banget tempat makan dan penginapan dengan harga terjangkau..kami menginap di Astoria Hotel dengan harga 2650 INR untuk 2 orang..cukup mahal, tapi sebanding dengan kamarnya yang bersih, nyaman dan termasuk makan pagi..

Setelah check in, kami memutuskan untuk cari makan di sekitar penginapan..baru jalan sebentar, hiyaaahh..hujan turun..karena tidak membawa payung, kami pun berteduh di depan salah satu restaurant..Blue Sky namanya..intip-intip, eh kayaknya enak juga deh makan disitu..kami pun masuk dan memesan chicken curry, roti prata dan cheese nan..minumannya, lemonade dan jus mangga..hihihihi..lapeeerrr..sambil menunggu makanan datang, kami lihat-lihat suasana di resturant tersebut..banyak orang Jepang!! takjub saya..gimana rasanya ya orang Jepang yg terbiasa dengan negaranya yg super canggih, dateng ke Kolkata yang kayak taun 60-an..tapi sepertinya mereka seneng-seneng aja dan menikmati tuuhh..

Sebelum berangkat ke India, salah satu yang menjadi kekhawatiran saya adalah makanannya..saya ga terlalu suka dengan kari-kari gitu..pernah coba makan di Little India, Singapur, eh ga kemakan sama sekali karena rasanya ga sesuai dengan lidah saya..Ternyataaa…uenaaakkk..makanan yang dipesan habis tanpa sisa sama kami berdua..cuma rasa jus mangga-nya aja yang agak aneh..tapi okelah..

Ga sampe disitu aja ga nyangkanya..ga nyangka kedua adalah ketika mau bayar..tebak berapa harga yang harus kami bayar untuk makanan tersebut..225 INR sajaaa..atau sekitar 45ribu..huwaaaa…jadi inget baru-baru ini makan di salah satu restaurant yang menyediakan makanan India di Pejaten Village..untuk mie goreng mamak+teh tawar anget, saya harus bayar 49ribu..huh!

Setelah kenyang dan hati puas, kami pun berkeliling ke pasar malem di deket-deket situ..tidak lupa membeli sim card agar hubungan dengan keluarga di Indonesia bisa lebih murah..ada yang lucu ketika membeli sim card ini..disuruh isi form ini itu..fotokopi paspor..dan harus foto juga dengan ukuran 3×4..hiyaaahh..trus liat-liat toko sim card ini, mereka masi jual isi film yang ASA 200, ASA 400 itu lho..hihihih..beneran kayak di jaman duluuu..

Dalam perjalanan kembali ke hotel, membeli air minum botol..1 botol dengan isi 1 liter, dijual dengan harga 20 INR..nah, kalo di India, kemana-mana harus bawa minuman botol ini..jangan coba-coba minum selain air minum dalam kemasan ya 🙂

Suasana sekitar Sudder Street pada malam hari sangat ramai..walopun banyak sampah-sampah berserakan dan hewan-hewan berkeliaran, namun tidak menghalangi para pendatang untuk duduk-duduk makan di warung pinggir jalan..saya pernah lihat ada warung yang menjual makanan Korea juga lho jadi salah satu menunya..dan ada beberapa turis Korea yang duduk disitu dan becanda-canda dengan turis bule dan penjual makanannya..Ternyata bener apa yang pernah saya baca tentang Sudder Street, “It’s a world where the colour of your skin, your religion, your nationality doesn’t matter, where the walls of a class-conscious society break down unconsciously”

Puas berjalan-jalan, kami pun kembali ke penginapan..besok, kami akan berkeliling Kolkata dengan berjalan kaki..harus siap-siap stamina yang prima nih mengingat usia sudah tidak muda lagi *halaaahh

 

Hari pertama

Hari ini kami berencana untuk mengunjungi :

1.  Victoria Memorial Hall

2.  Mother Theresa’s House

3.  Oxford Book Store

4.  St. Paul Cathedral

5.  Howrah Bridge

 

Karena letaknya yang sepertinya tidak terlalu jauh, kami memutuskan untuk berjalan kaki ke tempat-tempat tersebut..ada yang lucu dari pengalaman jalan kaki ini..kalo nanya ke orang India, dan mereka bilang “its only 5 minutes walk” atau “10 minutes walk”, jangan percayaaa…!! itu sekitar 30 – 45 menit lagi lah..hehehe..

Dalam perjalanan menuju Victoria Memorial Hall, kami melihat ada petunjuk menuju Mother House..waahh..sepertinya lebih dekat kalo ke Mother House dulu baru ke Victoria..kamipun merubah tujuan ke Mother House terlebih dahulu..ternyataaa…papan petunjuk ada di mana..Mother’s House nya ada dimana..alhasil di tengah perjalanan, kami mampir dulu ke Mc Donalds untuk sedikit melepas lelah..

Mc D di India, tidak menyediaka ayam..tapiiii..ada Egg Burger yang sepertinya enak..saya dan Kiki pun memesan Egg Burger, french fries, coke dan vegetarian risol gitu deh..Harganya..hehehe..semua itu “hanya” 37 ribu rupiah saja berdua..senangnyaahh..

Setelah melepas lelah, kami pun melanjutkan perjalanan ke Mother’s House..

Disini kita bisa melihat kamar Mother Theresa ketika beliau sakit dan akhirnya meninggal dunia..karena banyak yang berdoa, jadi kita ga boleh berisik dan ngobrol keras-keras ya..Trus, klo ada waktu, kita bisa juga jadi volunteer..ada waktu pendaftarannya yang ditulis di papan pas pintu masuk..

 

Setelah Mother’s House, kami menuju Victoria Memorial Hall..lewat pasar-pasar lagiiii..dalam perjalanan menuju kesana, kami mampir ke Oxford Book Store..pas masuk, woooowww..ini seperti surga bagi para pecinta buku..di lantai 2-nya terdapat cafe yang menyediakan berbagai minuman (sebagian besar teh) dan kue-kue kecil sebagai teman untuk membaca buku..

 

Setelah puas ngemil dan liat-liat buku, kami melanjutkan perjalanan ke Victoria Memorial Hall..sebelum masuk, kami harus membeli tiket terlebih dahulu..untuk turis, harga tiketnya 750 INR..sementara untuk Indian, harga masuknya hanya 20 INR..huhuhuhuhu..beda bangeeettt..tiket tersebut bisa digunakan untuk ke taman dan museumnya..

Disini ada taman luas dengan danau yang bisa buat duduk-duduk ngadem atau sambil ngemil..oiya, ada Indian yang ngajakin kami foto bareng gitu sekeluarga..hehehe..disini selain turis dari negara lain, banyak juga lho orang India yang datang berkunjung..

 

Tujuan selanjutnya adalah St. Paul Cathedral..ini letaknya tidak begitu jauh dari Victoria Memorial Hall..tinggal nyebrang dari pintu keluar samping, sampe deh di St. Paul Cathedral..kita bakal ngelewatin Birla Planetarium juga..kalo waktunya pas, ada pemutaran film dalam Bahasa Inggris..

Tidak banyak pengunjung yang datang kesini..ketika kami kesana, hanya ada satu keluarga India..seorang turis bule..dan tiga orang pemuda India yang duduk-duduk..karena tidak banyak yang bisa dilihat juga, maka kami memutuskan untuk langsung pergi ke tujuan terakhir..Howrah Bridge..

Untuk menuju Howrah Bridge, karena letaknya yang cukup jauh, maka kami memutuskan untuk menggunakan taksi..supir taksi meminta harga 110 INR yang langsung kami setujui..namun ternyata, ketika sampai di tujuan, maksud dari supir taksi tersebut adalah 110 INR per orang..doeeengg..kami pun menolak membayar karena merasa harga kesepakatan adalah 110 INR per taksi..pelajaran, lain kali kalo menggunakan taksi, harus dipastikan apakah harga tersebut harga per orang atau per taksi..

Howrah Bridge tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya..jembatan besar ini penuh dengan orang yang lalu lalang, sehingga untuk mengambil foto pun susah..akhirnya, kami hanya mengambil foto dari jauh..dan bergegas naik taksi menuju penginapan..

Kami meninggalkan Howrah Bridge dengan menggunakan taksi menuju penginapan..karena turun hujan, maka sesampainya di penginapan, kami menunggu hujan reda terlebih dahulu baru keluar lagi untuk makan malam..makan dimanaaa…ya di Blue Sky Restaurant dong..menu malam ini adalah udang chili garlic..nyam..nyam..

 

Setelah makan malam, kami langsung ke penginapan untuk packing dan beristirahat..karena keesokan harinya kami harus berangkat jam 5 pagi ke bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Goa..

See you Kolkataaa!!

Jakarta – KL – Kolkata

Tanggal 22 September lalu, adalah hari yang sudah saya tunggu-tunggu..gimana ngga, hari itu saya berangkat ke salah satu negara impian saya, India..tiket waktu itu saya beli ketika Air Asia (lagi-lagi) mengadakan promo..harganya sekitar 1,8 juta untuk rute Jakarta – Kuala Lumpur – Kolkata – Kuala Lumpur – Jakarta..Lumayan kan tuh 🙂

Pagi-pagi pukul 3, saya sudah di whatsapp-in sama teman seperjalanan saya, Kiki, untuk bangun dan janjian jemput ke rumahnya menuju Pasar Minggu..Kami bersama-sama akan menggunakan Damri ke bandara untuk menghemat biaya..perjalanan menuju bandara sangat lancar..Pukul 6, kami sudah sampai dan sudah melakukan check in untuk penerbangan jam 8.35..heheh..terlalu bersemangat sepertinyaaa..kepagian nyampe bandara..kami pun menghabiskan waktu dengan sarapan di sekitar pintu masuk imigrasi terminal 3..

Setelah menunggu selama 2 jam lebih, kami pun dipersilakan masuk ke pesawat menuju KL..dulu pas beli tiket, Air Asia belum ada fasilitas Fly Thru..jadi nanti setibanya di KL, kami harus mengambil bagasi dan melakukan check in lagi untuk penerbangan selanjutnya ke Kolkata.

Singkat cerita, sampailah kami di KL dan menunggu waktu check in dengan makan siang di Mc Donalds LCCT..heheh..ini salah satu rutinitas yang tidak pernah terlewatkan..karena kayaknya rasa ayam di situ beda dengan yang di Jakarta ya..lebih spicy gitu..jadilah masing-masing 2 ayam goreng ludes kami habiskan..laper apa doyaann ituuu..hehehe..

Karena masih ada waktu, kami menunggu boarding dengan ngemil rujak..rujaknya ini kita ngambil sendiri, trus milih mau bumbu apa, trus ditimbang untuk menentukan harganya..rasanya lumayan enak..asem dan pedesnya bisa buat mata melek..posisi counter rujak ini ada di sebrang counter check in kalo kita mau ke Indonesia..

Daaannn..tibalah saatnya kami boarding..ihiiiiyy..sudah ga sabar mau cepet sampe dan lihat sendiri India itu kayak gimana..kamipun naik ke pesawat dan melihat pemandangan yang cihuy banget..satu pesawat, orang Indiaaa semuaaa..mungkin yang bukan orang India tidak lebih dari 10 orang..yihaaa!! sudah berasa auranyaaa..

Penerbangan dari KL ke Kolkata memakan waktu sekitar 4 jam dengan perbedaan waktu 2.5 jam sebelum KL..jadi jika dibandingkan dengan Jakarta, Kolkata 1,5 jam sebelum Jakarta..Ada yang unik ketika pesawat hampir mendarat..pramugari dan pramugara menyemprotkan spray pengharum ruangan gitu ke seluruh ruangan pesawat..haha..saya sama Kiki sampe liat-liatan..kenapa tuh ya pake disemprot segala :p

Akhirnyaaa..kamipun mendarat di Kolkata..petugas lapangan di bandaranya ada yang pake kain saree lho..tapi dilapis dengan rompi gitu..hihihihi..

Dan..ketika turun pesawat..yak, petualangan kami-pun dimulai..