Tag Archives: kolkata

Kolkata

Sampai di Kolkata

Kami mendarat di Bandara International Netaji Subhash Chandra Bose, Kolkata..bandaranya tidak begitu besar..kayak bandara di Lampung gitu deh..begitu keluar, sudah ada yang menjemput kami dari pihak hotel..hehehe..fasilitas penjemputan ini kami bayar dengan harga 750 INR untuk berdua..kalau tidak ada yang menjemput, bisa mampir ke counter pre paid taxi yang letaknya ada di sebelum pintu keluar bandara..

Keluar dari bandara, berasa kayak naik ke mesin waktu, dan turun di tahun 60-an..semuanyaaa serba jadul..bis kotanya model jaman dulu, ga pake AC dengan banyak warna-warna dan tulisan di badan bis..belum lagi kendaraan pribadinya..walopun merk-nya Suzuki, tapi banyak banget yang model lama dengan warna-warna netral, kayak putih, hitam, putih, hitam, abu-abu..hehehe..trus bangunan-bangunannya..kayak di kota tua gitu..dengan burung-burung gagak beterbangan di atasnya..huwaaaa..

Lalu lintasnya sendiri ga terlalu macet..waktu yang ditempuh dari bandara ke penginapan kami di Sudder Street sekitar 1,5 jam perjalanan..oiya, Sudder Street ini merupakan daerah backpacker di Kolkata..jadi banyak banget tempat makan dan penginapan dengan harga terjangkau..kami menginap di Astoria Hotel dengan harga 2650 INR untuk 2 orang..cukup mahal, tapi sebanding dengan kamarnya yang bersih, nyaman dan termasuk makan pagi..

Setelah check in, kami memutuskan untuk cari makan di sekitar penginapan..baru jalan sebentar, hiyaaahh..hujan turun..karena tidak membawa payung, kami pun berteduh di depan salah satu restaurant..Blue Sky namanya..intip-intip, eh kayaknya enak juga deh makan disitu..kami pun masuk dan memesan chicken curry, roti prata dan cheese nan..minumannya, lemonade dan jus mangga..hihihihi..lapeeerrr..sambil menunggu makanan datang, kami lihat-lihat suasana di resturant tersebut..banyak orang Jepang!! takjub saya..gimana rasanya ya orang Jepang yg terbiasa dengan negaranya yg super canggih, dateng ke Kolkata yang kayak taun 60-an..tapi sepertinya mereka seneng-seneng aja dan menikmati tuuhh..

Sebelum berangkat ke India, salah satu yang menjadi kekhawatiran saya adalah makanannya..saya ga terlalu suka dengan kari-kari gitu..pernah coba makan di Little India, Singapur, eh ga kemakan sama sekali karena rasanya ga sesuai dengan lidah saya..Ternyataaa…uenaaakkk..makanan yang dipesan habis tanpa sisa sama kami berdua..cuma rasa jus mangga-nya aja yang agak aneh..tapi okelah..

Ga sampe disitu aja ga nyangkanya..ga nyangka kedua adalah ketika mau bayar..tebak berapa harga yang harus kami bayar untuk makanan tersebut..225 INR sajaaa..atau sekitar 45ribu..huwaaaa…jadi inget baru-baru ini makan di salah satu restaurant yang menyediakan makanan India di Pejaten Village..untuk mie goreng mamak+teh tawar anget, saya harus bayar 49ribu..huh!

Setelah kenyang dan hati puas, kami pun berkeliling ke pasar malem di deket-deket situ..tidak lupa membeli sim card agar hubungan dengan keluarga di Indonesia bisa lebih murah..ada yang lucu ketika membeli sim card ini..disuruh isi form ini itu..fotokopi paspor..dan harus foto juga dengan ukuran 3×4..hiyaaahh..trus liat-liat toko sim card ini, mereka masi jual isi film yang ASA 200, ASA 400 itu lho..hihihih..beneran kayak di jaman duluuu..

Dalam perjalanan kembali ke hotel, membeli air minum botol..1 botol dengan isi 1 liter, dijual dengan harga 20 INR..nah, kalo di India, kemana-mana harus bawa minuman botol ini..jangan coba-coba minum selain air minum dalam kemasan ya 🙂

Suasana sekitar Sudder Street pada malam hari sangat ramai..walopun banyak sampah-sampah berserakan dan hewan-hewan berkeliaran, namun tidak menghalangi para pendatang untuk duduk-duduk makan di warung pinggir jalan..saya pernah lihat ada warung yang menjual makanan Korea juga lho jadi salah satu menunya..dan ada beberapa turis Korea yang duduk disitu dan becanda-canda dengan turis bule dan penjual makanannya..Ternyata bener apa yang pernah saya baca tentang Sudder Street, “It’s a world where the colour of your skin, your religion, your nationality doesn’t matter, where the walls of a class-conscious society break down unconsciously”

Puas berjalan-jalan, kami pun kembali ke penginapan..besok, kami akan berkeliling Kolkata dengan berjalan kaki..harus siap-siap stamina yang prima nih mengingat usia sudah tidak muda lagi *halaaahh

 

Hari pertama

Hari ini kami berencana untuk mengunjungi :

1.  Victoria Memorial Hall

2.  Mother Theresa’s House

3.  Oxford Book Store

4.  St. Paul Cathedral

5.  Howrah Bridge

 

Karena letaknya yang sepertinya tidak terlalu jauh, kami memutuskan untuk berjalan kaki ke tempat-tempat tersebut..ada yang lucu dari pengalaman jalan kaki ini..kalo nanya ke orang India, dan mereka bilang “its only 5 minutes walk” atau “10 minutes walk”, jangan percayaaa…!! itu sekitar 30 – 45 menit lagi lah..hehehe..

Dalam perjalanan menuju Victoria Memorial Hall, kami melihat ada petunjuk menuju Mother House..waahh..sepertinya lebih dekat kalo ke Mother House dulu baru ke Victoria..kamipun merubah tujuan ke Mother House terlebih dahulu..ternyataaa…papan petunjuk ada di mana..Mother’s House nya ada dimana..alhasil di tengah perjalanan, kami mampir dulu ke Mc Donalds untuk sedikit melepas lelah..

Mc D di India, tidak menyediaka ayam..tapiiii..ada Egg Burger yang sepertinya enak..saya dan Kiki pun memesan Egg Burger, french fries, coke dan vegetarian risol gitu deh..Harganya..hehehe..semua itu “hanya” 37 ribu rupiah saja berdua..senangnyaahh..

Setelah melepas lelah, kami pun melanjutkan perjalanan ke Mother’s House..

Disini kita bisa melihat kamar Mother Theresa ketika beliau sakit dan akhirnya meninggal dunia..karena banyak yang berdoa, jadi kita ga boleh berisik dan ngobrol keras-keras ya..Trus, klo ada waktu, kita bisa juga jadi volunteer..ada waktu pendaftarannya yang ditulis di papan pas pintu masuk..

 

Setelah Mother’s House, kami menuju Victoria Memorial Hall..lewat pasar-pasar lagiiii..dalam perjalanan menuju kesana, kami mampir ke Oxford Book Store..pas masuk, woooowww..ini seperti surga bagi para pecinta buku..di lantai 2-nya terdapat cafe yang menyediakan berbagai minuman (sebagian besar teh) dan kue-kue kecil sebagai teman untuk membaca buku..

 

Setelah puas ngemil dan liat-liat buku, kami melanjutkan perjalanan ke Victoria Memorial Hall..sebelum masuk, kami harus membeli tiket terlebih dahulu..untuk turis, harga tiketnya 750 INR..sementara untuk Indian, harga masuknya hanya 20 INR..huhuhuhuhu..beda bangeeettt..tiket tersebut bisa digunakan untuk ke taman dan museumnya..

Disini ada taman luas dengan danau yang bisa buat duduk-duduk ngadem atau sambil ngemil..oiya, ada Indian yang ngajakin kami foto bareng gitu sekeluarga..hehehe..disini selain turis dari negara lain, banyak juga lho orang India yang datang berkunjung..

 

Tujuan selanjutnya adalah St. Paul Cathedral..ini letaknya tidak begitu jauh dari Victoria Memorial Hall..tinggal nyebrang dari pintu keluar samping, sampe deh di St. Paul Cathedral..kita bakal ngelewatin Birla Planetarium juga..kalo waktunya pas, ada pemutaran film dalam Bahasa Inggris..

Tidak banyak pengunjung yang datang kesini..ketika kami kesana, hanya ada satu keluarga India..seorang turis bule..dan tiga orang pemuda India yang duduk-duduk..karena tidak banyak yang bisa dilihat juga, maka kami memutuskan untuk langsung pergi ke tujuan terakhir..Howrah Bridge..

Untuk menuju Howrah Bridge, karena letaknya yang cukup jauh, maka kami memutuskan untuk menggunakan taksi..supir taksi meminta harga 110 INR yang langsung kami setujui..namun ternyata, ketika sampai di tujuan, maksud dari supir taksi tersebut adalah 110 INR per orang..doeeengg..kami pun menolak membayar karena merasa harga kesepakatan adalah 110 INR per taksi..pelajaran, lain kali kalo menggunakan taksi, harus dipastikan apakah harga tersebut harga per orang atau per taksi..

Howrah Bridge tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya..jembatan besar ini penuh dengan orang yang lalu lalang, sehingga untuk mengambil foto pun susah..akhirnya, kami hanya mengambil foto dari jauh..dan bergegas naik taksi menuju penginapan..

Kami meninggalkan Howrah Bridge dengan menggunakan taksi menuju penginapan..karena turun hujan, maka sesampainya di penginapan, kami menunggu hujan reda terlebih dahulu baru keluar lagi untuk makan malam..makan dimanaaa…ya di Blue Sky Restaurant dong..menu malam ini adalah udang chili garlic..nyam..nyam..

 

Setelah makan malam, kami langsung ke penginapan untuk packing dan beristirahat..karena keesokan harinya kami harus berangkat jam 5 pagi ke bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Goa..

See you Kolkataaa!!

Jakarta – KL – Kolkata

Tanggal 22 September lalu, adalah hari yang sudah saya tunggu-tunggu..gimana ngga, hari itu saya berangkat ke salah satu negara impian saya, India..tiket waktu itu saya beli ketika Air Asia (lagi-lagi) mengadakan promo..harganya sekitar 1,8 juta untuk rute Jakarta – Kuala Lumpur – Kolkata – Kuala Lumpur – Jakarta..Lumayan kan tuh 🙂

Pagi-pagi pukul 3, saya sudah di whatsapp-in sama teman seperjalanan saya, Kiki, untuk bangun dan janjian jemput ke rumahnya menuju Pasar Minggu..Kami bersama-sama akan menggunakan Damri ke bandara untuk menghemat biaya..perjalanan menuju bandara sangat lancar..Pukul 6, kami sudah sampai dan sudah melakukan check in untuk penerbangan jam 8.35..heheh..terlalu bersemangat sepertinyaaa..kepagian nyampe bandara..kami pun menghabiskan waktu dengan sarapan di sekitar pintu masuk imigrasi terminal 3..

Setelah menunggu selama 2 jam lebih, kami pun dipersilakan masuk ke pesawat menuju KL..dulu pas beli tiket, Air Asia belum ada fasilitas Fly Thru..jadi nanti setibanya di KL, kami harus mengambil bagasi dan melakukan check in lagi untuk penerbangan selanjutnya ke Kolkata.

Singkat cerita, sampailah kami di KL dan menunggu waktu check in dengan makan siang di Mc Donalds LCCT..heheh..ini salah satu rutinitas yang tidak pernah terlewatkan..karena kayaknya rasa ayam di situ beda dengan yang di Jakarta ya..lebih spicy gitu..jadilah masing-masing 2 ayam goreng ludes kami habiskan..laper apa doyaann ituuu..hehehe..

Karena masih ada waktu, kami menunggu boarding dengan ngemil rujak..rujaknya ini kita ngambil sendiri, trus milih mau bumbu apa, trus ditimbang untuk menentukan harganya..rasanya lumayan enak..asem dan pedesnya bisa buat mata melek..posisi counter rujak ini ada di sebrang counter check in kalo kita mau ke Indonesia..

Daaannn..tibalah saatnya kami boarding..ihiiiiyy..sudah ga sabar mau cepet sampe dan lihat sendiri India itu kayak gimana..kamipun naik ke pesawat dan melihat pemandangan yang cihuy banget..satu pesawat, orang Indiaaa semuaaa..mungkin yang bukan orang India tidak lebih dari 10 orang..yihaaa!! sudah berasa auranyaaa..

Penerbangan dari KL ke Kolkata memakan waktu sekitar 4 jam dengan perbedaan waktu 2.5 jam sebelum KL..jadi jika dibandingkan dengan Jakarta, Kolkata 1,5 jam sebelum Jakarta..Ada yang unik ketika pesawat hampir mendarat..pramugari dan pramugara menyemprotkan spray pengharum ruangan gitu ke seluruh ruangan pesawat..haha..saya sama Kiki sampe liat-liatan..kenapa tuh ya pake disemprot segala :p

Akhirnyaaa..kamipun mendarat di Kolkata..petugas lapangan di bandaranya ada yang pake kain saree lho..tapi dilapis dengan rompi gitu..hihihihi..

Dan..ketika turun pesawat..yak, petualangan kami-pun dimulai..