Mengurus Visa India

Akhirnyaaa…hari menjelang kebrangkatan saya ke India pun datang..Tiket yang sudah saya beli tepat setahun yang lalu itu akhirnya di print juga..heheheh..Dua minggu sebelum keberangkatan, sayapun mengurus visa ke Kedutaan India di Jakarta..Letak kantor kedutaan ini ada di Jl. Rasuna Said no S-  1 atau ada juga yang mencantumkan Jl Besakih no S-1..Karena letaknya di hook dan pengkolan gitu (halah pengkolan), maka bisa diakses dari kedua jalan tersebut.  Ancer-ancernya, kedutaan India ini terletak persis setelah Erasmus Huis, kalo dari arah Mampang.

Kenapa saya memilih untuk mengurus visa India di Jakarta? padahal kan India sudah memberlakukan Visa on Arrival untuk WNI.  Sederhana, karena lebih murah..hehehe..Untuk mengurus visa langsung, dikenakan biaya 492 ribu rupiah, sementara jika mengurus visa on arrival ketika mendarat di India, biayanya 60USD.  Selain itu, biar lebih tenang kali ya..saya pernah baca ada turis Singapore yang ditolak masuk ke India..padahal untuk Warga Negara Singapore, India juga sudah memberlakukan Visa on Arrival.

Sebelum datang ke Kedutaan India, kita terlebih dahulu harus mengisi form aplikasi visa secara online.  setelah diisi, kita print form tersebut dan dibawa ke Kedutaan dengan dilengkapi syarat-syarat berikut ini :

1.  Paspor yang masih berlaku selama 6 bulan setelah kedatangan

2. Pas foto dengan latar belakang putih, ukuran 2 inch x 2 inch (saya lihat ada juga yang 4×6 dan lolos), bewarna, 2 lembar.  1 lembar ditempel di form aplikasi dan 1 lembar akan diminta di loket penyerahan form

3. Print out tiket PP dan tanda booking hotel

4. Rekening tabungan 3 bulan terakhir

5. Akte kelahiran dan kartu keluarga

 

Adapun proses pembuatannya adalah sebagai berikut :

1.  Penyerahan dokumen hanya dilakukan pada pukul 09.00-11.00 setiap hari kerja

2. Setelah mengantri di gerbang Kedutaan, kita akan diminta masuk satu persatu, mengisi buku tamu, menitipkan tas (hanya boleh membawa dokumen visa dan uang biaya visa), pemeriksaan keamanan, dan dipersilakan masuk ke dalam ruangan

3. Di dalam ruangan, kita mengambil nomer yang ada di dekat loket penyerahan dokumen.  Setelah itu tunggu sampai nomer kita dipanggil

4. Serahkan dokumen dan form yang telah diisi dan diprint, setelah itu kita akan diminta untuk menunggu sampai dipanggil kembali oleh kasir untuk membayar visa

5. Setelah dipanggil oleh kasir, kita akan diberi slip pembayaran senilai 492ribu.  Lalu petugas kasir akan memberitau kapan visa bisa diambil (biasanya, keesokan harinya)

6. Pada waktu yang telah ditentukan, ambil visa di loket penyerahan dokumen.  Waktu pengambilan jam 16.00 dan bisa diwakilkan.

 

Demikian cerita saya tentang mengurus visa India..sekarang tinggal nunggu berangkat nih..heheheh..wish me luck 🙂

0 thoughts on “Mengurus Visa India”

    1. sama sekali ga ribet, dan ga ada wawancara. paling pas nyerahin dokumen cuma ditanya, ini keberapa kali ke India? hehehhe..btw, terimakasih sudah baca-baca yaaa…

  1. Hai.. Namaste..
    Makasih banget infonya sangattt bikin wide awake. hehe

    Salah satu negara yg penge bgt atu datengin itu India, dan pengen bgt ke Goa.
    Nah, yg aku bingung rutenya dari Jakarta gmn. Aku tinggal di Makassar, yg pastinya berangkat dr Jakarta kan..
    Yg aku liat dan baca dr blognya, rute yg bs dilalui itu, ke Kalkota ya, which means by Air Asia..

    Tapi ada masukan ga yaa, bs ke India dgn low budget itu gmn.. hehehe
    Maacihhh

    1. Hi Mba Vika, maaf baru sempet buka blog lagi niiihh.. AA ada beberapa penerbangan ke India lewat KL, ke kota Chennai, Kolkata, Bangalore, Kochi, sama Tiruchirappali. Kemarin saya pilih ke Kolkata karena di kota tsb banyak yang bisa di explore, hehehe.
      Kalo mau ke India dari Makassar, sepertinya ga perlu ke Jakarta dulu ya..karena kan sudah ada penerbangan Makassar – KL, ntar dari KL tinggal lanjut ke India. Lebih hemat waktu dan biaya 🙂

      Untuk masalah budget, usahakan untuk naik kereta dalam perjalanan dari kota satu ke kota lainnya (misal dari Kolkata ke Goa). Tapi ini pastinya memakan waktu yg lebih lama. Kalo Mba Vika cukup fleksibel mengenai waktu sih, saya sangat menyarankan naik kereta ini. Karena bisa hemat biaya nginep (naik kereta malam), dan yang lebih penting lagi, bisa berbaur dengan masyarakat lokal. Pengalaman banget kan tuh. Keretanya juga ok kok, bersih.

      Tapi kalo ada kendala waktu dan terpaksa harus naik pesawat, maka Mba Vika harus pesen tiketnya dari jauh-jauh hari. Minimal 2 bulan sebelum keberangkatan, nah itu harga tiket pesawat antar kota nya masih murah-murah tuh. bahkan kadang ga jauh beda dengan harga tiket kereta.

      Untuk makan dan nginep, di India ga mahal kok Mba. jadi memang yang bisa diteken ya biaya transportasi ini. Semoga bisa cepet kesampean ke India ya Mbaaa..makasih sudah baca-baca koperkuning 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *