Discover Japan

Mungkin buat sebagian besar orang, Jepang menjadi urutan teratas di daftar “negara yang paling ingin dikunjungi” hehehe..iya ga sih?  buat saya, meskipun bukan di urutan teratas, tapi Jepang termasuk dalam daftar negara yang harus dikunjungi saat saya masih muda..ciyeehhh..kenapa? sederhana..karena kayaknya baju-baju bergaya Harajuku gitu cocoknya dipake kalo pas masi muda aja..hehehehe..

Rencana awalnya, saya berangkat ke Tokyo bersama kakak dan dua keponakan saya..Proses pembelian tiket dilakukan ketika Air Asia baru membuka rute dari KL ke Haneda (Tokyo), dengan harga yang didapat pada waktu itu adalah 900ribu PP..Namun sayangnya, tiga bulan sebelum keberangkatan, Jepang dilanda Tsunami dahsyat dan ada peringatan untuk menghindari daerah-daerah tertentu..Atas dasar itulah maka kakak dan kedua keponakan saya memutuskan untuk batal berangkat..ihiks..saya yang menganut paham “mungkin kesempatan ga dateng dua kali” mulai melancarkan aksi minta ijin untuk diperbolehkan tetap berangkat meskipun sendirian..Alhamdulillah ijin didapat, dan mulailah saya mengurus visa + browsing sana sini untuk menyusun itinerary..

Setelah mengumpulkan data-data..akhirnya saya memutuskan untuk mengambil rute 2 malam di Tokyo – 1 malam di Hakone – 2 malam di Kyoto – dan 1 malam di Tokyo lagi..Oiya, untuk menghemat waktu dan merasakan pengalamannya, saya menggunakan Shinkansen untuk perjalanan antar kota tersebut..Ternyata, untuk turis yang akan berkunjung ke Jepang, disediakan kartu Japan Rail Pass yang bisa digunakan untuk sarana transportasi yang ada di bawah layanan JR Line (Shinkansen salah satunya)..Nah, JR Pass ini tersedia sesuai dengan jangka waktu yang kita inginkan..Contohnya saya waktu itu..saya berangkat ke Jepang dari tanggal 23 – 30 Juni 2011..jadi saya beli JR Pass yang berlaku selama 7 hari dengan biaya sekitar 3.2 juta..Selama 7 hari tersebut, saya bebas naik turun Shinkansen dan kereta JR Line lainnya..tinggal tunjukkin aja kartu JR Pass-nya..enak kan..Jangan lupa, JR Pass ini hanya bisa dibeli di luar Jepang dengan menunjukkan paspor yang sudah tertempel visa Jepang-nya..setelah itu kita akan diberikan tanda terima, yang harus ditukar dengan kartu JR Pass setibanya di Jepang (ada list tempat penukarannya)..

Berikut ini adalah itinerary saya selama di Jepang :

Tokyo

Selama di Tokyo, saya menginap di Asakusa Hostel..harga per malamnya 5800 Yen untuk 1 orang dengan kamar mandi di dalam..Letaknya sangat strategis, dekat dengan stasiun, tempat wisata Asakusa Temple, banyak jajanan dan kalo bosen bisa jalan-jalan ke sebrangnya ada sungai..

Tempat yang saya kunjungi selama di Tokyo :

  1. Akihabara : pusat jualan elektronik..waktu itu Ipad baru keluar di Indonesia, disana udah banyak banget jual secondnya..hehehhe
  2. Harajuku : pusat mode di Tokyo..coba dateng kesini hari Sabtu-Minggu, lebih rame anak-anak muda Jepang dengan gaya eksentrik..tinggal duduk di café pinggir jalan, trus perhatiin orang lalu lalang..puaaasss..
  3. Ginza : pusat pertokoan, kebanyakan barang-barang ber-merk..Kalo ada waktu dan budget lebih, bisa coba nonton Kabuki (pementasan teater Jepang)..saya waktu itu coba nonton dan sukses ketiduran di dalem..hehehe..harga tiket bermacam-macam, waktu itu saya dapet yang harganya 5000 Yen..
  4. Asakusa Temple
  5. Shibuya : ini juga tempat belanja gitu..pas keluar stasiun, ada patung Hachiko, anjing legendaris yang kisahnya sempet di-film-kan..

Setelah merasa puas berkeliling-keliling di Tokyo, saya melanjutkan perjalanan saya ke Hakone..Tas besar saya taruh di loker yang ada di Stasiun Tokyo (di semua stasiun besar di Jepang terdapat loker untuk menitipkan barang bawaan)..sehingga saya hanya membawa pakaian secukupnya untuk di Hakone dan Kyoto..

Hakone

Hakone merupakan kota berudara sejuk yang bisa dtempuh dengan waktu sejam dari Tokyo, menggunakan Shinkansen..Mirip-mirip Puncak dengan udara yang lebih segar dan pemandangan yang sangat indah..Tak heran, dalam perjalanan menuju kesana, satu gerbong kereta saya isinya orang-orang yang sudah berumur..Ketika sampai, langsung deh saya ngerti..udaranya cocok banget untuk kesehatan..sejuuuukk dan tidak terasa adanya polusi..

Di sini saya menginap di Hotel Hakone Suimesou Annex, dengan harga per malam 7245 Yen..Letak hotelnya tidak terlalu jauh dari stasiun Hakone Yamoto, bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 5 menit..Di hotel ini, kita bebas untuk berendam di onsen yang terletak di lantai paling atas..Sebenarnya, kalo misalnya kamu termasuk yang cuek-cuek aja, bisa mencoba onsen di udara terbuka yang banyak tersebar di Hakone..sayangnya saya termasuk yang masih malu kalo harus telanjang bulat di udara terbuka..hehehhe, jadi cobain yang ada di hotel aja deh..itu juga nunggu sepiiii banget..jadi cuma saya sendirian :p

Karena Hakone merupakan kota kecil, jadi sehari keliling-keliling rasanya sudah cukup..Untuk melihat semua tempat wisata di Hakone, bisa dengan menggunakan Hakone Daily Pass yang bisa dibeli di Stasiun Hakone Yumoto..dengan kartu itu, kita diajak berkeliling dengan menggunakan bis, kereta, cruise di Lake Ashi, dan kereta gantung..kita bisa pilih rutenya mau naik bis dulu atau kereta dulu..yang pasti, rutenya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga kita pasti nyobain semua..Untuk cruise di Lake Ashi, kalau beruntung kita bisa melihat puncaknya Mt. Fuji dari kejauhan..konon katanya, kalo bisa melihat, Insya Allah ke depannya hidup kita akan diberkahi dengan keberuntungan..toko-toko kebanyakan hanya buka hingga jam 5 sore..sehingga kalo mau beli makan malem, bungkus dari sore hari..dan bawa pulang ke hotel..hehehe..

Kyoto

Dari Hakone, saya melanjutkan perjalanan  saya ke Kyoto, dengan menggunakan Shinkansen lagi..perjalanan kali ini cukup lama, sekitar 3.5 jam perjalanan..ketika tiket saya diperiksa, petugas mengatakan bahwa saya salah naik kereta..ternyata kereta yang saya naikin ini adalah kereta jenis super cepat yang hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu..jadi saya harus turun di stasiun berikutnya dan naik kereta yang benar, yaitu kereta yang ada di belakang kereta yang saya naiki ini..

Di Kyoto, saya menginap di Yamashiroya Ryokan, penginapan bergaya tradisonal ala Jepang, dengan harga 5500 Yen per malam..Dari Stasiun Kyoto, hanya berjalan kaki selama 5 menit dan sampai deh di penginapan tersebut..

Berikut ini adalah itinerary saya selama di Kyoto :

  1. Kiyomizu-dera Temple
  2. Ginkaku-ji Temple
  3. Gion : pusat perbelanjaan di Kyoto..banyak café dan pub juga, kalau beruntung bisa melihat geisha asli
  4. Arashimaya Bamboo Grove

Untuk sarana transportasi selama di Kyoto, bisa dengan menggunakan bis atau kereta..Petunjuknya cukup jelas walaupun tidak semua terdapat tulisan latinnya..

Hindari menggunakan taksi jika ingin bepergian..biaya taksi di Jepang sangat mahal..sebagai contoh, saya menggunakan taksi dari Bandara Haneda ke Asakusa karena memdarat larut malam sehingga kereta sudah tidak beroperasi..biaya yang harus saya bayar waktu itu sekitar 5200 Yen atau Rp 500 ribu..nyesek memang..tapi itung2 pengalaman deh, naik taksi yang pintunya membuka sendiri..hehehhe..Kalo kamu mendarat larut malam, lebih baik menginap di bandara, karena Bandara Haneda sangat nyaman untuk dijadikan tempat bermalam sementara.

Arashimaya Bamboo Grove Udoooonn.. Sungai di daerah Gion, Kyoto Kamar di Kyoto, tempat tidurnya masi dilipet.. Kereta gantung di Hakone Siap menyusuri Lake Ashi Onseeennnn Sungai di belakang penginapan Hakone Kamar di Hakone Hakone - Yumoto Station..lucu yaaa... Tim bersih-bersih Shinkansen, udah siap sebelum keretanya berenti.. Bento di stasiun Shinkansen Petunjuk Shinkansen Ini enak banget..5800 Yen Ada topeng monyet jugaaaa... Gantungan kertas keberuntungan Kertas keberuntungan di Asakusa Temple Teater Kabuki di Ginza Rameeennn Tempat makan di bawah Tokyo Station Sungai di depan Asakusa Hostel IMG-20110624-00012

 

 

Krabi

Krabi, merupakan daerah pantai di Thailand yang ga beda jauh sama Phuket, cuma lebiih sepi..lebih enak buat leye-leye, menurut saya..letaknya pun ga terlalu jauh dari Phuket..
Perjalanan ke Krabi, bisa ditempuh dengan menggunakan bis atau kereta dari Bangkok..Jika menggunakan bis, maka pergilah ke Southern Bus Terminal, naik ke lantai 3, maka berjejerlah loket yang menjual tiket bis ke berbagai tujuan, salah satunya Krabi..Sayangnya, waktu itu saya tidak mendapatkan tiket bis karena bertepatan dengan libur panjang perayaan tahun baru di Bangkok (Festival Songkran)..

Akhirnya sayapun mencoba untuk menggunakan kereta.. setelah tanya sana sini, saya dan teman saya menuju Hualamphong Station untuk membeli tiket ke Surat Thani..Alhamdulillah, masih ada tiket tersisa untuk kelas sleeper, keberangkatan malam itu juga jam 19.20..Bapak yang menjaga loket menawarkan untuk sekalian membeli tiket bis lanjutan setelah turun kereta, menuju penginapan kami di Koh Lanta..Harga tiket kereta kelas 1 sleeper beserta bis ini sekitar 1500THB..

Perjalanan dari Bangkok ke Surat Thani memakan waktu sekitar 12 jam perjalanan..Tiket akan diperiksa di atas kereta, tidak lama setelah kereta berangkat..Pemeriksa tiket akan memberikan tanda di denah tempat duduk yang dipegangnya, di stasiun apa kita akan berhenti..sehingga ketika tujuan kita sudah sampai, kita akan diberitau/dibangunkan jika kita tertidur..Jadi jangan takut tujuan kita akan terlewat..

Pada jam 21.00, petugas kereta akan berkeliling untuk membantu menyusun tempat duduk menjadi tempat tidur..Perlengkapan tempat tidur di kereta ini cukup lengkap, seperti layaknya hotel..ada matras, seprai, bantal dan selimut..juga dilengkapi gorden untuk menutupi dari orang yang lalu lalang..nyaman lah pokoknya..

Setelah menempuh hampir 14 jam perjalanan, akhirnya sampailah kami di Stasiun Surat Thani..begitu turun kereta, sudah menunggu bis ukuran besar yang akan membawa kami ke suatu tempat..untuk kemudian pindah ke mobil kecil sesuai dengan tujuan masing-masing..dari tempat itu, kami harus pindah lagi ke mobil lain yang akan membawa kami langsung ke penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya, di daerah Koh Lanta..Kali ini kami menginap di Costa Lanta selama 1 malam..dan pindah ke Rawi Warin di malam berikutnya..

Selama menunggu mobil yang akan mengantar kami ke penginapan, kami memesan tour untuk dua hari ke depan..tour hari pertama hampir sama dengan yang pernah dilakukan di Phuket..yaitu berkeliling ke Phi Phi Island, Maya Beach, Monkey Beach dll..Bedanya, tour ini hanya mengunjungi 4 pulau saja selama seharian..

Tour hari kedua, kami mengambil rute dengan arah sebaliknya..dimana kami akan mengunjungi suatu goa dan akan berenang ke dalamnya..Peserta pada tour ini kebanyakan adalah orang lokal yang sedang jalan-jalan dalam rangka libur tahun baru..seru melihat mereka snorkeling sambil berteriak-teriak menggunakan Bahasa Thai..heheheh

Pada malam hari, lumayan banyak yang bisa dilakukan di daerah Koh Lanta..Ada Pasar Malam di daerah Saladan, yang juga banyak berjejer restoran seafood dan jajanan khas Thailand..Saladan ini merupakan pusat kota Koh Lanta, sehingga kalo kamu mau cari penginapan di dekat keramaian, bisa cari di deket-deket sini..Tour yang akan mengantarkan kita ke pulau-pulau dan meeting point-nya pun banyak yang terletak di daerah ini..Selain itu, kamu bisa juga mencoba menonton Thai Boxing..Untuk menonton pertunjukan ini, perhatikan hari dan jam pertunjukan ya..karena tidak ada setiap hari..

 

Phuket

Sudah nonton film The Beach-nya Leonardo Di Caprio? Kalo sudah, pasti liat dong pantai yang airnya berwarna hijau tosca dan dikelilingi tebing-tebing tinggi itu..Kalo kamu mau kesana, ga perlu jauh-jauh..tinggal berangkat ke Phuket, Thailand aja..Iyaaa..karena film tersebut lokasi syutingnya adalah di Maya Bay, Phuket.

Untuk menuju Phuket, kamu bisa naik pesawat langsung dari Jakarta atau Bangkok..bisa juga naik bis dari Kualalumpur – Hat Yai – Phuket atau dari Bangkok – Phuket..saya waktu itu kebetulan dapet harga promo tiket pesawat dari Bangkok ke Phuket, jadi lumayan hemat waktu..tapi kapan-kapan mau juga ah nyobain jalan darat dari KL..tampak seru ☺

Ketika mendarat di Phuket, suasana pantai sudah terasa bahkan ketika kita masi di bandara..yang antri di imigrasi, sebagian besar menggunakan sendal jepit, kaos kutung, dan celana pendek..ihiiiiyyy..saya dan kelima teman saya sampe ga sabar untuk keluar bandara dan menghirup udara pantai..sayangnya, kami mendarat pada malam hari..konon katanya, kalo siang-siang, dari pesawat pun sudah terlihat keindahan pantai Phuket..

Setelah selesai mengurus imigrasi dan bagasi, kami bergegas mencari taksi untuk menuju penginapan..setelah melakukan tawar menawar harga, diantarlah kami ke penginapan kami, Som Guesthouse, yang kami dapat dari rekomendasi di internet..Alhamdulillah, ternyata tempatnya ga mengecewakan..penginapan ini memang letaknya agak masuk, tapi bersih dan nyaman..Yang punya, seorang bapak-bapak baik dari Korea..jadi banyak dipajang benda-benda Korea lucu gitu di bagian bawah penginapannya..karena kami ber-6, maka kami memesan dua kamar..satu kamar untuk isi 4 orang..dan satu kamar lagi berisi 2 orang..

Dalam perjalanan dari bandara ke penginapan, kami diajak mampir ke perusahaan tour dan travel gitu sama sopir taksinya..setelah tanya-tanya, dan karena sudah ga ada waktu lagi untuk membandingkan, akhirnya kami sepakat untuk mengambil paket tour 7 pulau untuk keesokan harinya, sehari penuh..waktu itu harganya 50dolar sudah termasuk dengan makan siang dan snack serta antar jemput dari dan ke penginapan..Kalau kamu masih punya banyak waktu untuk mencari tour termurah, di pusat kota Phuket banyak sekali tour dan travel yang menawarkan tour dengan harga yang lebih murah..jadi jangan buru-buru untuk mengambil keputusan ya..

Jadi, keesokan harinya kami dijemput jam 8 pagi untuk bergabung dengan turis lain yang juga mengambil paket yang sama..Tempat-tempat waktu itu adalah Koh Phi Phi, Maya Bay, Monkey Beach, James Bond Island, dan 3 pulau lainnya (saya lupa namanya)..Untuk tour ini, kami menggunakan speed boat cukup besar dengan kapasitas hampir 100 orang..Di setiap pemberhentian, kita akan diberikan waktu untuk sekedar leye-leye, belanja, berjemur, berenang atau bahkan snorkeling..Bagi yang ingin snorkeling, alatnya juga disediakan secara cuma-cuma..
Berikut ini adalah barang-barang yang perlu dibawa jika kamu ke Phuket :
1. Sunblock
2. Topi
3. Kacamata dengan UV protection
4. Baju renang (karena kalau beli disana, kebanyakan jualnya bikini..hihihi)
5. Sendal jepit
6. Celana pendek
7. Kaos yang menyerap keringat dan cepat kering jika basah

Selain pantai, ternyata masih banyak yang bisa dilakukan di Phuket..Di malam hari, di sepanjang jalan utamanya ada pasar malam yang menjual baju, jajanan dan buah..trus di sebrangnya berjejer restoran seafood yang layak dicoba..harganya pun ga terlalu mahal..
Secara keseluruhan sih saya masih lebih suka pantai-pantainya Indonesia..cuma sayangnya, kita belum garap dengan serius pantai-pantai itu sebagai tempat wisata..semoga ke depannya bisa digarap dengan lebih serius yaaa..

suasana kota Phuket restoran seafood yang berjejer ikannya keliatan dari kapal suasana di boat menu di restoran seafood kamar di Som Guesthouse lagi, menu di restoran seafood jajanan maya bay lagi, maya bay kalo sewa private boat, bisa berenang ditungguin pemandangan sepanjang perjalanan beniiing.. monkey island

Bangkok

Dari semua tempat yang pernah saya kunjungi, Thailand merupakan negara yang paling sering saya datengin karena paling “backpacker-friendly”..Gimana ngga, biaya hidup disana relatif murah, banyak yang bisa dilakukan, banyak makanan enak dan ada kawasan backpacker terkenal (Khaosan Road,) dimana kita bisa ketemu dan kenalan dengan para backpacker seluruh dunia..Asik kan..

Pertama kali ke Thailand (Bangkok), tahun 2007, hanya berdua dengan teman saya..Kita sih waktu itu ngincer ke Chatuchak Weekend Market-nya, tempat segala macem barang ada yang buka tiap Sabtu dan Minggu.. Kalo kamu gila belanja, kamu harus kesini dua hari penuh dan jangan lupa bawa tas yang ada rodanya..Barang-barang lucu dengan harga murah disini pasti bikin kalap..hehehe..
Waktu itu, kami belum berpengalaman sebagai seorang backpacker..padahal nginepnya di Sawasdee Khaosan Inn, daerah Khaosan Road. Waktu itu kita dapet kamar di lantai 4, bawa koper gede, dan jreeeeenggg..ga ada lift dong..Alhasil angkat-angkat ke kamar dan nyampe kamar udah berasa capeeeekkkk bgt..hehhehe..Kamarnya pun tidak terlalu besar, tapi cukup untuk berdua, walaupun kalo mau ke kamar mandi, kita harus ngelompatin koper dan barang-barang lainnya..ihiiiyy..

Tempat Wisata
Wisata di Bangkok, lebih banyak ke temple dan bangunan-bangunan Kerajaan. Ngomong-ngomong tentang Kerajaan, warga Thailand sangat sayang sekali dengan Raja-nya..ga heran kalo banyak banget foto-foto Raja di sepanjang jalan bahkan di rumah penduduk..Selain itu, saya juga ada pengalaman unik..suatu kali saya sedang terpisah dengan kakak saya di Chatuchak..lagi kebingungan, panik jalan cepet sambil celingukan kanan kiri, saya sadar kok cuma saya yang bergerak..semua orang di pasar itu diam berdiri mematung..Saya yang takut digebukin, akhirnya jug aberhenti sambil tetep kebingungan..ketika berhenti itulah saya sadar kalo ternyata sedang ada lagu yang dikumandangkan di pengeras suara di pasar itu..Dan belakangan baru saya tau kalo itu adalah lagu kebangsaannya Thailand..bikin salut..hehehe..kalo denger lagu itu, lagi ngapain aja, harus berhenti dan berdiri untuk menghormati..

Berikut ini adalah beberapa tempat wisata yang bisa didatangi di Bangkok :
1. Grand Palace → istana kerajaan dengan bangunan yang terkesan mewah
2. Wat Arun
3. Wat Pho
4. Chatuchak Weekend Market
5. Chao Phraya River → naik kapal di Chao Phraya, kapalnya akan berhenti di tempat-tempat wisata..kita bisa naik dan turun di tempat wisata yang ingin kita kunjungi
6. Khao San Road → kawasan backpacker di Bangkok, ada pasar malem dan banyak jajanan pinggir jalan yang layak dicoba dengan harga murah

Sarana Transportasi
Angkutan umum di Bangkok sangat tourist-friendly..ada BTS yang bisa digunakan buat ke sebagian besar tempat wisata dan perbelanjaan di Bangkok..ada juga tuktuk yang seperti taksi tapi dengan harga yang lebih murah..ada bis yang kondisinya hampir sama dengan bis ijo P6 ke Bekasi..trus ada juga ojek..ihiiiyy..hampir sama dengan di Jakarta ya..Ojek ini ga di semua tempat bisa ditemuin, hanya di dekat-dekat hotel dan tempat perbelanjaan, itu juga harus tanya dulu dengan security, kalo ada bisa minta tolong panggilin..saya pernah naik ojek untuk ngambil barang ke hotel karena harus buru-buru ke terminal bis..Pada saat jam pulang kerja, Bangkok juga macet lho..jadi hati-hati kalo harus ngejer penerbangan/kereta/bis pada jam-jam tersebut.

Cara Menuju Bangkok
Banyak cara menuju Bangkok..cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan pesawat langsung dari Jakarta ke Bangkok..
Cara lainnya, bisa menggunakan kereta dari Singapore – KL – Hat Yai – Bangkok dengan lama perjalanan 38 jam (belum termasuk transit). Atau dari KL dengan lama perjalanan 31 jam (belum termasuk transit).

Catatan
Jika ingin naik tuktuk, pastikan bahwa dia tidak membawa kita keliling-keliling dengan tujuan yang tidak jelas..saya pernah bilang mau ke Grand Palace, katanya hari itu Grand Palace tutup..jadi saya dibawa ke temple-temple kecil dan akhirnya dibawa ke toko berlian yang harganya ampun-ampunan..jadi kalo ada tukang tuktuk yang bilang tempat tujuan kamu tutup hari itu, jangan percaya..tetep aja kekeuh mau kesana..

patung Buddha tidur DSC03393 tuktuk, angkutan umum di Bangkok bergaya di Siam Paragon, mal paling happening di Bangkok mangga ketan, jajanan wajib di Bangkok masakan Thailaaanndd..*gleg* penginapan di Bangkok

kapal ini berhenti di tempat-tempat wisata di Bangkok, lewat Chao Phraya River
kapal ini berhenti di tempat-tempat wisata di Bangkok, lewat Chao Phraya River
ini jajanan enak banget, ada di depannya Grand Palace.  kayak otak-otak, pake cuka
ini jajanan enak banget, ada di depannya Grand Palace. kayak otak-otak, pake cuka

Maskapai Penerbangan Paling Berkesan

Sejauh ini, maskapai penerbangan dengan tujuan internasional yang pernah saya pakai adalah Garuda Indonesia, Air Asia, Jetstar, Tiger Airways, Cebu Pacific Airways, Singapore Airlines, Phillipines Airlines, Malaysia Airlines, Thai Airlines, Oman Air dan Emirates..Saya cerita tentang maskapai yang menurut saya unik yaaa..

Cebu Pacific Airlines
Maskapai berbiaya hemat dari Philipines ini menurut saya unik, karena di tengah perjalanan, pramugari akan mengajak para penumpang untuk main tebak-tebakan..Pramugari akan mengajukan 3 pertanyaan (mengenai pesawat), penumpang yang merasa bisa menjawab harus tunjuk tangan, dan akan mendapat hadiah bila jawabannya benar.
Pesawat yang digunakan oleh maskapai ini tipe pesawat yang sepertinya lebih kecil dibandingkan dengan yang lain..karena waktu itu saya duduk di bagian belakang, dan saya bisa melihat ke penumpang yang duduk di bagian depan dengan jelas..Sempet deg-degan juga..tapi Alhamdulillah, ketika take off dan landing, berjalan dengan sangat mulus..

Thai Airways
Sebenarnya penerbangan saya menggunakan maskapai ini berjalan biasa-biasa saja..Sampai ketika pesawat hampir mendarat, pramugari membagikan setangkai bunga anggrek asli yang masih segar..Bunga ini sudah ada penitinya, sehingga bisa langsung kita sematkan di pakaian atau tas..cantiiikk sekaliii..

Oman Air

Yang bikin berkesan tuh, di pesawat dibagiin muffin gede yang enaaakk banget..pingin nambah..hahaha..oiya, ada yang punya pengalaman ga sih..bole ga nambah kalo makanannya enak :p

Itulah tiga maskapai penerbangan yang paling berkesan selama saya bepergian..kalau maskapai yang lain, mungkin hampir sama ya pelayanannya..ada yang ingin berbagi cerita yang lain? ditungguuu..

Pergi Sendirian? Ternyata Asik Lho..

Dulu, kalo baca cerita orang tentang jalan-jalan sendirian, saya suka mikir “apa enaknya ya” atau “mati gaya ga tuh ya”. Tapi setaun belakangan ini, saya jadi lebih sering jalan-jalan sendirian dan ternyata menikmati perjalanan saya tersebut.

Tekad saya untuk memberanikan diri pergi sendirian muncul ketika ada beberapa rencana perjalanan yang batal karena teman saya pada batal berangkat..kalo kayak gini sih, yang utama saya bukan mikirin harga tiketnya yang angus (karena kebanyakan kita beli yang benar-benar promo).. Tapi lebih dari itu..kecewanya ituu..Lama-lama saya mikir “masa iya, temen gw ga jadi berangkat trus gw juga ga jadi..” Apalagi saya kerja di perusahaan yang waktunya sangat fleksibel, sayang banget kalo ga dimanfaatin kan.

Debut pertama saya jalan-jalan sendirian dimulai dengan perjalanan ke Jepang. Cuma dengan modal nekad, hasil browsing dan buku panduan (serta modal tampang, pastinya..*halah* hehehhe), saya pun berangkat selama tujuh hari ke tiga kota di Jepang. Cerita lengkap tentang Jepang, akan saya ceritakan pada bagian lain ya..

Setelah sukses, sayapun mulai merajalela..Hasrat saya untuk jalan-jalan semakin tidak terkendali (widiiihh..)..kalo dulu saya selalu tanya teman-teman saya, ada yang mau ke sini ga..ke situ ga..sekarang saya bisa cuek aja booking tiket setiap ada promo ke tujuan yang saya mau.

Perjalanan berikutnya yang saya lakukan sendirian adalah ke Vietnam, Kamboja, Bangkok dan Krabi. Perjalanan ini lebih nekad lagi..Kebanyakan melalui jalan darat euy. Hehehe..Tapi Alhamdulillah, saya selamat sampai pulang lagi ke Indonesia. Cerita tentang perjalanan ini juga akan saya ceritakan di bagian lain ya..

Mungkin orang yang denger cerita saya akan nyinyir komentar “ngapain juga jalan-jalan sendirian” tapi ternyata, dengan jalan-jalan sendirian itu saya lebih banyak dapet pengalaman dan lebih enjoy menikmati perjalanan saya. Saya bisa mutusin mau leye-leye aja sambil baca buku di café pinggir jalan..atau mau keliling-keliling tempat wisata..atau mau cobain bioskop di kota tersebut..atau malah mau sekedar liat-liat di tempat perbelanjaan..semuanya saya yang mutusin, tergantung mood saya hari itu.

Pergi sendirian juga bikin saya lebih fokus nikmatin tempat yang saya tuju. Apalagi saya tipe yang kalo jalan-jalan, kadang bukan ngejer fotonya..bukan ngejer tempat wisatanya..tapi lebih ke menikmati tempat itu..entah itu cuma ngelamun..”mikir”..atau ngamatin orang lalu lalang di pinggir jalan..hehehhe..aneh ya, tapi itu salah satu cara saya menikmati jalan-jalan.

Tapiiiii, pasti ada dong ga enaknya. Ya iyalaaaahhh..ga enaknya, kalo abis duit, ga bisa pinjem dulu..hehhe..atau ga bisa ada yang bantuin nawar kalo belanja di pasar malem..atau tiap foto harus pake timer, trus nyengir sendirian..oh dan yang pasti, ga ada yang jagain kalo kita kenapa-napa, apalagi di negeri orang.

Berikut ini tips kalo kamu pergi jalan-jalan sendirian (apalagi kalo kamu perempuan) :
→ Siapkan fotokopi pasport, taruh di tempat yang berbeda. Misalnya di dompet, di koper, dan di tas kecil kamu
→ Siapkan tiket dalam bentuk soft copy (bisa simpan di HP atau email) dan hard copy
→ Browsing sebanyak-banyaknya mengenai tempat yang akan kamu tuju
→ Siapkan itinerary detil, misalnya kalo mau mengunjungi tempat A, naik apa dan turun dimana
→ Sebaiknya sudah memesan hotel dari sebelum berangkat. Catat alamatnya dan bagaimana cara kesananya. Jika nama hotelnya tidak menggunakan huruf latin, misalnya China, Jepang, Korea, maka print-lah nama dan alamat hotel tersebut agar bisa ditunjukkan ke supir taksi, bis atau untuk sekedar bertanya kepada orang lokal.
→ Hindari tempat-tempat gelap dan gang-gang sempit. Juga hindari bepergian pada malam hari.

Intinya, jangan takut kalo memang harus pergi sendirian..kalo kamu emang mau berangkat, ya berangkat..jangan tergantung orang..Insya Allah pelajaran dan pengalaman yang didapet lebih banyak kok ☺

Hongkong

Sebentar lagi liburan sekolah nih..biasanya, kalo liburan sekolah, pasti pingin ajak keluarga untuk jalan-jalan..Buat yang bingung mau liburan kemana, Hongkong bisa jadi pilihan ideal. Banyak tempat menarik yang bisa didatengin bersama keluarga dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, “hanya” sekitar 4 jam penerbangan.

Saya sendiri sudah beberapa kali mengunjungi Hongkong, dan tidak pernah merasa bosan. Kalau ada teman yang tanya, apa kota favorit yang pernah saya, datangi, saya selalu bilang Hongkong.. Gimana ngga, menurut saya Hongkong merupakan kota yang lengkap (hiburannya, shoppingnya, dan pengalamannya), tidak terlalu besar, punya transportasi umum yang memadai, romantis (ciyeh..), bebas visa untuk WNI, dan yang paling penting : tourist friendly. Papan petunjuk ada dimana-mana dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Mandarin, jadi jangan takut nyasar kalo lagi jalan-jalan disana.

Itinerary
Berikut ini adalah tempat-tempat yang bisa dikunjungi di Hongkong :
• Disneyland Hongkong
Untuk datang kesini, bisa menggunakan MTR TungChung Line, berhenti di Sunny Bay, dan lanjut menggunakan kereta Disneyland
Harga tiket masuk sekitar 580 ribu. Cobalah membeli online via website, karena biasanya lebih murah.

• Avenue of The Stars
Disini kita bisa berfoto dengan cetakan telapak tangan dari bintang-bintang film terkenal HongKong. Selain itu setiap jam 20.00 akan ada pertunjukan lampu-lampu yang mengikuti irama musik. Pertunjukan ini dilakukan selama 15 menit dan cukup menarik untuk ditonton.
Untuk datang kesini, naik MTR ke East Tsim Tsa Tsui, lalu keluar di exit J.

• Victoria Peak
Bagi yang ingin melihat kota Hongkong dari ketinggian, disini tempatnya. Saya sih lebih suka kesini pada sore menjelang malam hari. Ngemil-ngemil santai dulu di restoran yang ada di sini, lalu pada malam hari, melihat pemandangan kota dengan yang sudah nyala lampu-lampu-nya di The Peak.
Di sini juga ada Madame Tussaud Museum, untuk yang ingin berfoto dengan bintang-bintang seluruh dunia. Walaupun hanya patung lilin, tapi sangat mirip dengan aslinya lho.
Untuk datang kesini, kita harus menumpang tram dari Tram Terminal yang ada di Garden Road. Tram ini akan membawa kita menuju Victoria Peak dengan mendaki jalanan menanjak yang mempunyai kemiringan 45derajat. Suatu pengalaman tersendiri buat saya.

• Giant Buddha
Ketika kita membayar tiket masuk ke Giant Buddha, tiket ini sudah termasuk dengan 2 macam makanan ala vegetarian yang bisa ditukar di kantin. Favorit saya, sup tahu yang disajikan dengan pilihan panas atau dingin, yang rasanya seger dan berasa sehat banget.
Untuk menuju kesini, bisa menggunakan Ngong Ping Cable Car dari Tung Chung Station, yang konon katanya merupakan perjalanan dengan cable car terpanjang di Asia. Jika ingin pengalaman yang lebih, bisa memilih Crystal Cabin, yaitu kereta gantung yang bawahnya transparan sehingga bisa melihat pemandangan sepanjang perjalanan dengan lebih jelas dan puas.

Belanja
Bagi yang suka belanja, Hongkong adalah surganya. Selain banyak toko-toko di sepanjang jalan, juga banyak night market yang buka hingga larut malam. Jika berbelanja di night market, cobalah menawar hingga sepertiga harga yang ditawarkan penjual, walopun dimaki-maki..hehehe..namanya juga usaha kan.. Bahkan pernah kejadian, saya menawar hingga sepertiganya, ga dibolehin, saya pergi, dan dia tarik capuccon jaket saya, bahkan rambut saya sampe ketarik.. nyebelin memang..tapi akhirnya dibolehin kok..hehehhe..

Berikut ini adalah beberapa tempat belanja yang ramai dikunjungi pengunjung :
• Ladies Market (Tung Choi Street, Mongkok, Kowloon)
• Temple Street Night Market (Yau Ma Tei, Kowloon)
• City Gate Outlet,
Merupakan factory outlet dari beberapa brand terkemuka. Jika Kamu mencari brand Mango, Esprit, Zara, Crocodile, Crocs dan lainnya dengan harga miring, maka disinilah tempatnya.
Untuk datang kesini, bisa menggunakan MTR TungChung Line, dan berhenti di Tung Chung Station. City Gate Outlet akan terlihat setelah Kamu keluar stasiun, sebelum naik Ngong Ping Cable Car menuju Giant Budha.

Selain tempat-tempat yang saya sebutkan di atas, kita bisa juga sekalian jalan-jalan ke Macau..hanya menyebrang menggunakan ferry..Tapi cerita lebih lengkap tentang Macau akan saya post di lain kesempatan ya..

Suasana
Ketika pergi kesana, saya merasa orang-orang disana bergerak dengan ritme yang lebih cepat. Mau ga mau, sayapun jadi kebawa. Untuk cuaca, antara November-April, angin di Hongkong cukup kuat. Jangan lupa untuk membawa jaket dan syal untuk melindungi dari hawa dingin. Sementara antara Mei-Juli, merupakan musim panas dengan curah hujan yang tinggi. Jangan lupa untuk membawa payung kalau ada rencana mengunjungi Hongkong pada musim tersebut.

Fireworks di Disneyland Bapak, bergaya di Madame Tussaud Parade di Disneyland Kereta menuju Disneyland Sup Tahu di Giant Buddha Mau naik cable car dari TungChung Station Suasana pagi hari di Hongkong Pemandangan dari The Peak Tram menuju The Peak Cable car Cable Car dari Giant Buddha Giant Buddha Lampu-lampu yang bergerak sesuai musik Avenue of The Stars

Wakatobi

Ga pernah kebayang sebelumnya, kalo saya bisa pergi ke Wakatobi..gimana ngga, saya bukan diver yang hafal tempat-tempat diving yang keren..saya suka pantai, tapi pengetahuan saya tentang pantai di Indonesia ya cuma itu-itu aja..

Ketika diajak ke Wakatobi, sayapun langsung meng-iyakan..menurut saya, Wakatobi termasuk ke dalam kategori tempat yang ga mungkin saya kunjungin sendirian, jadi mumpung ada temennya..Ternyata nama Wakatobi merupakan singkatan dari pulau-pulau disana..Wangiwangi – Kaledupa – Tomia – Binongko.  Karena waktu kami yang terbatas dan perjalanan antar pulau menggunakan kapal kayu cukup memakan waktu, maka kami memutuskan untuk pergi ke Pulau WaKaTo, tidak ke Binongko

Persiapan pergi ke Wakatobi tidak semudah perkiraan saya.  Gimana ngga, penerbangan yang langsung kesana sangat terbatas.  Kami menggunakan penerbangan Express Air untuk menuju Wangiwangi (transit Makassar), dan melanjutkan penerbangan ke Wangiwangi menggunakan pesawat baling-baling berkapasitas sekitar 20 orang.  Sementara pulangnya, dari Wangiwangi  menggunakan maskapai yang sama ke Makassar dan dilanjutkan dengan Sriwijaya Air menuju Jakarta..Sebenarnya Express Air mempunyai jadwal penerbangan dari Wangiwangi ke Jakarta, namun hanya beberapa kali seminggu, dan tidak sesuai dengan jadwal kepulangan kami.
Oiya, karena sistemnya yang belum online, untuk penerbangan pulang saya harus menghubungi Express Air di Wangiwangi untuk melakukan pemesanan.  Hal ini sangat tergantung sinyal disana, karena alat komunikasi yang digunakan adalah telepon genggam.

Harga tiket yang saya dapatkan waktu itu untuk pergi ke sana 1.999ribu (Jakarta – Wangiwangi), sementara untuk pulangnya 1.699 ribu (Wangiwangi – Makassar) dan 599 ribu (Makassar – Jakarta).

Berikut ini adalah itinerary saya selama disana :

Hari I :

Tiba di Wangiwangi, menginap di Patuno Resort.  Diving (biaya diving jika Anda sudah license : 350ribu dan 450ribu jika belum, sudah termasuk sewa peralatan dan baju).  Malamnya mengunjungi pasar malam di Wangiwangi

Hari II  :

Mengunjungi air dalam goa, siang berangkat ke Tomia menggunakan kapal kayu selama 3 jam perjalanan.  Tiba di Tomia, menginap di Tomia Dive Centre.  Diving lagi di 2 spot (Marimakbuk dan satu lagi saya lupa namanya).  Untuk spot diving di Tomia, bisa googling.

Hari III :

Pagi, mengunjungi Puncak Kahyangang, lokasi syuting Mirror Never Lies.  Siangnya berangkat ke Wangi-wangi lagi untuk bertemu dengan rombongan lain.  Berangkat ke Kaledupa.  Menginap di salah satu rumah penduduk (di atas air).

Hari IV :

Berkeliling Kaledupa dan Hoga Island (snorkeling dan diving).  Berkunjung ke desa terapung Suku Bajo.  Kembali ke Wangiwangi karena keesokan harinya penerbangan pagi hari ke Makassar.

Hari V :

Kembali ke Jakarta melalui Makassar.  Menyempatkan diri ke Trans Studio karena waktu transit yang cukup lama (sekitar 5 jam).

 

Suasana :

Cuaca di Wakatobi sangat panas.  Jangan lupa untuk selalu membawa sun block kemana-mana dan mengulang -ulang pemakaian sesering mungkin untuk menghindari kulit terbakar.  Ketika berkunjung ke suku Bajo, bisa juga membeli bedak dingin untuk digunakan di wajah  Cukup efektif untuk melindungi wajah dari sengatan matahari.

Untuk siang hari, gunakan pakaian yang menyerap keringat dan pada malam hari siapkan pakaian yang bisa melindungi tubuh dari angin laut.  Jika sudah punya pakaian diving sendiri, jangan lupa dibawa.  karena mungkin disana agak sulit untuk mencari ukuran baju dan kaki katak yang sesuai dengan kita.  Kaki katak yang paling kecil, masih terlalu besar untuk kaki saya yang berukuran 37.

pemandangan depan kamar, Patuno Resort sejauh mata memandang air dalam goa Kapal yang akan mengantar ke Tomia menjelang senja Lumba-lumba di pagi hari kayak di Phuket yaaa.. sunset cumi-cumi hasil melaut menu serba laut.. air..air..dan air.. Kamar di Patuno Resort airnya beniiing diving Puncak Khayangan Rombongaaannn Foto dengan Suku Bajo Langitnyaaaa

 

 

Winter in Seoul

Kesempatan pergi ke Seoul datang ketika saya tidak sengaja membuka FB salah seorang teman SMP saya..Nani namanya..ternyata Nani sedang menyelesaikan S2-nya di Ewha Woman University, Seoul, karena mendapatkan beasiswa. Langsung saja saya bilang kalo saya mau berkunjung kesana, boleh numpang nginep ga..hehehhe..dan ternyata katanya boleh, asal kesananya pas liburan akhir tahun..ketika teman sekamarnya pulang ke negaranya.

Singkat cerita, akhirnya saya mengurus visa dengan dibantu oleh teman saya yang kerja di travel agent..heheheh deg-degan dan sempet ribet banget karena itu pengalaman pertama saya membuat visa. Ketika visa approved, barulah saya membeli tiket dan membuat itinerary berdasarkan rekomendasi dari internet. Oiya, karena mengurus tiket travel agent, saya bisa minta tolong teman saya untuk menyiapkan bookingan tiket PP dan hotel selama di Seoul. Waktu itu saya khawatir visa saya ga approved, jadi belum berani untuk beli tiket pesawat dll.

Setelah berdiskusi dengan Nani, saya akan berangkat ke Seoul pada tanggal 14 Desember – 24 Desember 2009. Waktu yang pas dengan liburan perkuliahan, sehingga Nani bisa menemani saya jalan-jalan selama disana.

Itinerary :
Berikut ini adalah itinerary saya selama di Seoul :

  • Hari pertama :  Mendarat di Seoul, taruh barang-barang, cari makan di sekitar penginapan, malam ke HanGang River (bisa cobain cruise kalau cuaca memungkinkan)
  • Hari kedua
    City tour : Gyeongbokgung Palace dan sekitarnya
    Makan siang di dekat Kedubes RI di Seoul
    Lanjut city tour
  • Hari ketiga
    Nami Island (lokasi syuting Winter Sonata)
  • Hari keempat
    Belanja dan cari oleh-oleh ke Myeongdong, Namdaemun dan Dongdaemun Market
    Namsan Tower
  • Hari kelima
    Everland
  • Hari keenam
    Olympic Stadium
  • Hari ketujuh
    Korean Folk Village
  • Hari kedelapan
    Night market di sekitar penginapan (Ewha Woman University)

Suasana :
Ketika saya pulang ke Jakarta, banyak yang nanya, “Korea kayak di film-film gitu ga” hehehhe..saya jarang nonton film Korea..jadi kurang tau sama apa ngga..yang jelas, jalan-jalan di Seoul berasa romantiiiisss…mungkin karena waktu itu musim dingin ya..cowo-cowoknya pada pake coat panjang dengan tas tenteng..gaya-gaya, tapi jarang yang cakep..hehhe..

Kalau ada yang kesana pas musim dingin, siap-siap long john dan baju tebal berlapis-lapis. Musim dingin di Seoul bisa sampe minus 18 derajat dengan angin yang cukup kencang menusuk tulang. Ketika salju turun, malah tidak terlalu dingin karena anginnya cenderung ga ada.

Makanan :
Kalau mau jalan-jalan kesana, selain makanannya enak-enak, cobain juga jajanan pinggir jalan yang kayak sate gitu..sama nasi kepalnya..ini makanan favorit saya selama di sana..Nasi kepalnya ada isi dengan macam-macam pilihan..ada tuna pedas, ayam, daging, dll..Waktu itu sih toko nya ada pas di depan Ewha Woman University sebrang pintu masuknya, sebelah kanan..

Makan di Seoul, rata-rata sekitar 5ribu – 10ribu Won..tapi bisa dibagi 2 karena porsinya banyak..belum lagi makanan pembukanya juga macam-macam dan air putih sepuasnya, gratiiisss…saya pernah bungkus makanan pembuka karena ada ubi madu gitu..enak deh..dan lumayan buat makan pagi..hehhe

Belanja :
Jalan-jalan di pertokoan di Seoul, berasa pingin ngerubah isi lemari..hehhe..pakaian dan pernak pernik yang dijual lucu-lucu dengan warna-warna khas Korea. Harga yang ditawarkan pun relatif lebih murah dibandingkan di Jakarta. Pokoknya yang gila belanja dan fashion, belanja ke Seoul deh.

Untuk yang suka make up, Seoul juga tempat yang sangat menjanjikan. Beberapa brand terkenal, dijual murah disini, dengan kemasan dan warna yang lebih menarik. F*ce Shop misalnya, banyak ditemuin di toko-toko pinggir jalan yang produknya disesuaikan dengan musim saat itu.

Begitulah kesan saya mengenai Seoul. Saya yang tadinya ga terlalu sering nonton dan ga terlalu suka sama apapun berbau Korea, jadi bisa ngerti kenapa banyak banget yang tergila-gila dan pingin banget ke sana ☺

Suasana di Nami Island Nami Island Foto-foto Winter Sonata Pintu masuk Nami Island Ski buatan di Korean Folk Village Nasi kepal andalan Rute bis Blitz Megaplex-nya Korea Air-nya jadi es Olympic Park Menu makan siang Menu makan siang lagi Namsan Tower Kuil di Myeongbokgung Palace Myeongbokgung Palace Kamar di Ewha Woman University Incheon Airport

Mimpi

Ternyata, keinginan saya untuk jalan-jalan itu sudah mulai tumbuh sejak saya SD..Beberapa waktu yang lalu, kakak saya menemukan surat yang saya tulis untuk dia ketika saya masih SD. Jujur aja, saya sudah lupa dengan surat itu..Dengan bahasa Inggris yang sangat ngaco, saya membuat sebuah puisi yang isinya “kalau saya sudah besar, saya ingin keliling dunia..ke New York..ke Jepang..ke Paris..dan saya akan ajak keluarga saya untuk jalan-jalan sama saya”

Pas baca puisi itu, saya hampir menangis..bukan apa-apa..saya ga pernah menyangka bahwa apa yang saya tulis di situ hampir seluruhnya sudah jadi kenyataan..Dua negara yang saya tulis di situ, sudah pernah saya datangi..siapa yang menyangka? Ketika menulis puisi itu, bahkan ke Jakarta pun saya belum pernah..

Mulai saat itu, saya ga pernah takut untuk punya mimpi. Yuk bermimpi setinggi mungkin, biar hidup kita jadi lebih hidup..kalo ngambil kutipan dari Alchemist mah katanya “it’s the possibility of having a dream come true that makes life interesting” ☺

Skip to toolbar