Kolkata

Sampai di Kolkata

Kami mendarat di Bandara International Netaji Subhash Chandra Bose, Kolkata..bandaranya tidak begitu besar..kayak bandara di Lampung gitu deh..begitu keluar, sudah ada yang menjemput kami dari pihak hotel..hehehe..fasilitas penjemputan ini kami bayar dengan harga 750 INR untuk berdua..kalau tidak ada yang menjemput, bisa mampir ke counter pre paid taxi yang letaknya ada di sebelum pintu keluar bandara..

Keluar dari bandara, berasa kayak naik ke mesin waktu, dan turun di tahun 60-an..semuanyaaa serba jadul..bis kotanya model jaman dulu, ga pake AC dengan banyak warna-warna dan tulisan di badan bis..belum lagi kendaraan pribadinya..walopun merk-nya Suzuki, tapi banyak banget yang model lama dengan warna-warna netral, kayak putih, hitam, putih, hitam, abu-abu..hehehe..trus bangunan-bangunannya..kayak di kota tua gitu..dengan burung-burung gagak beterbangan di atasnya..huwaaaa..

Lalu lintasnya sendiri ga terlalu macet..waktu yang ditempuh dari bandara ke penginapan kami di Sudder Street sekitar 1,5 jam perjalanan..oiya, Sudder Street ini merupakan daerah backpacker di Kolkata..jadi banyak banget tempat makan dan penginapan dengan harga terjangkau..kami menginap di Astoria Hotel dengan harga 2650 INR untuk 2 orang..cukup mahal, tapi sebanding dengan kamarnya yang bersih, nyaman dan termasuk makan pagi..

Setelah check in, kami memutuskan untuk cari makan di sekitar penginapan..baru jalan sebentar, hiyaaahh..hujan turun..karena tidak membawa payung, kami pun berteduh di depan salah satu restaurant..Blue Sky namanya..intip-intip, eh kayaknya enak juga deh makan disitu..kami pun masuk dan memesan chicken curry, roti prata dan cheese nan..minumannya, lemonade dan jus mangga..hihihihi..lapeeerrr..sambil menunggu makanan datang, kami lihat-lihat suasana di resturant tersebut..banyak orang Jepang!! takjub saya..gimana rasanya ya orang Jepang yg terbiasa dengan negaranya yg super canggih, dateng ke Kolkata yang kayak taun 60-an..tapi sepertinya mereka seneng-seneng aja dan menikmati tuuhh..

Sebelum berangkat ke India, salah satu yang menjadi kekhawatiran saya adalah makanannya..saya ga terlalu suka dengan kari-kari gitu..pernah coba makan di Little India, Singapur, eh ga kemakan sama sekali karena rasanya ga sesuai dengan lidah saya..Ternyataaa…uenaaakkk..makanan yang dipesan habis tanpa sisa sama kami berdua..cuma rasa jus mangga-nya aja yang agak aneh..tapi okelah..

Ga sampe disitu aja ga nyangkanya..ga nyangka kedua adalah ketika mau bayar..tebak berapa harga yang harus kami bayar untuk makanan tersebut..225 INR sajaaa..atau sekitar 45ribu..huwaaaa…jadi inget baru-baru ini makan di salah satu restaurant yang menyediakan makanan India di Pejaten Village..untuk mie goreng mamak+teh tawar anget, saya harus bayar 49ribu..huh!

Setelah kenyang dan hati puas, kami pun berkeliling ke pasar malem di deket-deket situ..tidak lupa membeli sim card agar hubungan dengan keluarga di Indonesia bisa lebih murah..ada yang lucu ketika membeli sim card ini..disuruh isi form ini itu..fotokopi paspor..dan harus foto juga dengan ukuran 3×4..hiyaaahh..trus liat-liat toko sim card ini, mereka masi jual isi film yang ASA 200, ASA 400 itu lho..hihihih..beneran kayak di jaman duluuu..

Dalam perjalanan kembali ke hotel, membeli air minum botol..1 botol dengan isi 1 liter, dijual dengan harga 20 INR..nah, kalo di India, kemana-mana harus bawa minuman botol ini..jangan coba-coba minum selain air minum dalam kemasan ya 🙂

Suasana sekitar Sudder Street pada malam hari sangat ramai..walopun banyak sampah-sampah berserakan dan hewan-hewan berkeliaran, namun tidak menghalangi para pendatang untuk duduk-duduk makan di warung pinggir jalan..saya pernah lihat ada warung yang menjual makanan Korea juga lho jadi salah satu menunya..dan ada beberapa turis Korea yang duduk disitu dan becanda-canda dengan turis bule dan penjual makanannya..Ternyata bener apa yang pernah saya baca tentang Sudder Street, “It’s a world where the colour of your skin, your religion, your nationality doesn’t matter, where the walls of a class-conscious society break down unconsciously”

Puas berjalan-jalan, kami pun kembali ke penginapan..besok, kami akan berkeliling Kolkata dengan berjalan kaki..harus siap-siap stamina yang prima nih mengingat usia sudah tidak muda lagi *halaaahh

 

Hari pertama

Hari ini kami berencana untuk mengunjungi :

1.  Victoria Memorial Hall

2.  Mother Theresa’s House

3.  Oxford Book Store

4.  St. Paul Cathedral

5.  Howrah Bridge

 

Karena letaknya yang sepertinya tidak terlalu jauh, kami memutuskan untuk berjalan kaki ke tempat-tempat tersebut..ada yang lucu dari pengalaman jalan kaki ini..kalo nanya ke orang India, dan mereka bilang “its only 5 minutes walk” atau “10 minutes walk”, jangan percayaaa…!! itu sekitar 30 – 45 menit lagi lah..hehehe..

Dalam perjalanan menuju Victoria Memorial Hall, kami melihat ada petunjuk menuju Mother House..waahh..sepertinya lebih dekat kalo ke Mother House dulu baru ke Victoria..kamipun merubah tujuan ke Mother House terlebih dahulu..ternyataaa…papan petunjuk ada di mana..Mother’s House nya ada dimana..alhasil di tengah perjalanan, kami mampir dulu ke Mc Donalds untuk sedikit melepas lelah..

Mc D di India, tidak menyediaka ayam..tapiiii..ada Egg Burger yang sepertinya enak..saya dan Kiki pun memesan Egg Burger, french fries, coke dan vegetarian risol gitu deh..Harganya..hehehe..semua itu “hanya” 37 ribu rupiah saja berdua..senangnyaahh..

Setelah melepas lelah, kami pun melanjutkan perjalanan ke Mother’s House..

Disini kita bisa melihat kamar Mother Theresa ketika beliau sakit dan akhirnya meninggal dunia..karena banyak yang berdoa, jadi kita ga boleh berisik dan ngobrol keras-keras ya..Trus, klo ada waktu, kita bisa juga jadi volunteer..ada waktu pendaftarannya yang ditulis di papan pas pintu masuk..

 

Setelah Mother’s House, kami menuju Victoria Memorial Hall..lewat pasar-pasar lagiiii..dalam perjalanan menuju kesana, kami mampir ke Oxford Book Store..pas masuk, woooowww..ini seperti surga bagi para pecinta buku..di lantai 2-nya terdapat cafe yang menyediakan berbagai minuman (sebagian besar teh) dan kue-kue kecil sebagai teman untuk membaca buku..

 

Setelah puas ngemil dan liat-liat buku, kami melanjutkan perjalanan ke Victoria Memorial Hall..sebelum masuk, kami harus membeli tiket terlebih dahulu..untuk turis, harga tiketnya 750 INR..sementara untuk Indian, harga masuknya hanya 20 INR..huhuhuhuhu..beda bangeeettt..tiket tersebut bisa digunakan untuk ke taman dan museumnya..

Disini ada taman luas dengan danau yang bisa buat duduk-duduk ngadem atau sambil ngemil..oiya, ada Indian yang ngajakin kami foto bareng gitu sekeluarga..hehehe..disini selain turis dari negara lain, banyak juga lho orang India yang datang berkunjung..

 

Tujuan selanjutnya adalah St. Paul Cathedral..ini letaknya tidak begitu jauh dari Victoria Memorial Hall..tinggal nyebrang dari pintu keluar samping, sampe deh di St. Paul Cathedral..kita bakal ngelewatin Birla Planetarium juga..kalo waktunya pas, ada pemutaran film dalam Bahasa Inggris..

Tidak banyak pengunjung yang datang kesini..ketika kami kesana, hanya ada satu keluarga India..seorang turis bule..dan tiga orang pemuda India yang duduk-duduk..karena tidak banyak yang bisa dilihat juga, maka kami memutuskan untuk langsung pergi ke tujuan terakhir..Howrah Bridge..

Untuk menuju Howrah Bridge, karena letaknya yang cukup jauh, maka kami memutuskan untuk menggunakan taksi..supir taksi meminta harga 110 INR yang langsung kami setujui..namun ternyata, ketika sampai di tujuan, maksud dari supir taksi tersebut adalah 110 INR per orang..doeeengg..kami pun menolak membayar karena merasa harga kesepakatan adalah 110 INR per taksi..pelajaran, lain kali kalo menggunakan taksi, harus dipastikan apakah harga tersebut harga per orang atau per taksi..

Howrah Bridge tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya..jembatan besar ini penuh dengan orang yang lalu lalang, sehingga untuk mengambil foto pun susah..akhirnya, kami hanya mengambil foto dari jauh..dan bergegas naik taksi menuju penginapan..

Kami meninggalkan Howrah Bridge dengan menggunakan taksi menuju penginapan..karena turun hujan, maka sesampainya di penginapan, kami menunggu hujan reda terlebih dahulu baru keluar lagi untuk makan malam..makan dimanaaa…ya di Blue Sky Restaurant dong..menu malam ini adalah udang chili garlic..nyam..nyam..

 

Setelah makan malam, kami langsung ke penginapan untuk packing dan beristirahat..karena keesokan harinya kami harus berangkat jam 5 pagi ke bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Goa..

See you Kolkataaa!!

Jakarta – KL – Kolkata

Tanggal 22 September lalu, adalah hari yang sudah saya tunggu-tunggu..gimana ngga, hari itu saya berangkat ke salah satu negara impian saya, India..tiket waktu itu saya beli ketika Air Asia (lagi-lagi) mengadakan promo..harganya sekitar 1,8 juta untuk rute Jakarta – Kuala Lumpur – Kolkata – Kuala Lumpur – Jakarta..Lumayan kan tuh 🙂

Pagi-pagi pukul 3, saya sudah di whatsapp-in sama teman seperjalanan saya, Kiki, untuk bangun dan janjian jemput ke rumahnya menuju Pasar Minggu..Kami bersama-sama akan menggunakan Damri ke bandara untuk menghemat biaya..perjalanan menuju bandara sangat lancar..Pukul 6, kami sudah sampai dan sudah melakukan check in untuk penerbangan jam 8.35..heheh..terlalu bersemangat sepertinyaaa..kepagian nyampe bandara..kami pun menghabiskan waktu dengan sarapan di sekitar pintu masuk imigrasi terminal 3..

Setelah menunggu selama 2 jam lebih, kami pun dipersilakan masuk ke pesawat menuju KL..dulu pas beli tiket, Air Asia belum ada fasilitas Fly Thru..jadi nanti setibanya di KL, kami harus mengambil bagasi dan melakukan check in lagi untuk penerbangan selanjutnya ke Kolkata.

Singkat cerita, sampailah kami di KL dan menunggu waktu check in dengan makan siang di Mc Donalds LCCT..heheh..ini salah satu rutinitas yang tidak pernah terlewatkan..karena kayaknya rasa ayam di situ beda dengan yang di Jakarta ya..lebih spicy gitu..jadilah masing-masing 2 ayam goreng ludes kami habiskan..laper apa doyaann ituuu..hehehe..

Karena masih ada waktu, kami menunggu boarding dengan ngemil rujak..rujaknya ini kita ngambil sendiri, trus milih mau bumbu apa, trus ditimbang untuk menentukan harganya..rasanya lumayan enak..asem dan pedesnya bisa buat mata melek..posisi counter rujak ini ada di sebrang counter check in kalo kita mau ke Indonesia..

Daaannn..tibalah saatnya kami boarding..ihiiiiyy..sudah ga sabar mau cepet sampe dan lihat sendiri India itu kayak gimana..kamipun naik ke pesawat dan melihat pemandangan yang cihuy banget..satu pesawat, orang Indiaaa semuaaa..mungkin yang bukan orang India tidak lebih dari 10 orang..yihaaa!! sudah berasa auranyaaa..

Penerbangan dari KL ke Kolkata memakan waktu sekitar 4 jam dengan perbedaan waktu 2.5 jam sebelum KL..jadi jika dibandingkan dengan Jakarta, Kolkata 1,5 jam sebelum Jakarta..Ada yang unik ketika pesawat hampir mendarat..pramugari dan pramugara menyemprotkan spray pengharum ruangan gitu ke seluruh ruangan pesawat..haha..saya sama Kiki sampe liat-liatan..kenapa tuh ya pake disemprot segala :p

Akhirnyaaa..kamipun mendarat di Kolkata..petugas lapangan di bandaranya ada yang pake kain saree lho..tapi dilapis dengan rompi gitu..hihihihi..

Dan..ketika turun pesawat..yak, petualangan kami-pun dimulai..

 

 

 

 

 

 

 

Mengurus Visa India

Akhirnyaaa…hari menjelang kebrangkatan saya ke India pun datang..Tiket yang sudah saya beli tepat setahun yang lalu itu akhirnya di print juga..heheheh..Dua minggu sebelum keberangkatan, sayapun mengurus visa ke Kedutaan India di Jakarta..Letak kantor kedutaan ini ada di Jl. Rasuna Said no S-  1 atau ada juga yang mencantumkan Jl Besakih no S-1..Karena letaknya di hook dan pengkolan gitu (halah pengkolan), maka bisa diakses dari kedua jalan tersebut.  Ancer-ancernya, kedutaan India ini terletak persis setelah Erasmus Huis, kalo dari arah Mampang.

Kenapa saya memilih untuk mengurus visa India di Jakarta? padahal kan India sudah memberlakukan Visa on Arrival untuk WNI.  Sederhana, karena lebih murah..hehehe..Untuk mengurus visa langsung, dikenakan biaya 492 ribu rupiah, sementara jika mengurus visa on arrival ketika mendarat di India, biayanya 60USD.  Selain itu, biar lebih tenang kali ya..saya pernah baca ada turis Singapore yang ditolak masuk ke India..padahal untuk Warga Negara Singapore, India juga sudah memberlakukan Visa on Arrival.

Sebelum datang ke Kedutaan India, kita terlebih dahulu harus mengisi form aplikasi visa secara online.  setelah diisi, kita print form tersebut dan dibawa ke Kedutaan dengan dilengkapi syarat-syarat berikut ini :

1.  Paspor yang masih berlaku selama 6 bulan setelah kedatangan

2. Pas foto dengan latar belakang putih, ukuran 2 inch x 2 inch (saya lihat ada juga yang 4×6 dan lolos), bewarna, 2 lembar.  1 lembar ditempel di form aplikasi dan 1 lembar akan diminta di loket penyerahan form

3. Print out tiket PP dan tanda booking hotel

4. Rekening tabungan 3 bulan terakhir

5. Akte kelahiran dan kartu keluarga

 

Adapun proses pembuatannya adalah sebagai berikut :

1.  Penyerahan dokumen hanya dilakukan pada pukul 09.00-11.00 setiap hari kerja

2. Setelah mengantri di gerbang Kedutaan, kita akan diminta masuk satu persatu, mengisi buku tamu, menitipkan tas (hanya boleh membawa dokumen visa dan uang biaya visa), pemeriksaan keamanan, dan dipersilakan masuk ke dalam ruangan

3. Di dalam ruangan, kita mengambil nomer yang ada di dekat loket penyerahan dokumen.  Setelah itu tunggu sampai nomer kita dipanggil

4. Serahkan dokumen dan form yang telah diisi dan diprint, setelah itu kita akan diminta untuk menunggu sampai dipanggil kembali oleh kasir untuk membayar visa

5. Setelah dipanggil oleh kasir, kita akan diberi slip pembayaran senilai 492ribu.  Lalu petugas kasir akan memberitau kapan visa bisa diambil (biasanya, keesokan harinya)

6. Pada waktu yang telah ditentukan, ambil visa di loket penyerahan dokumen.  Waktu pengambilan jam 16.00 dan bisa diwakilkan.

 

Demikian cerita saya tentang mengurus visa India..sekarang tinggal nunggu berangkat nih..heheheh..wish me luck 🙂

Nonton Yuk..

Ketika jalan-jalan, apa kegiatan lain yang bisa kamu lakukan selain menikmati pemandangan alam dan budayanya..sebagian besar pasti bilang : wisata kuliner..trus mungkin ada lagi yang bilang : cobain macem-macem sarana transportasinya..atau mungkin ada yang pingin cobain hotel dan restoran termahalnya..

Untuk saya, kalo saya punya waktu lebih, saya pasti cobain bioskopnya..kenapa bioskop? karena saya suka banget nonton..dan jangankan setiap negara, setiap bioskop pasti punya ciri khas masing-masing dong..

Sejauh ini, saya pernah cobain nonton di Seoul, Singapore, Oman dan hampir di Kamboja 😀
Saya share disini gimana ceritanya ya..

1. Seoul
Waktu itu film yang saya tonton adalah Avatar 3D..bioskopnya hampir sama dengan Blitz kalo di Indonesia..cara antriannya pun sama..tapi disini, sebagian besar orang beli tiketnya dengan cara online atau menggunakan mesin yang ada di bioskop..sehingga antriannya lebih banyak di mesin daripada di counter..hehehhe..
Harga tiket waktu itu 12ribu Won, jadi sekitar 96ribu kalo dirupiahkan..Oiya, karena waktu itu saya kesana pas winter, jadi di dalem teaternya bukan AC yang dinyalakan, tapi penghangat ruangan..Trus karena pake jaket tebel banget, berasa tempat duduknya sempit..hihiih..Ruangan teaternya sendiri lebih besar di Jakarta dan mungkin karena film yang saya tonton adalah yang 3D, jadi ga ada teksnya..

2. Singapore
Saya nyobain nonton disini baru-baru ini..Filmnya Batman : The Dark Night Rises..hihihhi..nyobain nontonnya pun di Imax dengan harga tiket 17SGD, sekitar 130ribu rupiah..lebih mahal dibandingkan Imax Jakarta yang “hanya” 60 ribu kalo hari biasa..
Bioskopnya sendiri lebih besar dengan suasana yang sangat nyaman..walaupun ketika masuk ke ruang teaternya, besaran Imax Jakarta sih..hehhee..tapi kualitas suaranya bagusan di Singapore..Iebih bikin deg-degan..*ciyeeeehh*
Imax Singapore ada di dua tempat, nah yang saya cobain ini ada di Orchard, tepatnya di Shaw House..satu lagi kalo ga salah ada di Jurong Town Hall..Oiya, disini teksnya menggunakan huruf Mandarin..

 

3. Muscat, Oman
Film yang saya tonton disini adalah Harry Potter..lucunya, disini teksnya pake huruf Arab gundul..hehhehe..puyeeengg..waktu itu harga tiketnya 3 OR atau sekitar 39ribu..ruang teaternya sendiri ga terlalu besar, dan waktu itu terisi penuh..oiya, saya pikir antara laki-laki dan perempuan akan dipisah..ternyata ngga tuh..sebelah saya duduk laki-laki sendirian, yang ketawanya kenceng banget..errrrrhhh..Oiya, bioskopnya itu persis kayak bioskop jaman dulu..kayak Megaria kalo di kita..suasananya juga hampir-hampir kayak gitu..

4.  Kamboja

Waktu saya kesini sih, saya ga sempet beneran nonton sampe ke dalem bioskopnya..bukannya apa-apa..filmnya jadul banget..mungkin itu film 2 atau 3 taun lalu deh diputer di Jakarta..tempat pembelian tiket nontonnya pun seadanya..kalo pernah ke Depok, nah mirip-mirip sama Depok gitu deh..sebelahan sama tempat main, sehingga waktu itu banyak banget anak-anak sekolah lagi main..pintu masuk ke ruangan teaternya cuma gorden merah marun tebal gitu..hehehe..sayangnya saya ga jadi nonton, jadi saya ga tau di dalemnya kayak gimana..

Itu sedikit pengalaman saya nonton di luar..kalo harus nunggu orang atau bingung mau ngapain sementara waktu masih banyak, cobain deh bioskop di tempat kamu jalan-jalan..bisa jadi pengalaman tersendiri lho 😉

Discover Japan

Mungkin buat sebagian besar orang, Jepang menjadi urutan teratas di daftar “negara yang paling ingin dikunjungi” hehehe..iya ga sih?  buat saya, meskipun bukan di urutan teratas, tapi Jepang termasuk dalam daftar negara yang harus dikunjungi saat saya masih muda..ciyeehhh..kenapa? sederhana..karena kayaknya baju-baju bergaya Harajuku gitu cocoknya dipake kalo pas masi muda aja..hehehehe..

Rencana awalnya, saya berangkat ke Tokyo bersama kakak dan dua keponakan saya..Proses pembelian tiket dilakukan ketika Air Asia baru membuka rute dari KL ke Haneda (Tokyo), dengan harga yang didapat pada waktu itu adalah 900ribu PP..Namun sayangnya, tiga bulan sebelum keberangkatan, Jepang dilanda Tsunami dahsyat dan ada peringatan untuk menghindari daerah-daerah tertentu..Atas dasar itulah maka kakak dan kedua keponakan saya memutuskan untuk batal berangkat..ihiks..saya yang menganut paham “mungkin kesempatan ga dateng dua kali” mulai melancarkan aksi minta ijin untuk diperbolehkan tetap berangkat meskipun sendirian..Alhamdulillah ijin didapat, dan mulailah saya mengurus visa + browsing sana sini untuk menyusun itinerary..

Setelah mengumpulkan data-data..akhirnya saya memutuskan untuk mengambil rute 2 malam di Tokyo – 1 malam di Hakone – 2 malam di Kyoto – dan 1 malam di Tokyo lagi..Oiya, untuk menghemat waktu dan merasakan pengalamannya, saya menggunakan Shinkansen untuk perjalanan antar kota tersebut..Ternyata, untuk turis yang akan berkunjung ke Jepang, disediakan kartu Japan Rail Pass yang bisa digunakan untuk sarana transportasi yang ada di bawah layanan JR Line (Shinkansen salah satunya)..Nah, JR Pass ini tersedia sesuai dengan jangka waktu yang kita inginkan..Contohnya saya waktu itu..saya berangkat ke Jepang dari tanggal 23 – 30 Juni 2011..jadi saya beli JR Pass yang berlaku selama 7 hari dengan biaya sekitar 3.2 juta..Selama 7 hari tersebut, saya bebas naik turun Shinkansen dan kereta JR Line lainnya..tinggal tunjukkin aja kartu JR Pass-nya..enak kan..Jangan lupa, JR Pass ini hanya bisa dibeli di luar Jepang dengan menunjukkan paspor yang sudah tertempel visa Jepang-nya..setelah itu kita akan diberikan tanda terima, yang harus ditukar dengan kartu JR Pass setibanya di Jepang (ada list tempat penukarannya)..

Berikut ini adalah itinerary saya selama di Jepang :

Tokyo

Selama di Tokyo, saya menginap di Asakusa Hostel..harga per malamnya 5800 Yen untuk 1 orang dengan kamar mandi di dalam..Letaknya sangat strategis, dekat dengan stasiun, tempat wisata Asakusa Temple, banyak jajanan dan kalo bosen bisa jalan-jalan ke sebrangnya ada sungai..

Tempat yang saya kunjungi selama di Tokyo :

  1. Akihabara : pusat jualan elektronik..waktu itu Ipad baru keluar di Indonesia, disana udah banyak banget jual secondnya..hehehhe
  2. Harajuku : pusat mode di Tokyo..coba dateng kesini hari Sabtu-Minggu, lebih rame anak-anak muda Jepang dengan gaya eksentrik..tinggal duduk di café pinggir jalan, trus perhatiin orang lalu lalang..puaaasss..
  3. Ginza : pusat pertokoan, kebanyakan barang-barang ber-merk..Kalo ada waktu dan budget lebih, bisa coba nonton Kabuki (pementasan teater Jepang)..saya waktu itu coba nonton dan sukses ketiduran di dalem..hehehe..harga tiket bermacam-macam, waktu itu saya dapet yang harganya 5000 Yen..
  4. Asakusa Temple
  5. Shibuya : ini juga tempat belanja gitu..pas keluar stasiun, ada patung Hachiko, anjing legendaris yang kisahnya sempet di-film-kan..

Setelah merasa puas berkeliling-keliling di Tokyo, saya melanjutkan perjalanan saya ke Hakone..Tas besar saya taruh di loker yang ada di Stasiun Tokyo (di semua stasiun besar di Jepang terdapat loker untuk menitipkan barang bawaan)..sehingga saya hanya membawa pakaian secukupnya untuk di Hakone dan Kyoto..

Hakone

Hakone merupakan kota berudara sejuk yang bisa dtempuh dengan waktu sejam dari Tokyo, menggunakan Shinkansen..Mirip-mirip Puncak dengan udara yang lebih segar dan pemandangan yang sangat indah..Tak heran, dalam perjalanan menuju kesana, satu gerbong kereta saya isinya orang-orang yang sudah berumur..Ketika sampai, langsung deh saya ngerti..udaranya cocok banget untuk kesehatan..sejuuuukk dan tidak terasa adanya polusi..

Di sini saya menginap di Hotel Hakone Suimesou Annex, dengan harga per malam 7245 Yen..Letak hotelnya tidak terlalu jauh dari stasiun Hakone Yamoto, bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 5 menit..Di hotel ini, kita bebas untuk berendam di onsen yang terletak di lantai paling atas..Sebenarnya, kalo misalnya kamu termasuk yang cuek-cuek aja, bisa mencoba onsen di udara terbuka yang banyak tersebar di Hakone..sayangnya saya termasuk yang masih malu kalo harus telanjang bulat di udara terbuka..hehehhe, jadi cobain yang ada di hotel aja deh..itu juga nunggu sepiiii banget..jadi cuma saya sendirian :p

Karena Hakone merupakan kota kecil, jadi sehari keliling-keliling rasanya sudah cukup..Untuk melihat semua tempat wisata di Hakone, bisa dengan menggunakan Hakone Daily Pass yang bisa dibeli di Stasiun Hakone Yumoto..dengan kartu itu, kita diajak berkeliling dengan menggunakan bis, kereta, cruise di Lake Ashi, dan kereta gantung..kita bisa pilih rutenya mau naik bis dulu atau kereta dulu..yang pasti, rutenya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga kita pasti nyobain semua..Untuk cruise di Lake Ashi, kalau beruntung kita bisa melihat puncaknya Mt. Fuji dari kejauhan..konon katanya, kalo bisa melihat, Insya Allah ke depannya hidup kita akan diberkahi dengan keberuntungan..toko-toko kebanyakan hanya buka hingga jam 5 sore..sehingga kalo mau beli makan malem, bungkus dari sore hari..dan bawa pulang ke hotel..hehehe..

Kyoto

Dari Hakone, saya melanjutkan perjalanan  saya ke Kyoto, dengan menggunakan Shinkansen lagi..perjalanan kali ini cukup lama, sekitar 3.5 jam perjalanan..ketika tiket saya diperiksa, petugas mengatakan bahwa saya salah naik kereta..ternyata kereta yang saya naikin ini adalah kereta jenis super cepat yang hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu..jadi saya harus turun di stasiun berikutnya dan naik kereta yang benar, yaitu kereta yang ada di belakang kereta yang saya naiki ini..

Di Kyoto, saya menginap di Yamashiroya Ryokan, penginapan bergaya tradisonal ala Jepang, dengan harga 5500 Yen per malam..Dari Stasiun Kyoto, hanya berjalan kaki selama 5 menit dan sampai deh di penginapan tersebut..

Berikut ini adalah itinerary saya selama di Kyoto :

  1. Kiyomizu-dera Temple
  2. Ginkaku-ji Temple
  3. Gion : pusat perbelanjaan di Kyoto..banyak café dan pub juga, kalau beruntung bisa melihat geisha asli
  4. Arashimaya Bamboo Grove

Untuk sarana transportasi selama di Kyoto, bisa dengan menggunakan bis atau kereta..Petunjuknya cukup jelas walaupun tidak semua terdapat tulisan latinnya..

Hindari menggunakan taksi jika ingin bepergian..biaya taksi di Jepang sangat mahal..sebagai contoh, saya menggunakan taksi dari Bandara Haneda ke Asakusa karena memdarat larut malam sehingga kereta sudah tidak beroperasi..biaya yang harus saya bayar waktu itu sekitar 5200 Yen atau Rp 500 ribu..nyesek memang..tapi itung2 pengalaman deh, naik taksi yang pintunya membuka sendiri..hehehhe..Kalo kamu mendarat larut malam, lebih baik menginap di bandara, karena Bandara Haneda sangat nyaman untuk dijadikan tempat bermalam sementara.

Arashimaya Bamboo Grove Udoooonn.. Sungai di daerah Gion, Kyoto Kamar di Kyoto, tempat tidurnya masi dilipet.. Kereta gantung di Hakone Siap menyusuri Lake Ashi Onseeennnn Sungai di belakang penginapan Hakone Kamar di Hakone Hakone - Yumoto Station..lucu yaaa... Tim bersih-bersih Shinkansen, udah siap sebelum keretanya berenti.. Bento di stasiun Shinkansen Petunjuk Shinkansen Ini enak banget..5800 Yen Ada topeng monyet jugaaaa... Gantungan kertas keberuntungan Kertas keberuntungan di Asakusa Temple Teater Kabuki di Ginza Rameeennn Tempat makan di bawah Tokyo Station Sungai di depan Asakusa Hostel IMG-20110624-00012

 

 

Krabi

Krabi, merupakan daerah pantai di Thailand yang ga beda jauh sama Phuket, cuma lebiih sepi..lebih enak buat leye-leye, menurut saya..letaknya pun ga terlalu jauh dari Phuket..
Perjalanan ke Krabi, bisa ditempuh dengan menggunakan bis atau kereta dari Bangkok..Jika menggunakan bis, maka pergilah ke Southern Bus Terminal, naik ke lantai 3, maka berjejerlah loket yang menjual tiket bis ke berbagai tujuan, salah satunya Krabi..Sayangnya, waktu itu saya tidak mendapatkan tiket bis karena bertepatan dengan libur panjang perayaan tahun baru di Bangkok (Festival Songkran)..

Akhirnya sayapun mencoba untuk menggunakan kereta.. setelah tanya sana sini, saya dan teman saya menuju Hualamphong Station untuk membeli tiket ke Surat Thani..Alhamdulillah, masih ada tiket tersisa untuk kelas sleeper, keberangkatan malam itu juga jam 19.20..Bapak yang menjaga loket menawarkan untuk sekalian membeli tiket bis lanjutan setelah turun kereta, menuju penginapan kami di Koh Lanta..Harga tiket kereta kelas 1 sleeper beserta bis ini sekitar 1500THB..

Perjalanan dari Bangkok ke Surat Thani memakan waktu sekitar 12 jam perjalanan..Tiket akan diperiksa di atas kereta, tidak lama setelah kereta berangkat..Pemeriksa tiket akan memberikan tanda di denah tempat duduk yang dipegangnya, di stasiun apa kita akan berhenti..sehingga ketika tujuan kita sudah sampai, kita akan diberitau/dibangunkan jika kita tertidur..Jadi jangan takut tujuan kita akan terlewat..

Pada jam 21.00, petugas kereta akan berkeliling untuk membantu menyusun tempat duduk menjadi tempat tidur..Perlengkapan tempat tidur di kereta ini cukup lengkap, seperti layaknya hotel..ada matras, seprai, bantal dan selimut..juga dilengkapi gorden untuk menutupi dari orang yang lalu lalang..nyaman lah pokoknya..

Setelah menempuh hampir 14 jam perjalanan, akhirnya sampailah kami di Stasiun Surat Thani..begitu turun kereta, sudah menunggu bis ukuran besar yang akan membawa kami ke suatu tempat..untuk kemudian pindah ke mobil kecil sesuai dengan tujuan masing-masing..dari tempat itu, kami harus pindah lagi ke mobil lain yang akan membawa kami langsung ke penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya, di daerah Koh Lanta..Kali ini kami menginap di Costa Lanta selama 1 malam..dan pindah ke Rawi Warin di malam berikutnya..

Selama menunggu mobil yang akan mengantar kami ke penginapan, kami memesan tour untuk dua hari ke depan..tour hari pertama hampir sama dengan yang pernah dilakukan di Phuket..yaitu berkeliling ke Phi Phi Island, Maya Beach, Monkey Beach dll..Bedanya, tour ini hanya mengunjungi 4 pulau saja selama seharian..

Tour hari kedua, kami mengambil rute dengan arah sebaliknya..dimana kami akan mengunjungi suatu goa dan akan berenang ke dalamnya..Peserta pada tour ini kebanyakan adalah orang lokal yang sedang jalan-jalan dalam rangka libur tahun baru..seru melihat mereka snorkeling sambil berteriak-teriak menggunakan Bahasa Thai..heheheh

Pada malam hari, lumayan banyak yang bisa dilakukan di daerah Koh Lanta..Ada Pasar Malam di daerah Saladan, yang juga banyak berjejer restoran seafood dan jajanan khas Thailand..Saladan ini merupakan pusat kota Koh Lanta, sehingga kalo kamu mau cari penginapan di dekat keramaian, bisa cari di deket-deket sini..Tour yang akan mengantarkan kita ke pulau-pulau dan meeting point-nya pun banyak yang terletak di daerah ini..Selain itu, kamu bisa juga mencoba menonton Thai Boxing..Untuk menonton pertunjukan ini, perhatikan hari dan jam pertunjukan ya..karena tidak ada setiap hari..

 

Phuket

Sudah nonton film The Beach-nya Leonardo Di Caprio? Kalo sudah, pasti liat dong pantai yang airnya berwarna hijau tosca dan dikelilingi tebing-tebing tinggi itu..Kalo kamu mau kesana, ga perlu jauh-jauh..tinggal berangkat ke Phuket, Thailand aja..Iyaaa..karena film tersebut lokasi syutingnya adalah di Maya Bay, Phuket.

Untuk menuju Phuket, kamu bisa naik pesawat langsung dari Jakarta atau Bangkok..bisa juga naik bis dari Kualalumpur – Hat Yai – Phuket atau dari Bangkok – Phuket..saya waktu itu kebetulan dapet harga promo tiket pesawat dari Bangkok ke Phuket, jadi lumayan hemat waktu..tapi kapan-kapan mau juga ah nyobain jalan darat dari KL..tampak seru ☺

Ketika mendarat di Phuket, suasana pantai sudah terasa bahkan ketika kita masi di bandara..yang antri di imigrasi, sebagian besar menggunakan sendal jepit, kaos kutung, dan celana pendek..ihiiiiyyy..saya dan kelima teman saya sampe ga sabar untuk keluar bandara dan menghirup udara pantai..sayangnya, kami mendarat pada malam hari..konon katanya, kalo siang-siang, dari pesawat pun sudah terlihat keindahan pantai Phuket..

Setelah selesai mengurus imigrasi dan bagasi, kami bergegas mencari taksi untuk menuju penginapan..setelah melakukan tawar menawar harga, diantarlah kami ke penginapan kami, Som Guesthouse, yang kami dapat dari rekomendasi di internet..Alhamdulillah, ternyata tempatnya ga mengecewakan..penginapan ini memang letaknya agak masuk, tapi bersih dan nyaman..Yang punya, seorang bapak-bapak baik dari Korea..jadi banyak dipajang benda-benda Korea lucu gitu di bagian bawah penginapannya..karena kami ber-6, maka kami memesan dua kamar..satu kamar untuk isi 4 orang..dan satu kamar lagi berisi 2 orang..

Dalam perjalanan dari bandara ke penginapan, kami diajak mampir ke perusahaan tour dan travel gitu sama sopir taksinya..setelah tanya-tanya, dan karena sudah ga ada waktu lagi untuk membandingkan, akhirnya kami sepakat untuk mengambil paket tour 7 pulau untuk keesokan harinya, sehari penuh..waktu itu harganya 50dolar sudah termasuk dengan makan siang dan snack serta antar jemput dari dan ke penginapan..Kalau kamu masih punya banyak waktu untuk mencari tour termurah, di pusat kota Phuket banyak sekali tour dan travel yang menawarkan tour dengan harga yang lebih murah..jadi jangan buru-buru untuk mengambil keputusan ya..

Jadi, keesokan harinya kami dijemput jam 8 pagi untuk bergabung dengan turis lain yang juga mengambil paket yang sama..Tempat-tempat waktu itu adalah Koh Phi Phi, Maya Bay, Monkey Beach, James Bond Island, dan 3 pulau lainnya (saya lupa namanya)..Untuk tour ini, kami menggunakan speed boat cukup besar dengan kapasitas hampir 100 orang..Di setiap pemberhentian, kita akan diberikan waktu untuk sekedar leye-leye, belanja, berjemur, berenang atau bahkan snorkeling..Bagi yang ingin snorkeling, alatnya juga disediakan secara cuma-cuma..
Berikut ini adalah barang-barang yang perlu dibawa jika kamu ke Phuket :
1. Sunblock
2. Topi
3. Kacamata dengan UV protection
4. Baju renang (karena kalau beli disana, kebanyakan jualnya bikini..hihihi)
5. Sendal jepit
6. Celana pendek
7. Kaos yang menyerap keringat dan cepat kering jika basah

Selain pantai, ternyata masih banyak yang bisa dilakukan di Phuket..Di malam hari, di sepanjang jalan utamanya ada pasar malam yang menjual baju, jajanan dan buah..trus di sebrangnya berjejer restoran seafood yang layak dicoba..harganya pun ga terlalu mahal..
Secara keseluruhan sih saya masih lebih suka pantai-pantainya Indonesia..cuma sayangnya, kita belum garap dengan serius pantai-pantai itu sebagai tempat wisata..semoga ke depannya bisa digarap dengan lebih serius yaaa..

suasana kota Phuket restoran seafood yang berjejer ikannya keliatan dari kapal suasana di boat menu di restoran seafood kamar di Som Guesthouse lagi, menu di restoran seafood jajanan maya bay lagi, maya bay kalo sewa private boat, bisa berenang ditungguin pemandangan sepanjang perjalanan beniiing.. monkey island

Bangkok

Dari semua tempat yang pernah saya kunjungi, Thailand merupakan negara yang paling sering saya datengin karena paling “backpacker-friendly”..Gimana ngga, biaya hidup disana relatif murah, banyak yang bisa dilakukan, banyak makanan enak dan ada kawasan backpacker terkenal (Khaosan Road,) dimana kita bisa ketemu dan kenalan dengan para backpacker seluruh dunia..Asik kan..

Pertama kali ke Thailand (Bangkok), tahun 2007, hanya berdua dengan teman saya..Kita sih waktu itu ngincer ke Chatuchak Weekend Market-nya, tempat segala macem barang ada yang buka tiap Sabtu dan Minggu.. Kalo kamu gila belanja, kamu harus kesini dua hari penuh dan jangan lupa bawa tas yang ada rodanya..Barang-barang lucu dengan harga murah disini pasti bikin kalap..hehehe..
Waktu itu, kami belum berpengalaman sebagai seorang backpacker..padahal nginepnya di Sawasdee Khaosan Inn, daerah Khaosan Road. Waktu itu kita dapet kamar di lantai 4, bawa koper gede, dan jreeeeenggg..ga ada lift dong..Alhasil angkat-angkat ke kamar dan nyampe kamar udah berasa capeeeekkkk bgt..hehhehe..Kamarnya pun tidak terlalu besar, tapi cukup untuk berdua, walaupun kalo mau ke kamar mandi, kita harus ngelompatin koper dan barang-barang lainnya..ihiiiyy..

Tempat Wisata
Wisata di Bangkok, lebih banyak ke temple dan bangunan-bangunan Kerajaan. Ngomong-ngomong tentang Kerajaan, warga Thailand sangat sayang sekali dengan Raja-nya..ga heran kalo banyak banget foto-foto Raja di sepanjang jalan bahkan di rumah penduduk..Selain itu, saya juga ada pengalaman unik..suatu kali saya sedang terpisah dengan kakak saya di Chatuchak..lagi kebingungan, panik jalan cepet sambil celingukan kanan kiri, saya sadar kok cuma saya yang bergerak..semua orang di pasar itu diam berdiri mematung..Saya yang takut digebukin, akhirnya jug aberhenti sambil tetep kebingungan..ketika berhenti itulah saya sadar kalo ternyata sedang ada lagu yang dikumandangkan di pengeras suara di pasar itu..Dan belakangan baru saya tau kalo itu adalah lagu kebangsaannya Thailand..bikin salut..hehehe..kalo denger lagu itu, lagi ngapain aja, harus berhenti dan berdiri untuk menghormati..

Berikut ini adalah beberapa tempat wisata yang bisa didatangi di Bangkok :
1. Grand Palace → istana kerajaan dengan bangunan yang terkesan mewah
2. Wat Arun
3. Wat Pho
4. Chatuchak Weekend Market
5. Chao Phraya River → naik kapal di Chao Phraya, kapalnya akan berhenti di tempat-tempat wisata..kita bisa naik dan turun di tempat wisata yang ingin kita kunjungi
6. Khao San Road → kawasan backpacker di Bangkok, ada pasar malem dan banyak jajanan pinggir jalan yang layak dicoba dengan harga murah

Sarana Transportasi
Angkutan umum di Bangkok sangat tourist-friendly..ada BTS yang bisa digunakan buat ke sebagian besar tempat wisata dan perbelanjaan di Bangkok..ada juga tuktuk yang seperti taksi tapi dengan harga yang lebih murah..ada bis yang kondisinya hampir sama dengan bis ijo P6 ke Bekasi..trus ada juga ojek..ihiiiyy..hampir sama dengan di Jakarta ya..Ojek ini ga di semua tempat bisa ditemuin, hanya di dekat-dekat hotel dan tempat perbelanjaan, itu juga harus tanya dulu dengan security, kalo ada bisa minta tolong panggilin..saya pernah naik ojek untuk ngambil barang ke hotel karena harus buru-buru ke terminal bis..Pada saat jam pulang kerja, Bangkok juga macet lho..jadi hati-hati kalo harus ngejer penerbangan/kereta/bis pada jam-jam tersebut.

Cara Menuju Bangkok
Banyak cara menuju Bangkok..cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan pesawat langsung dari Jakarta ke Bangkok..
Cara lainnya, bisa menggunakan kereta dari Singapore – KL – Hat Yai – Bangkok dengan lama perjalanan 38 jam (belum termasuk transit). Atau dari KL dengan lama perjalanan 31 jam (belum termasuk transit).

Catatan
Jika ingin naik tuktuk, pastikan bahwa dia tidak membawa kita keliling-keliling dengan tujuan yang tidak jelas..saya pernah bilang mau ke Grand Palace, katanya hari itu Grand Palace tutup..jadi saya dibawa ke temple-temple kecil dan akhirnya dibawa ke toko berlian yang harganya ampun-ampunan..jadi kalo ada tukang tuktuk yang bilang tempat tujuan kamu tutup hari itu, jangan percaya..tetep aja kekeuh mau kesana..

patung Buddha tidur DSC03393 tuktuk, angkutan umum di Bangkok bergaya di Siam Paragon, mal paling happening di Bangkok mangga ketan, jajanan wajib di Bangkok masakan Thailaaanndd..*gleg* penginapan di Bangkok

kapal ini berhenti di tempat-tempat wisata di Bangkok, lewat Chao Phraya River
kapal ini berhenti di tempat-tempat wisata di Bangkok, lewat Chao Phraya River
ini jajanan enak banget, ada di depannya Grand Palace.  kayak otak-otak, pake cuka
ini jajanan enak banget, ada di depannya Grand Palace. kayak otak-otak, pake cuka

Maskapai Penerbangan Paling Berkesan

Sejauh ini, maskapai penerbangan dengan tujuan internasional yang pernah saya pakai adalah Garuda Indonesia, Air Asia, Jetstar, Tiger Airways, Cebu Pacific Airways, Singapore Airlines, Phillipines Airlines, Malaysia Airlines, Thai Airlines, Oman Air dan Emirates..Saya cerita tentang maskapai yang menurut saya unik yaaa..

Cebu Pacific Airlines
Maskapai berbiaya hemat dari Philipines ini menurut saya unik, karena di tengah perjalanan, pramugari akan mengajak para penumpang untuk main tebak-tebakan..Pramugari akan mengajukan 3 pertanyaan (mengenai pesawat), penumpang yang merasa bisa menjawab harus tunjuk tangan, dan akan mendapat hadiah bila jawabannya benar.
Pesawat yang digunakan oleh maskapai ini tipe pesawat yang sepertinya lebih kecil dibandingkan dengan yang lain..karena waktu itu saya duduk di bagian belakang, dan saya bisa melihat ke penumpang yang duduk di bagian depan dengan jelas..Sempet deg-degan juga..tapi Alhamdulillah, ketika take off dan landing, berjalan dengan sangat mulus..

Thai Airways
Sebenarnya penerbangan saya menggunakan maskapai ini berjalan biasa-biasa saja..Sampai ketika pesawat hampir mendarat, pramugari membagikan setangkai bunga anggrek asli yang masih segar..Bunga ini sudah ada penitinya, sehingga bisa langsung kita sematkan di pakaian atau tas..cantiiikk sekaliii..

Oman Air

Yang bikin berkesan tuh, di pesawat dibagiin muffin gede yang enaaakk banget..pingin nambah..hahaha..oiya, ada yang punya pengalaman ga sih..bole ga nambah kalo makanannya enak :p

Itulah tiga maskapai penerbangan yang paling berkesan selama saya bepergian..kalau maskapai yang lain, mungkin hampir sama ya pelayanannya..ada yang ingin berbagi cerita yang lain? ditungguuu..

Pergi Sendirian? Ternyata Asik Lho..

Dulu, kalo baca cerita orang tentang jalan-jalan sendirian, saya suka mikir “apa enaknya ya” atau “mati gaya ga tuh ya”. Tapi setaun belakangan ini, saya jadi lebih sering jalan-jalan sendirian dan ternyata menikmati perjalanan saya tersebut.

Tekad saya untuk memberanikan diri pergi sendirian muncul ketika ada beberapa rencana perjalanan yang batal karena teman saya pada batal berangkat..kalo kayak gini sih, yang utama saya bukan mikirin harga tiketnya yang angus (karena kebanyakan kita beli yang benar-benar promo).. Tapi lebih dari itu..kecewanya ituu..Lama-lama saya mikir “masa iya, temen gw ga jadi berangkat trus gw juga ga jadi..” Apalagi saya kerja di perusahaan yang waktunya sangat fleksibel, sayang banget kalo ga dimanfaatin kan.

Debut pertama saya jalan-jalan sendirian dimulai dengan perjalanan ke Jepang. Cuma dengan modal nekad, hasil browsing dan buku panduan (serta modal tampang, pastinya..*halah* hehehhe), saya pun berangkat selama tujuh hari ke tiga kota di Jepang. Cerita lengkap tentang Jepang, akan saya ceritakan pada bagian lain ya..

Setelah sukses, sayapun mulai merajalela..Hasrat saya untuk jalan-jalan semakin tidak terkendali (widiiihh..)..kalo dulu saya selalu tanya teman-teman saya, ada yang mau ke sini ga..ke situ ga..sekarang saya bisa cuek aja booking tiket setiap ada promo ke tujuan yang saya mau.

Perjalanan berikutnya yang saya lakukan sendirian adalah ke Vietnam, Kamboja, Bangkok dan Krabi. Perjalanan ini lebih nekad lagi..Kebanyakan melalui jalan darat euy. Hehehe..Tapi Alhamdulillah, saya selamat sampai pulang lagi ke Indonesia. Cerita tentang perjalanan ini juga akan saya ceritakan di bagian lain ya..

Mungkin orang yang denger cerita saya akan nyinyir komentar “ngapain juga jalan-jalan sendirian” tapi ternyata, dengan jalan-jalan sendirian itu saya lebih banyak dapet pengalaman dan lebih enjoy menikmati perjalanan saya. Saya bisa mutusin mau leye-leye aja sambil baca buku di café pinggir jalan..atau mau keliling-keliling tempat wisata..atau mau cobain bioskop di kota tersebut..atau malah mau sekedar liat-liat di tempat perbelanjaan..semuanya saya yang mutusin, tergantung mood saya hari itu.

Pergi sendirian juga bikin saya lebih fokus nikmatin tempat yang saya tuju. Apalagi saya tipe yang kalo jalan-jalan, kadang bukan ngejer fotonya..bukan ngejer tempat wisatanya..tapi lebih ke menikmati tempat itu..entah itu cuma ngelamun..”mikir”..atau ngamatin orang lalu lalang di pinggir jalan..hehehhe..aneh ya, tapi itu salah satu cara saya menikmati jalan-jalan.

Tapiiiii, pasti ada dong ga enaknya. Ya iyalaaaahhh..ga enaknya, kalo abis duit, ga bisa pinjem dulu..hehhe..atau ga bisa ada yang bantuin nawar kalo belanja di pasar malem..atau tiap foto harus pake timer, trus nyengir sendirian..oh dan yang pasti, ga ada yang jagain kalo kita kenapa-napa, apalagi di negeri orang.

Berikut ini tips kalo kamu pergi jalan-jalan sendirian (apalagi kalo kamu perempuan) :
→ Siapkan fotokopi pasport, taruh di tempat yang berbeda. Misalnya di dompet, di koper, dan di tas kecil kamu
→ Siapkan tiket dalam bentuk soft copy (bisa simpan di HP atau email) dan hard copy
→ Browsing sebanyak-banyaknya mengenai tempat yang akan kamu tuju
→ Siapkan itinerary detil, misalnya kalo mau mengunjungi tempat A, naik apa dan turun dimana
→ Sebaiknya sudah memesan hotel dari sebelum berangkat. Catat alamatnya dan bagaimana cara kesananya. Jika nama hotelnya tidak menggunakan huruf latin, misalnya China, Jepang, Korea, maka print-lah nama dan alamat hotel tersebut agar bisa ditunjukkan ke supir taksi, bis atau untuk sekedar bertanya kepada orang lokal.
→ Hindari tempat-tempat gelap dan gang-gang sempit. Juga hindari bepergian pada malam hari.

Intinya, jangan takut kalo memang harus pergi sendirian..kalo kamu emang mau berangkat, ya berangkat..jangan tergantung orang..Insya Allah pelajaran dan pengalaman yang didapet lebih banyak kok ☺